Connect with us

Menelusuri Jenis Kucing Di Dunia

kucing, gambar (globalgiving.org)

Tahu Gak

Menelusuri Jenis Kucing Di Dunia

Siapa yang tidak mengenal kucing. Hewan berbulu dan berkumis ini sangatlah mudah ditemukan disekitar kita, apalagi jika kucing tersebut diajak main oleh kita, pastinya gemas melihat kelakuan mereka saat berlari, meloncat hingga berguling-guling di hadapan kita.

Kebanyakan jenis kucing yang kita temui sehari-hari merupakan kucing liar yang berasal dari kucing Afrika, alasannya karena mereka memiliki struktur tulang dan wajah mirip dengan kucing-kucing yang ada di Nusantara.

Gomuda - Sweater Rajut Pria

Hewan yang memiliki nama latin Felis ini memiliki kekerabatan dekat dengan jaguar, singa, harimau, panter, puma, leopard, dan macan karena menurut klasifikasi ilmiah mereka semuanya berada dalam satu rumpun keluarga, Felidae.

Felis sendiri merujuk pada jenis kucing yang memiliki ukuran kecil, baik itu kucing peliharaan, kucing kampung maupun kucing liar. Habitat asli felis sendiri tersebar mulai dari ujung barat benua Afrika hingga timur Asia dan Utara benua Eropa hingga Selatan Afrika. Namun saat ini penyebarannya telah merata hampir ada di seluruh dunia.

Habitat asli Felis, gambar (wikipedia.org)

Habitat asli Felis, gambar (wikipedia.org)

Secara umum semua kucing kecil (Felis) yang ada di dunia dapat dikelompokan menjadi tujuh jenis kucing utama, yakni:

Kucing liar afrika, gambar (wikipedia.org)

Kucing liar afrika, gambar (wikipedia.org)

  1. Kucing hutan (Felis chaus), merupakan kucing liar Asia yang penyebarannya mulai di Mesir, timur tengah, Asia tengah dan Asia tenggara, India dan Srilangka, dan Cina bagian selatan. Kucing hutan juga adalah kucing terbesar dari jenis Felis, dengan panjang rata-rata 62 hingga 76 cm.
  2. Kucing liar Eropa (Felis silvestris silvestris), merupakan kucing liar yang habitat aslinya di benua Eropa. Mereka memiliki bulu lebih tebal dan lebat dibandingkan jenis kucing lainnya.
  3. Kucing liar Afrika (Felis silvestris lybica), merupakan kucing liar yang habiat aslinya berada di benua Afrika. Jenis kucing ini lah yang penyebarannya paling banyak.
  4. Kucing gunung Cina (Felis bieti), merupakan kucing liar yang habitatnya berada di daerah dataran tinggi, sekiitar daerah tibet.
  5. Kucing pasir (Felis margarita), merupakan kucing liar yang habitat aslinya berada di sekitar perbatasan daerah gurun, sekitar Afrika utara-dekat gurun sahara, dan Asia tengah-gurun gobi).
  6. Kucing berkaki hitam (Felis nigripis), merupakan kucing liar yang habitat aslinya berada daerah kering, Afrika bagian selatan. Jenis kucing ini paling kecil, memiliki panjang tubuh 38 hingga 42 cm. Felis nigripis termasuk kucing yang dilindungi.
  7. Kucing domestik (Felis silvestris catus), merupakan jenis kucing peliharaan yang biasa mendiami rumah-rumah. Kucing ini biasanya berasal dari ras campuran atau persilangan antar spesies kucing.

Selain tujuh kelompok diatas, kucing pun memiliki dua spesies leluhur yakni Felis attica dan Felis lunensis, namun keduanya telah punah, karena mereka mendiami bumi sekitar 12 juta tahun yang lalu.

Perlu diketahui juga, di alam liar terdapat kucing yang tidak masuk genus felis, mereka adalah Otocolobus dan Prionailurus.

