Connect with us

Mengapa Muslim Menjadi Pasar Empuk Startup di Asia?

hijup

Entrepreneur

Mengapa Muslim Menjadi Pasar Empuk Startup di Asia?

Saat ini, disadari atau tidak, banyak startup baru bermunculan, tidak terkecuali startup yang berhubungan dengan agama Islam dan umat muslim. Tentu ini menjadi sebuah pertanyaan, mengapa ini terjadi? Mengapa muslim menjadi pasar empuk startup terutama di Asia?

Seperti kita ketahui bersama, Islam merupakan agama terbesar kedua saat ini di dunia setelah Kristen. Akan tetapi, banyak sejarawan menyatakan bahwa Islam akan menjadi agama terbesar di dunia melampaui jumlah umat Kristen beberapa puluh tahun mendatang.

Gomuda - Sweater Rajut Pria

Seperti yang dilansir dari Pew Reaserch, menyatakan bahwa:

Populasi dunia diproyeksikan tumbuh 32% dalam beberapa dekade mendatang, jumlah Muslim diperkirakan akan meningkat sebesar 70% – dari 1,8 miliar pada tahun 2015 menjadi hampir 3 miliar pada 2060. Tahun 2015, umat Muslim mencapai 24,1% dari populasi dunia. Empat puluh hingga lima tahun kemudian, diperkirakan lebih dari tiga dari sepuluh orang di dunia adalah muslim (31,1%).

Pertumbuhan muslim yang pesat tersebar di seluruh dunia mulai dari Asia, Eropa hingga Amerika. Dan wanita lah yang paling banyak memilih Islam menjadi agamanya, serta tiap-tiap wanita muslim rata-rata memiliki 2.9 anak lebih tinggi 0.7 daripada non muslim yang memiliki rata-rata 2.2 anak.

Sehingga tak heran, menyesuaikan dengan perkembangan teknologi saat ini, banyak startup bertemakan muslim bermunculan tak terkecuali di Indonesia. Seperti yang dijelaskan pada video dari TechinAsia berikut ini.

Alasan Mengapa muslim Asia menjadi sasaran empuk startup saat ini

Mengingat pertumbuhan umat muslim yang pesat, dan lebih dari 250 juta jiwa merupakan muslim di Asia Tenggara, diperoleh data yang menunjukkan 66% muslim di dunia adalah usia muda yang notabene kurang dari 30 tahun alias generasi milenial.

Sebuah riset yang dilakukan oleh Innovation Group, J. Walter Thompson’s terhadap 1.000 wanita muslim di Indonesia dan Malaysia, 77% nya ternyata adalah millenial dengan rentang usia antara 18 hingga 39 tahun yang rata-rata tinggal di pinggir kota dan perkotaan.

Riset tersebut menunjukan bahwa bagi mereka agama adalah faktor utama dan sangat penting dalam kehidupan. Meskipun begitu, hal ini tidak menjadikan mereka tertutup melainkan sangat berwawasan global atau mendunia. Banyak diantara mereka yang melakukan traveling ke luar negeri tidak hanya Asia tapi juga Eropa dan Amerika yang notabene bukan negeri berpenduduk mayoritas muslim.

Karena agama sangat penting dalam kehidupan umat muslim, sehingga apa pun yang berkaitan dengan kegiatan dan konsumsi mereka haruslah halal atau setidaknya sesuai dengan syariah. Hal ini tentu saja berpengaruh pada fashion, kecantikan, teknologi, dan industri makanan.

Salah satu contohnya, Forbes mencatat pada tahun 2015, penghasilan yang didapat dari penjualan busana Muslim di dunia diperkirakan naik 5.7% dari tahun sebelumnya yaitu sekitar 243 milyar dollar, dengan 44 milyar dollar nya merupakan hasil dari pembelanjaan yang dilakukan oleh muslimah. Diperkirakan pada tahun 2021 total konsumsi muslim mencapai sekitar 368 milyar dollar. Tentu hal ini sangat menggiurkan bagi para pelaku bisnis dunia.

Ketertarikan akan pelaku bisnis dunia pada pangsa pasar muslim khususnya merek-merek terkenal mulai dirasakan pada tahun 2017 dan awal 2018 sekarang ini. Mulai dari Uniqlo yang menggandeng hijaber dunia Hana Tajima dalam merancang koleksi busana “modest”nya, Nike yang mengeluarkan hijab untuk para olahragawan muslimah, hingga peragaan-peragaan busana kelas dunia dengan merek seperti Lanvin, Dior, Versace, Marc Jacobs, serta Gucci (sumber: Expatwoman) yang menampilkan model-model menggunakan penutup kepala semacam scarf atau topi bertudung; meskipun merek-merek terkenal tersebut tidak secara langsung menyebutkan bahwa hal tersebut adalah hijab.

Begitu pula dengan para pelaku startup. Kini startup mulai menyasar muslim milenial, khususnya muslimah, yang bisa dibilang memiliki ketergantungan pada smartphone. Mulai dari cara berbelanja, komunikasi serta melakukan transaksi melalui smartphone.

