Connect with us

Teori Pembentukan Bulan dan Fakta Menariknya

teori-pembentukan-bulan, gambar nikolateslafans.com

Fisika

Teori Pembentukan Bulan dan Fakta Menariknya

Sebelum manusia menghuni bumi, bulan telah ada menemani bumi sejak dulu kala. Selain memperindah pemandangan pada malam hari, keberadaannya sangat menarik perhatian manusia yang melihatnya. Diantara miliaran manusia, mungkin ada yang bertanya, bagaimana tetangga bumi ini bisa terbentuk?

Penyelidikan tentang benda luar angkasa ini telah berkembang sejak jaman yunani kuno, filsuf hingga jaman scientis saat ini. Diantaranya terdapat nama Galileo, melalui teropong bintangnya, memperlihatkan bahwa bentuk bulan bulat oval seperti telur dengan permukaan berupa bebatuan dan berkawah.

Gomuda - Sweater Rajut Pria

Dengan ditemukannya teknologi roket, manusia selangkah lebih maju dalam meneliti bulan, karena pada misi Appolo 11, manusia menginjakan kaki pertama kali disana, mereka adalah Neil Armstrong, Edwin Aldrin dan Michael Collins.

Hasil dari eksplorasi itu, mereka selamat kembali ke Bumi dengan membawa sejumlah data pengukuran dari beberapa alat canggih saat itu dan yang paling berharga yakni membawa 380 kilogram batuan untuk diteliti.

Dari data tersebut beberapa ilmuan, mengembangkan beberapa teori tentang asal mula satelit yang dimiliki bumi ini. Mulai dari hipotesis yang kontroversi, hingga teori yang mendekati kebeneran ilmiah. Walaupun begitu, skenario yang dikemukakan beberapa ilmuan saat ini belum dapat memuaskan rasa penasaran manusia.

Sekilas Tentang Karakteristik Bulan

Struktur bulan, gambar wikimedia.org

Struktur bulan, gambar wikimedia.org

Satelit Bumi ini memiliki banyak nama, diantaranya Moon (bahasa inggris), Luna (bahasa Latin), Selene (bahasa Yunani), Alqamar (bahasa Arab), Ay (bahasa Turki) Maan (bahas belanda), Tsuki (bahasa Jepang) dan lain sebagainya.

Bulan juga memiliki struktur lapisan seperti halnya planet Bumi, diantaranya lapisan luar (kerak), mantel dan inti. Lapisan kerak didominasi oleh senyawa silika (SiO2) sebanyak 45%, sisanya alumina 14,9%, kapur 11,8%, besi(II)oksida 14,1%, magnesia 9,2%, titanium dioksida 3,9% dan sodium oksida 0,6%.

Senyawa diatas tergolong mineral dengan kepadatan rendah atau disebut plagioklas, sehingga secara umum batuan disana bersifat anortosit. Dan ketebalan lapisan ini rata-rata sekitar 50 km.

Sedangkan lapisan mantel terdiri dari senyawa-senyawa bersifat mafik, yang menggambarkan batuan berjenis silikat yang kaya akan magnesium dan besi. Kebanyakan mineral mafik berwarna gelap.

Batuan pembentuk mineral mafik diantaranya olivin, klinopiroksen dan ortopiroksen. Lapisan mantel diperkirakan memiliki ketebalan 637 km.

Lalu, lapisan intinya kaya akan mineral besi. Besi berbentuk padat berada pada bagian inti dalam dengan radius sekitar 240 km, dan besi berbentuk cair pada bagian inti luarnya dengan radius 330 km.

Daerah antara inti dan mantel terdapat lapisan transisi berbentuk cair dengan radius 480 km. Sehingga jika kita jumlahkan ketebalan kerak, mantel, inti dan lapisan transisi ini, maka akan sama dengan jari-jari bulan yaitu sekitar 1.737 kilometer.

Teori Pembentukan Bulan

1. Teori Fisi

Teori fisi, gambar flowvella.com

Teori fisi, gambar flowvella.com

Sebelum ditemukannya roket, pada tahun 1800an, George Darwin (anak dari Charles Darwin) mengemukakan pendapat tentang asal usul bulan. Dia berpendapat bahwa benda luar angkasa itu dulunya berasal dari Bumi.

Saat awal pembentukan, planet bumi mungkin berputar sangat cepat hingga ada bagian dari planet bumi terlepas keluar angkasa, namun tetap dibawah pengaruh gravitasi bumi.

Darwin junior juga menuturkan bahwa bagian yang terlepas itu kemungkinan besar berasal dari permukaan pasifik. Walaupun begitu, setelah adanya penerbangan perdana ke sana, dan para astronom meneliti bebatuan yang ada disana, tidak ditemukan kesamaan komposisi materi dengan lempeng pasifik.