Otocolobus, gambar (wikipedia.org)

Otocolobus, gambar (wikipedia.org)

Otocolobus manul atau disebut juga kucing pallas merupakan jenis kucing liar yang penyebarannya luas namun tidak merata, di padang rumput dan stepa Asia tengah. Kucing pallas rentan punah karena habitat aslinya mengalami degradasi/perubahan, mangsa alaminya berkurang dan perburuan.

Kucing pallas, gambar (wikipedia.org)

Kucing pallas, gambar (wikipedia.org)

Prionailurus merupakan jenis kucing liar yang mampu berenang dengan baik, karena makanan alaminya berupa ikan dan hewan air lainnya. Menurut ahli hewan dari Inggris, Prionailurus memiliki beberapa perbedaan yang mendasar dibandingkan Felis, diantaranya:

  • Corak bulu berbentuk bintik-bintik, seperti pisau, roset, rantai, namun tidak bersatu seperti pada felis
  • Struktur tengkorak kucing prionailurus lebih kecil, rendah dan kurang berkubah daripada felis

Prionailurus dapat diklasifikasikan menjadi lima kelompok utama, yakni:

  1. Kucing hutan bengal (Prionailurus bengalensis), merupakan kucing memiliki corakbulu seperti leopard. Penyebarannya meliputi daerah Bengal (India bag. barat, Bangladesh bag. Timur), sebagian Asia tenggara dan sebagian Asia timur.
  2. Kucing hutan jawa (Prionailurus javanensis), merupakan kucing liar dari pulau jawa yang memiliki corak bulu seperti leopard. Jenis kucing ini di daerah aslinya disebut meong congkok. Penyebarannya meliputi Pulau jawa, bali, borneo, sumatera, dan sebagian Filipina.
  3. Kucing bakau (Prionailurus viverrinus), merupakan kucing yang habitat aslinya di rawa-rawa atau semi akuatik, sehigga disebut juga kucing penangkap ikan. Penyebarannya meliputi Asia tenggara dan selatan.
  4. Kucing kepala datar (Prionailurus planiceps), merupakan kucing khas dari daerah Peninsula atau semenanjung malaya. Daerah ini dimiliki Malaysia, Thailand dan Myanmar. Jenis kucing terancam punah, populasinya sekarang kurang dari 2500an ekor.
  5. Kucing totol (Prionailurus rubiginosus), merupakan jenis kucing terkecil dari genus prionailurus, dimana panjangnya 35-48 cm dengan berat 0,9-1,6 kg. Habitat aslinya berada di India, Nepal dan Sri lanka. Kucing totol pun termasuk kategori hampir punah, populasinya sekarang sekitar 10.000an ekor.

Saat ini kucing merupakan salah satu hewan peliharaan paling populer di dunia setelah ikan dan anjing. Kucing yang memiliki nilai jual tinggi diantaranya kucing Persia, Siam, Manx dan Sphinx, mereka merupakan kucing yang jarang disilangkan dengan kucing ras lainnya, sehingga keturunannya galur murni (pure breed). Jenis kucing galur murni jumlahnya hanya 1% dari populasi kucing di dunia.

Manusia pun telah lama mengenal kucing dan menjadikannya hewan peliharaan yang setia, buktinya dengan ditemukan kerangka kucing berusia lebih dari 9000 tahun yang lalu di daerah timur tengah. Lalu, gambar kucing yang terukur pada piramida memperlihatkan kucing sangat dihormati oleh masyarakat Mesir kuno sebagai hewan peliharaan.

Dari catatan dinding dan kerangka kucing yang ditemukan di mesir, diduga kucing rumahan yang ada saat ini, berasal dari wilayah Afrika utara hingga timur tengah pada zaman Neolithic, yakni sekitar 7500 seblum masehi.

Dan saat ini diperkirakan jumlah kucing kecil di seluruh dunia sekitar 600an juta ekor. Semua itu termasuk kucing dari genus felis dan non-felis.

Karakteristik Biologi Tubuh Kucing (Felis)

Kucing memiliki anatomi yang hampir sama dengan kucing besar, dimana mereka dianugerahi tubuh yang fleksibel, reflex cepat, cakar tajam yang dapat ditarik masuk dan taring yang cocok untuk memangsa.