Berikut adalah beberapa startup muslim yang sukses dipasaran, mulai dari produk makanan yang disebut halal food, travelling cara muslim atau disebut halal trip, finansial umat muslim yang sesuai sharia, produk fashion hijab, hingga aplikasi kegiatan sehari-hari umat muslim mulai dari shalat hingga zakat.

1. Muslim Fashion

hijup

Hijup, gambar: gould.sydney/case-study-hijup/

Salah satu yang paling populer saat ini dari startup fashion muslim dunia datang dari Indonesia yakni Hijup, dengan founder Diajeng Lestari.

Hijup.com merupakan e-commerce khusus fashion muslim baik wanita namun pria. Beberapa koleksi paling populer datang dari brand hijab terpopuler di Indonesia seperti Dian Pelangi, Ria Miranda, Restu Anggraini dan Jenahara.

Selain fashion, food alias makanan halal makin populer di dunia, terlebih saat menjelang Ramadan.

2. Halal Food

Halal food yang berarti makanan tanpa mengandung Babi, Anjing, serta yang diharamkan dalam sharia Islam dan memiliki label Halal dari Majelis Ulama setempat merupakan makanan yang kini banyak dicari diberbagai dunia termasuk Amerika.

Makanan halal, telah menjadi tren baru di Amerika seiring berkembangnya muslim disana. Lahan bisnis makanan halal pun terus menjamur di seluruh dunia termasuk Singapura, Thailand, Korea Selatan, Jepang dan beberapa negara Eropa.

3. Halal Trip atau Muslim Travelling

Wacana halal trip ikut menjamur seiring berkembangnya halal food. Berkunjung ke negara-negara muslim dan wisata bertemakan muslim jadi destinasi menarik bukan hanya bagi umat muslim namun juga non-muslim.

Salah satu channel Youtube dan aplikasi travelling muslim yang sedang naik daun adalah Halal Trip, selain mengisi vlog di youtube, aplikasinya dapat digunakan untuk menemukan mesjid terdekat, restoran halal, dan lainnya.

Paling populer di dunia dari muslim travelling yang juga menjadi bisnis menggiurkan adalah Ibadah Haji serta Umroh ke Mekah.

Halal travelling ini pun didukung oleh vlogger muslim di seluruh dunia yang membagikan pengalamannya mengunjungi wisata muslim beserta masakan halalnya.

4. Keuangan Syariah atau Sharia Finance

sharia finance

Islamic Finance, gambar: Kompas

Salah satu paling populer yang saat ini diterapkan dari sharia adalah sistem keuangannya, termasuk Bank dengan aturan syari’, yang sering kita sebut Bank Syariah atau Islamic Bank.

Bukan hanya di Indonesia, tapi juga Malaysia, Singapura, Inggris, Amerika dan banyak negara lainnya yang mulai menerapkan Bank Syariah.

Meski mungkin sangat sulit sebuah Bank benar-benar syariah, namun sistem keuangan islami tersebut menjadi cara pengelolaan keuangan yang menarik perhatian pemerhati sistem keuangan, termasuk masyarakat muslim dunia yang menginginkan Bank tanpa Riba.

Bukan hanya bank yang menerapkan syariah namun juga ada Fintech seperti halnya yang dilakukan Paytren dalam menggaet masyarakat muslim Indonesia untuk mengelola transaksi keuangan sehari-hari melalui aplikasi milik Ustad Yusuf Mansyur.

5. Aplikasi Religi

aplikasi-muslim-pro

Aplikasi Muslim Pro

Salah satu yang terpopuler saat ini dari aplikasi muslim yang ada di play store adalah Muslim Pro yang telah di download lebih dari 10 juta orang.

Muslim Pro merupakan aplikasi terlengkap untuk umat muslim saat ini mulai dari penunjuk arah kiblat, waktu shalat, Quran, jadwal puasa, 99 nama Allah, dan banyak lainnya, yang tentu saja sangat diperlukan muslim milenial saat ini.

Tak hanya Muslim Pro, ada pula aplikasi penghitungan zakat hingga kumpulan Hadits dan banyak aplikasi muslim lainnya yang bisa kita temukan dengan mudah melalui google play atau iOS.

Tertarik untuk memulai startup dengan tema dan sasaran pasar muslim?

Referensi:
[1] http://www.pewresearch.org/fact-tank/2017/04/06/why-muslims-are-the-worlds-fastest-growing-religious-group/
[2] https://www.techinasia.com/muslim-startups-chase-millennials
[3] https://www.forbes.com/sites/anismuslimin/2017/11/27/study-finds-young-southeast-asian-muslim-women-more-religious-yet-more-progressive/#18a0c86b1eb3
[4] https://www.expatwoman.com/ewmoda/fashion/headscarf-featured-runway-fall-2018-fashion-weeks

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

To Top