Connect with us

Gunakan Lingkaran Emas dalam Mendesain Produk!

golden-circle-lingkaran-emas-simon-sinek

Entrepreneur

Gunakan Lingkaran Emas dalam Mendesain Produk!

David Butler, seorang vice president of innovation perusahaan Coca-Cola menuliskan buku yang sangat menarik untuk kita pelajari yang membahas bagaimana cara mendesain pengembangan usaha dengan judul “Design to Grow: How Coca-Cola Learned to Combine Scale and Agility (and How You Can Too)”.

Dalam buku tersebut Butler dengan jelas menuliskan kekaguman akan model Golden Circle (Lingkaran Emas) yang juga dia terapkan dalam mendesain Coca Cola di tahun yang sama.

Gomuda - Sweater Rajut Pria

Golden Circle atau Lingkaran Emas pertama kali diperkenalkan oleh Simon Sinek, seorang penulis, peneliti, pendidik dalam bukunya berjudul “Start With Why”, dan dia presentasikan dalam TED Talks tahun 2009 yang bisa kita lihat kembali di Youtube.

Simon Sinek menjelaskan model/konsep tersebut dapat dipergunakan untuk membahas keterikatan atau hubungan antara apa, bagaimana dan mengapa orang dan perusahaan hebat bisa sukses.

Diapun memaparkan bahwa seorang pemimpin, perusahaan atau orang hebat memulai “berpikir, bertindak, berkomunikasi dan “menginspirasi” dengan sebuah pertanyaan “Mengapa”.

Lingkaran emas menunjukan orang hebat, perusahaan hebat terlebih dulu fokus pada tujuan – mengapa mereka melakukan apa yang mereka lakukan-bukan bagaimana mereka melakukannya atau apa yang mereka hasilkan.

Berikut adalah bagan dari Lingkaran Emas menurut Simon Sinek, yang merupakan konsep rumit namun dibuat menjadi lebih mudah kita pahami.

lingkaran-emas

Konsep Golden Circle (Lingkaran Emas) – Simon Sinek

Dari bagan di atas, saya sendiri menyimpulkan penjelasan Simon Sinek dan David Butler yang disesuaikan dengan usaha saya sendiri “Gomuda” sebagai berikut:

Lingkaran emas ini bisa diterapkan dalam mendesain sebuah produk baru atau usaha baru serta dapat diterapkan dalam tahap pengembangan usaha melalui analisa kelebihan produk, kelemahan produk yang berujung pada kepuasan pelanggan.

Mempelajarinya beberapa hari tentang konsep Golden Circle Simon Sinek ini, dimulai dari pertanyaan Mengapa, kemudian Bagaimana dan diakhiri dengan pertanyaan Apa, membuat saya mengumpulkan semua karyawan untuk membahas Gomuda saat ini dan kedepannya dalam rapat terlama kami yang menghasilkan kesimpulan menarik tentang visi, misi, kelebihan produk, kelemahan produk sekaligus cara kita akan menggapai tujuan serta memperbaikinya.

Pertama, Mengapa?

Pertanyaan ini bisa dibilang merupakan hal paling penting dalam mendesain produk unik. Saat kita bertanya “mengapa Anda membuat produk ini/itu?”, maka serangkaian jawaban essay mulai kita gali dengan seksama.

Satu pertanyaan mengapa yang saya coba cari jawabannya tentang produk Gomuda sudah cukup mewakili bagaimana cara Gomuda dapat bersaing dengan yang penjual lain untuk produk yang sama.

Berikut pertanyaan yang saya lempar pada 8 karyawan dan saya sendiri untuk dijawab:

“Mengapa orang membeli produk Gomuda?”

Tentu saja dalam hal ini secara online karena Gomuda fokus di online shop baik melalui marketplace maupun website sendiri.

Saat menjawab pertanyaan Mengapa orang membeli produk Gomuda, maka yang muncul adalah jawaban tentang kelebihan Gomuda, kemudian dilanjut dengan pertanyaan yang bertolak belakang

“Mengapa orang tidak membeli produk Gomuda atau tidak kembali lagi membeli produk Gomuda?”

Pertanyaan ini membuat kami menggali alasan atau kelemahan Gomuda yang memungkinkan pembeli tidak membeli atau tidak kembali membeli.

Sehingga jika disimpulkan kami menemukan kelebihan dan kelemahan yang dilihat dari segi:

  1. Kualitas produk (kualitas bahan, kerapihan jaitan, motif, warna, finishing, quality control, dll)
  2. Pelayanan (Respon, Pengiriman, Solusi Komplen, Packaging)
  3. Harga (kemurahan/kemahalan atau cukup diterima atau sudah pas diterima, apakah harga yang ditentukan masih profit setelah dikurangi seluruh operasional)

Tiga hal di atas merupakan indikator dari kepuasan pelanggan, sesuai dengan apa yang dijelaskan Kotler bahwa:

“The company can increase customer satisfaction by lowering its price, or increasing its service, and improving product quality”.