Indera yang dimiliki kucing menjadikannya hewan predator yang cocok dengan ekologi tempat mereka tinggal. Kucing dapat mendengar bunyi yang mungkin saja tidak dapat didengar telinga manusia, seperti suara tikus dan binatang kecil lainnya.

Rata-rata kucing memiliki berat 4 hingga 5 kg, namun beberapa kucing seperti Maine coon bisa memiliki berat 11 kg. Bila diberi makan berlebihan, kucing dapat mencapai berat tubuh 23 kg!! Dan ini tentunya tidak baik untuk kesehatan kucing tersebut.

Berdasarkan penelitian, umur kucing rata-rata 15 hingga 20 tahun, kucing tertua diketahui berusia 38 tahun 3 hari yang bernama Creme puff. Kucing ini tercatat sebagai kucing paling tua menurut Guinness World Records edisi 2010.

Berdasarkan anatomy tulang tubuh, kucing memiliki 7 ruas tulang leher/tenggorokan, 13 ruas tulang punggung, 7 ruas tulang pinggang, 3 ruas tulang kemaluan dan beberapa ruas tulang ekor.

Hewan vertebrata biasanya memiliki tulang pinggang hanya 5 ruas (termasuk manusia). Dengan kelebihan 2 ruas tulang pinggang ini, menjadikan gerakan memutar seekor kucing lebih fleksibel.

Tidak seperti tangan manusia yang tersambung dengan clavicula atau tulang selangka, clavicula pada kucing bebas tidak terikat dengan tulang tangan, sehingga kepala kucing lebih bebas berputar.

Tulang tengkorak kucing pun agak berbeda dengan kebanyakan hewan mamalia pada umumnya, kucing memiliki kerangka mata lebih besar dengan tulang dagu yang kuat. Di dalam dagu dan rahang atas, terdapat gigi-gigi tajam yang efektif untuk menekuk mangsa.

Kucing dapat mengandung 4 janin sekaligus karena rahimnya memiliki bentuk khusus dengan bagian yang berbeda. Masa kehamilan atau gestasi hewan ini berkisar 2 bulan atau 63 hari. Saat terlahir, anak kucing buta dan tuli, baru setelah usianya 8-10 hari, mereka bisa melihat dan mendengar. Anak kucing akan disapih oleh induknya selama 6 hingga 7 minggu.

Selain struktur tulang kucing istimewa, berikut beberapa hal spesial dari organ kucing yang perlu kita ketahui:

Anatomy tulang kucing, gambar (pinterest.com)

Anatomy tulang kucing, gambar (pinterest.com)

1. Lidah

Perhatikannlah saat kucing makan, kita akan melihat ada semacam tonjolan-tonjolan kecil mirip seperti duri pada lidah kucing. Tonjolan-tonjolan ini disebut papilae.

Papilae merupakan bagian lidah yang tebalnya 500 mikro meter, yang mengandung keratin, zat keras yang mampu menyisir semua kotoran dan debu yang menempel pada bulu. Dengan adanya papilae, kucing mampu merawat diri tanpa harus mandi berendam.

Walaupun begitu, indera reseptor rasa pada kucing terbilang rendah dibandingkan manusia, dimana kucing hanya memiliki 470 sedangkan manusia 9 ribu indera reseptor, sehingga kucing kurang memperdulikan cita rasa makanan yang sedang disantapnya.

2. Hidung

Kelemahan indera pengecap pada kucing ditutupi dengan adanya jaringan yang disebut Jacobson’s organ, yaitu jaringan yang ada pada sistem penciuman kucing, terletak di langit-langit mulut. Jaringan ini disebut juga Vomeronasal.

Dengan melekatnya vomeronasal pada organ penciuman kucing, maka kucing mampu mencium bau makanan yang disukainya dari radius berkali-kali lipat dibandingkan indera penciuman manusia.

Selain itu, melalui indera penciumannya, kucing mampu mendeteksi temperatur makanan dan membedakan makanan basi atau tidak.