Para astronom juga berpendapat, komposisi batuan di samudra pasifik terlalu muda sebagai sumber terciptanya tetangga bumi ini.

2. Teori Tangkapan

Teori tangkapan, gambar twoflags.byethost3.com

Teori tangkapan, gambar twoflags.byethost3.com

Teori ini menjelaskan bahwa bulan aslinya berasal dari tempat jauh yang tidak diketahui di dalam galaksi bima sakti kita, bebas dari Bumi. Lalu, benda luar angkasa tersebut bergerak dan berpapasan dengan planet Bumi, dan terperangkap di dalam medan gravitasi Bumi.

Teori ini kurang disukai karena agar objek seukuran bulan dapat ditangkap oleh gaya gravitasi bumi, maka kecepatannya harus sangat rendah dan akhirnya benda angkasa ini akan kehilangan energi untuk mengorbit. Seperti asteroid yang hanya melayang-layang di luar angkasa.

Namun faktanya, bulan masih memiliki energi cukup besar untuk mengorbiti bumi dan berotasi pada sumbunya. Selain itu teori ini juga tidak mampu menjelaskan kemiripan senyawa kimiawi dengan bumi. Pada akhirnya teori ini ditolak.

3. Teori Kondensasi

Teori kondensasi, gambar pinterest.com

Teori kondensasi, gambar pinterest.com

Teori kondensasi atau pertumbuhan memaparkan bahwa bulan dan bumi pada dasarnya berasal dari gas-gas kosmik yang sama, sehingga terbentuk pada waktu yang sama pula.

Kelemahan teori ini yakni tidak dapat menjelaskan kemampuan gravitasi bumi dalam mempengaruhi bulan agar mengorbiti bumi, karena jika terkondensasi bersama-sama seharusnya sistem kedua benda angkasa ini seperti planet kembar yang tidak jauh berbeda, dimana memiliki gaya gravitasi yang sama, dan kerapatan batuan yang sama.

4. Teori Tabrakan Besar

Teori Tabrakan Besar, gambar nautil.us

Teori Tabrakan Besar, gambar nautil.us

Teori radikal namun mendekati kebenaran, karena menurut teori tabrakan besar ini, saat 4,5 miliar tahun yang lalu, terdapat benda luar angkasa sebesar Mars menumbuk Bumi yang masih muda (proto-bumi). Benda luar angkasa itu disebut “Theia”, nama ini diambil dari mitologi Yunani berarti mother of the moon atau ibunya bulan.

Ketika theia ini bertabrakan dengan Bumi, sebagian besar massa theia terserap bersatu dengan proto-bumi dan sebagian lainnnya terpental ke luar angkasa (menurut teori tumbukan). Melalui teori ini, para ilmuan dapat menjelaskan kemiripan komposisi kimia Bumi-bulan lebih baik daripada ketiga teori diatas.

Lebih jauh, berdasarkan Journal of Geophysical Research, Simon Lock dkk, menyempurnakan teori ini, dengan menjabarkan bahwa tidak melimpahnya beberapa unsur, seperti tembaga, kalium, natrium dan seng dibulan karena saat terjadi tubrukan antara proto-bumi dan theia, saat itu pula tercipta awan gas dan debu super panas yang disebut sinestia.

Sinestia biasa terbentuk saat dua objek seukuran planet bertabrakan. Suhu sinestia bisa mencapai 3700 derajat Celcius dengan tekanan amat tinggi. Bagian theia yang terpental dan terperangkap di dalam sinestia inilah yang menyebabkan komposisi bulan agak berbeda dengan bumi.

Selain teori pembentukan diatas, berikut beberapa fakta menarik seputar bulan

1. Permukaan yang tampak selalu sama setiap malamnya

Mungkin ini adalah fakta paling keren tentang satelit bumi ini, yakni selalu memperlihatkan permukaan yang sama walaupun diliat di segala penjuru belahan bumi. Kenapa bisa demikian padahal kedua benda luar angkasa ini bergerak?

Jawabannya tiada lain karena jumlah waktu yang digunakan untuk mengelilingi bumi (mengorbit) adalah sama dengan jumlah waktu yang digunakannya untuk mengelilingi diri sendiri (rotasi). Seakan benda luar angkasa ini terkunci pada orbitnya.

Bagaimana dengan fase bulan yang terlihat di Bumi? Satelit alam ini selalu mengorbit bumi, dan bersama-sama mengelilingi matahari. Saat posisinya berada antara matahari dan bumi, maka fase ini dinamakan dead moon atau new moon dan tidak keliatan dari bumi karena silaunya sinar matahari.

Setelah itu bulan bergerak kearah sisi gelap bumi dan memantulkan cahaya matahari yang disebut cahaya sabit, lalu semakin hari bentuk cahayanya semakin cembung sampai pada hari ke 15, setengah permukaan nampak semuanya, dan fase ini dinamakan full moon atau purnama.