3. Mata

Kucing dapat melihat objek disekelilingnya dalam cahaya yang amat terang (pupil mata mengecil) maupun cahaya yang minim (pupil mata membesar). Hal itu dikarenakan kucing memiliki jaringan yang dapat mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk ke retina, yaitu tapetum lucidum.

Tapetum lucidum adalah jaringan berupa lapisan tipis yang ada pada mata hewan vertebrata pada umumnya.Namun tapetum pada kucing lebih sensitif. Tapetum juga yang menyebabkan warna warni mata kucing saat malam hari atau saat difoto dengan blitz.

Selain itu, kucing juga memiliki kelopak mata ketiga yang disebut membran niktitans. Membran ini merupakan suatu lapisan tipis yang berfungsi untuk membasahi mata kucing agar senantiasa bersih dari debu.

4. Kumis

Selain mata, kucing pun dianugerahi beberapa helai kumis (whisker). Kumis pada kucing bukan hanya sekedar hiasan semata, namun ketika cahaya yang ada terlalu sedikit bahkan gelap gulita, kucing akan menggunakan kumis untuk menentukan arah, perubahan angin dan mengetahui letak objek disekeliling benda tanpa melihat.

Bisa dibilang kumis adalah mata ketiga bagi kucing. Kumis juga dapat digunakan oleh kucing untuk menentukan apakah badannya dapat melewati ruangan sempit (seperti pipa atau jeruji pagar), karena jarak antara kedua ujung kucing hampir sama dengan lebar tubuhnya.

5. Daun telinga

Umumnya semua jenis kucing memiliki daun telinga tegak. Namun tidak pada jenis kucing asal Skoltandia, Scottish fold. Scottis fold merupakan salah satu jenis kucing dengan mutasi genetik yang langka, dimana saat dia merasa takut atau marah, daun telinganya akan tertekuk ke belakang. Ketika mendengar suatu suara yang membuatnya tertarik, daun telinganya akan bergerak ke arah sumber suara.

Setelah kita mengetahui klasifikasi serta karakteristik biologi tubuh kucing, berikut akan dipaparkan beberapa jenis kucing yang banyak dipelihara di dunia:

1. Kucing Persia

Kucing persia, gambar (pets4homes.co.uk)gambar (pets4homes.co.uk)

Kucing persia, gambar (pets4homes.co.uk)

Kuicng persia memiliki bentuk wajah bulat, badan rata-rata pendek, hidung pesek, kaki pendek dan bulu yang panjang. Jenis kucing ini berasal dari daerah persia (sekarang Iran). Kucing persia dapat dikelompokan lagi menjadi persia peaknose, persia flatnose, persia himalaya dan persia medium.

2. Kucing Siam

Kucing siam, gambar (verycrazypets.weebly.com)

Kucing siam, gambar (verycrazypets.weebly.com)

Dinamakan kucing siam karena berasal dari negara tetangga, Thailand. Kucing oriental ini memiliki tubuh yang elegan, ramping, fleksibel dan tampak berotot. Kepala kucing ini berbentuk segitiga dengan hidung yang tipis. Bulunya pendek, namun berkilau, halus, lembut, ketat dan melekat pada tubuh.

3. Kucing Manx

Kucing Manx, gambar (youtube.com)

Kucing Manx, gambar (youtube.com)

Jenis kucing satu ini terbilang unik. Manx memiliki ukuran ekor yang lebih pendek dari ras kucing lainnya. Selain itu, kaki depannya juga pendek, sehingga saat berdiri tegap sungguh menggemaskan. Manx berasal dari Inggris.

4. Kucing Spinx

Kuicng spynx, alamat pets4homes.co.uk

Kuicng spynx, alamat pets4homes.co.uk

Spinx merupakan kucing dengan bulu paling pendek sehingga seakan jenis kucing ini seakan tidak memiliki bulu. Kuicng ini berasal dari Kanada dan sulit disilangkan dengan ras kucing lain, sehingga harganya tergolong mahal.

5. Kucing Angora

Kucing angora, gambar (catpedia.net)

Kucing angora, gambar (catpedia.net)

Siapa yang tidak mengenal jenis kucing satu ini, Angora. Kucing yang asalnya dari Turki ini memiliki ciri fisik, hidung mancung, bentuk badan tegap semampai dengan bulu semi panjang.

6. Kucing Maine Coon

Kucing maine coon, gambar(pinterest.com)

Kucing maine coon, gambar(pinterest.com)

Berbadan besar tegap dengan bulu panjang menjadikan maine coon banyak dicari penggemar kucing di seluruh dunia. Jenis kucing ini berasal dari Amerika serikat. Dipercaya kucing ini hasil persilangan dari ras Angora dengan Norwegia forest, sehingga bulu ekor Maine mirip dengan Angora.

7. Kucing Abyssinian

Kucing Abyssinian, gambar (pets4homes.co.uk)

Kucing Abyssinian, gambar (pets4homes.co.uk)

Dari namanya mudah ditebak bahwa kucing ini berasal dari daerah Afrika utara, tepatnya Etiopia dan Mesir. Dengan tubuh sedang-langsing disertai postur kaki yang panjang, sehingga saat berjalan terlihat anggun.

8. Kucing Ragdoll

Kucing ragdoll, gambar (mentalfloss.com)

Kucing ragdoll, gambar (mentalfloss.com)

Ragdoll merupakan kucing dengan suara yang lembut dan mudah bersahabat. Kucing yang berdiam di Amerika ini dihasilkan dari persilangan kucing persia, angora dan Birman.

9. Kucing Savanah

Kucing Savannah, gambar (savannahcatbreed.com)

Kucing Savannah, gambar (savannahcatbreed.com)

Savannah merupakan salah satu ras kucing hybrida hasil persilangan dari kucing domestik dengan Serval, sejenis kucing liar di Afrika (bukan genus felis). Melalui persilangan ini, rata-rata panjang tubuh ini diatas rata-rata kucing domestik.

10. Kucing Garfield

Kucing garfield, gambar (wikimedia.org)

Kucing garfield, gambar (wikimedia.org)

Bagi penggemar film kucing, pastinya tau dengan jenis kucing satu ini, Garfield. Garfield memiliki tubuh besar tegap, hidung agak pesek, dahi lebar, mata bulat serta bulu pendek pada tubuhnya namun tidak pada ekornya.

Jika sedang memelihara kucing atau berniat akan memeliharanya, maka kita harus mengetahui beberapa perilaku unik mereka, diantaranya:

1. Kucing suka tidur

Semua jenis kucing akan tertidur rata-rata 13-14 jam dalam satu harinya. Waktu tidur ini akan bertambah seiring menuanya kucing, sehingga mereka akan tertidur hingga 16 jam bahkan sampai 20 jam dalam satu harinya. Hal ini berarti, 2/3 hidup seekor kucing dihabiskan di alam mimpi.

Selama periode tidur ini, kucing memanfaatkannya untuk menyimpan energi sebanyak mungkin didalam tubuh mereka.

2. Kucing senang kebersihan

Hampir semua kucing takut jika terkena air, sehingga ada anggapan hewan ini susah diajak bersih-bersih misalnya mandi. Namun tahukah, ternyata mandinya seekor kucing berbeda dengan mandi hewan lainnya.

Saat kita melihat kucing menjilat-jilat tubuh mereka, sebenarnya kucing tersebut sedang mandi. Melalui papilae, kucing mampu menyisir semua kotoran dan debu yang menempel pada bulu tubuhnya.

Selain itu, air liur atau saliva yang dimiliki kucing mengandung zat anti kuman sekaligus pembersih. Walaupun begitu, air liur kucing jangan sampai terkena manusia karena dapat memicu alergi pada manusia.

Bahkan waktu yang diperlukan untuk aktivitas ini terbilang lama, itu artinya hewan ini cinta kebersihan.