Untuk jelasnya, lihatlah video berikut ini:

2. Pohon bulan

Lebih dari dari 400 pohon yang tumbuh di Bumi asalnya dari bulan lo! Ko bisa? Jadi ceritanya pada tahun 1971, saat misi Apollo 14 yang membawa tiga astronot, Stuart Roosa, Alan Shepard dan Edgar Mitchell mengunjungi satelit bumi ini, astronot Roosa membawa biji tanaman yang tadinya mau di tanam disana, namun mungkin karena lupa atau ada misi yang lebih penting, biji tersebut dibawa lagi ke Bumi, lalu di tanam di Bumi.

3. Bulan bukan satu-satunya satelit alami bumi

Predikat ini terjadi pada tahun 1999, ketika para ilmuan menemukan asteroid selebar 5 kilometer terperangkap oleh gravitasi Bumi dan mulai mengorbit. Sejak itu, asteroid ini dinamakan Cruithne, memiliki waktu 770 tahun untuk mengelilingi Bumi satu putaran penuh dan setidaknya Cruithne akan berada pada orbitnya dalam waktu 5 ribu tahun kedepan menemani Bumi.

4. Permukaan bulan tidaklah semulus yang terlihat dibumi

Para ilmuan menemukan fakta bahwa disana memiliki banyak kawah hasil hantaman asteroid sekitar 4,1 hingga 3,8 miliar tahun yang lalu. Bekas hantaman akan terlihat jelas jika diteropong melalui alat teleskop.

Walaupun telah lama kejadiannya, namun bekas hantaman tetap membekas hingga kini karena di permukaannya tidak ada atmosfer dan tidak ada aktivitas geologis seperti di Bumi.

5. Bulan berbentuk telur

Tidak seperti yang terlihat dari bumi, bentuk tetangga bumi ini tidaklah bulat sempurna, namun lebih menyerupai telur. Selain itu, pusat massanya juga tidak terletak di tengah-tengah (tidak geometris).

6. Di bulan ada gempa

Saat misi Apollo 11 kala itu, para astronot melakukan berbagai macam pengukuran, salah satunya menggunakan seismometer untuk mengetahui apakah di sana ada getaran? Ternyata, secara mengejutkan para astronot menangkap adanya getaran-getaran yang diduga gempa mini yang disebabkan oleh gravitasi Bumi.

7. Bulan dapat menyebabkan air pasang lebih tinggi

Walaupun jaraknya dari bumi sekitar 384 ribu kilometer, namun efek gravitasinya mampu mempengaruhi air laut saat pasang.

8. Bulan sekali waktu dapat meninggalkan Bumi

Setiap tahunnya, benda angkasa ini mencuri sebagian energi rotasi bumi dan menggunakannya untuk mendorong dirinya sejauh 3,8 cm lebih tinggi dari orbit asalnya. Para peneliti memaparkan juga, mulanya jarak Bumi-Bulan sejauh 22.530 kilometer. Namun saat ini jarak mereka telah saling menjauh, rata-rata menjadi 384.400 kilometer.

Selain fakta-fakta diatas, berikut fakta menarik lainnya tentang satelit bumi satu ini:

9. Gravitasi bulan hanya seperenam dari gravitasi Bumi.
10. Bulan bisa menjadi 14% lebih besar dari kondisi normal, saat posisinya mendekati bumi (perigee). Fenomena ini disebut supermoon.
11. Bulan tidak memiliki atmosfer, sehingga suhu di permukaanya berkisar minus 183 derajat saat malam hari dan 106 derajat celcius pada siang hari.
12. Diameternya sekitar 3475 kilometer
13. Gravitasi yang dimilikinya dapat memperlambat kecepatan rotasi bumi hingga 1,5 milidetik setiap abadnya.
14. Sampai saat ini baru 12 orang telah menginjakan kakinya disana.
15. Berat bulan jika dibandingkan bumi sekitar 1/81 kalinya.
16. Bulan berotasi dengan kecepatan 10 mil perjam, sedangkan bumi dengan kecepatan 1000 mil perjam.
17. Volumenya hampir sama dengan volume samudra pasifik.
19. Orang pertama yang menginjakan kaki disana adalah Neil Armstrong pada tanggal 20 juli 1969.
20. Disana tidak memiliki medan magnet alam.
21. Batuan disana terbagi menjadi tiga kelompok, basalt, anorhosite dan breksi.
22. Ukuran nya lebih besar daripada pluto (planet kerdil dalam tata surya).

Referensi:
https://en.wikipedia.org/wiki/Moon
https://www.space.com/19619-top-10-moon-facts.html
https://www.mnn.com/earth-matters/space/stories/4-theories-about-how-moon-formed

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

To Top