3. Kucing mudah bersosialisasi

Saat kita mengadopsi kucing liar ataupun kucing dipenangkaran hewan, mereka mampu beradaptasi dengan cepat dan baik. Hal itu dikarenakan, kucing merupakan salah satu hewan yang mudah bersosialisasi.

Selain dengan manusia, kucing pun jika berada kita tempatkan dalam kondisi kondusif dengan hewan lain, misalnya musuh alaminya, anjing, mereka dapat hidup bersama-sama. Walaupun begitu, kucing pun memerlukan waktu menyendiri yang tidak ingin diganggu.

4. Kucing bisa mendengkur

Salah satu kelebihan kucing dibandingkan hewan peliharan lainnya, yakni mereka mampu mengeluarkan suara dengkuran. Dengkuran dapat dikeluarkan saat mereka berada dalam kondisi tertentu, misalnya saat mereka merasa senang dan bahagia, saat mereka merasakan sakit, bahkan saat mereka akan mati.

Menurut penelitian ilmiah, suara dengkuran kucing berada pada kisaran 25 hingga 150 Hz atau sama dengan kecepatan getaran yang dihasilkan mesin diesel yang sedang menyala. Suara dengkuran ini membuat mereka nyaman, mengurangi stress dan depresi.

5. Kucing pintar berkomunikasi

Kucing rumah dapat menggunakan berbagai suara untuk berkomunikasi dengan pemiliknya, mulai dengan mengeluarkan suara “meow”, mendengkur dan mengeram. Selain suara, kucing pun mampu berkomuniasi dengan menggunakan body language, misalnya merubah arah ekor, menekuk nekuk daun telinganya (khusus kucing Scottis fold), sebagian bulu berdiri, melilit-lilit tubuhnya atau meremas-remas tangan dan kakinya.

Apabila kucing mendadak berisik dengan mengeluarkan suara “meow-meow-meow…’, biasanya mereka sedang kelaparan. Dan apabila bulu kucing mendadak berdiri, mereka biasanya merasakan adanya bahaya atau ada sesuatu yang membuat mereka ketakutan.

6. Kucing pintar memijat

Memijat merupakan salah satu aktivitas kegiata yang dapat dilakukan kucing terhadap kucing lain atau kucing terhadap manusia. Kucing memijat dengan cara menekankan telapak tangannya secara bergantian.

Sedangkan saat menyusui, anak kucing sering kali memijat-mijat perut induknya sendiri. Hal itu dilakukan agar air susu mengalir lancar, keluar melalui puting –puting induknya. Apabila kucing memijat pemiliknya, hal itu menandakan bahwa mereka merasa aman dan nyaman dengan anda.

7. Kucing suka berburu

Pada umumnya jenis kucing liar suka berburu ketimbang kucing rumahan. Bakat alami ini dimanfaatkan para petani tempo dulu dalam menjaga lumbung-lumbung padi saat panen tiba. Hewan buruan yang disukai kucing diantaranya tikus, burung kecil, cicak, kodok dan hewan kecil lainnya.

8. Kucing suka bermain

Jika kucing liar suka berburu, kucing rumah sukanya adalah bermain. Khusus jenis kucing kitten muda, mereka dikenal sebagai kucing periang yang gemar bermain. Dengan mimik muka yang seperti akan menerkam mangsa, mereka melompat kesana kemari dengan gesitnya, menangkap umpan berupa untaian tali rapia atau kain yang digerak-gerakan.

Mungkin karena ada persamaan antara bermain dengan berburu, menjadikan aktivitas bermain bagi kucing sebagai ajang mengasah kemampuan mereka dalam berburu tikus kelak. Misalnya menggerakan mainan yang disambungkan dengan tali secara perlahan-lahan. Akan tetapi jika gerakannya terlalu cepat, kucing akan kehilangan minatnya (ini menandakan kucing tahu bahwa mereka sedang bermain, bukan berburu).

Referensi:
https://en.wikipedia.org/wiki/Cat
https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_cat_breeds
https://en.wikipedia.org/wiki/Felis
https://en.wikipedia.org/wiki/Pallas%27s_cat
https://en.wikipedia.org/wiki/Prionailurus

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

To Top