Maksudnya, perusahaan dapat meningkatkan kepuasan konsumen dengan jalan menjual produk dengan mengurangi harga, atau meningkatkan layanan, dan meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan.

Karena kami tidak ingin bersaing di harga atau sering disebut perang harga termurah, maka kualitas produk dan kualitas pelayanan yang terus kami maksimalkan. Karena saat kedua hal tersebut terpenuhi, konsumen biasanya tidak lagi memperhatikan harga selama masih worthed.

Saat kelebihan dan kelemahan kita susun, maka tujuan pembuatan produk baru, visi dan misi Gomuda menjadi lebih mantap.

Serta tak lupa dalam menyusun kelebihan dan kelemahan produk pasti akan disangkutkan dengan pesaing, yang secara tidak langsung menganalisis produk pesaing. Yang terpenting pula kita akan melihat hal unik dari produk atau usaha yang menjadi nilai lebih dalam menarik konsumen untuk membeli dan kembali membeli hingga jadi konsumen loyal.

Saya pun berpesan dalam menentukan kelebihan usaha, sekecil apapun itu jika membuat penjualan meningkat, maka disebut dengan kelebihan dan kita pun harus bangga dan terus memperbaikinya.

Kesimpulannya, pertanyaan “Mengapa” membuat kami menggali beberapa hal penting dalam mendesain produk atau pengembangan usaha yakni:

  1. Tujuan seperti Target pasar, Visi dan Misi Gomuda atau tujuan membuat produk
  2. Kelebihan Gomuda dibandingkan dengan pesaing
  3. Kelemahan Gomuda dibandingkan pesaing
  4. Analisa pesaing
  5. Penentuan produk unik Gomuda
  6. Produk baru apa yang akan laku

Kedua, Bagaimana?

Setelah kita mempertanyakan Mengapa orang membeli produk? atau mengapa kita membuat produk tersebut? Tentu saja akan ditindaklanjuti dengan pertanyaan:

“Bagaimana cara membuat produk tersebut?, atau bagaimana meningkatkan penjualan produk?, bagaimana cara meningkatkan kualitas produk? serta bagaimana memperbaiki kelemahan produk?”.

Pertanyaan bagaimana membawa kita untuk berpikir melakukan proses terbaik dalam membuat sebuah produk yang sesuai dengan keinginan konsumen, proses bagaimana meningkatkan kualitas produk dan pelayanan hingga cara dalam memasarkan produk dengan lebih tepat.

Ketiga, Apa?

Setelah menjawab dua pertanyaan sebelumnya, pertanyaan terakhir ini, menunjukkan produk seperti apa yang diinginkan konsumen Gomuda mulai dari motif, warna, ukuran, harga, kualitas dan lain-lain.

Dalam bahasa sederhananya, Produk Apa yang akan kita desain/buat?

Selain itu pertanyaan Apa, membawa kami untuk menganalisa pertanyaan “Apakah produk/layanan mendukung pertanyaan Mengapa?”

Apakah saling terikat dan terhubung dari pencarian tujuan, proses/cara, hingga muncul sebuah produk.

Misalnya:

Mengapa? Tujuan Gomuda memaksimalkan tampilan pria produktif/eksekutif muda lebih stylish dan elegan menggunakan sweater rajut

Bagaimana? Caranya membuat produk menggunakan mesin rajut lebih canggih/komputerisasi agar menghasilkan motif elegan dan lebih rapi serta di washing agar lebih lembut dan kuat

Apa? Produk sweater rajut pria terbaru – O-Neck Mats dua pilihan warna dengan desain unik seperti motif tikar.

Analisis, motif tikar ini hanya bisa dirajut dengan mesin rajut komputerisasi (jawaban bagaimana) yang membuatnya unik dan elegan cocok buat ngantor dipadupadankan dengan kemeja, hangout atau traveling (jawaban mengapa/tujuan).

Saat semuanya terhubung, maka membuat produk baru akan lebih siap dan maksimal.

Konsep lingkaran emas ini sangat membantu kami Gomuda dalam membuat/mendesain produk baru dan pengembangan usaha termasuk tentang salah satu dari dua hal penting yang harus dilakukan agar menjadi usaha yang lebih maju diantaranya “SKALA

Kita akan bahas sekilas tentang dua hal penting dalam menjalankan usaha baik usaha baru mulai atau usaha kecil apapun itu hingga usaha besar selanjutnya.

Penulisan ini bisa dibilang tentang apa yang saya pahami sebagai Owner untuk diterapkan pada Gomuda, sebagaimana yang dijelaskan David Butler yang menerapkannya pada Coca Cola, meskipun wawasan saya bisa jadi terpaut sangat jauh dengan dia.

Namun setidaknya apa yang kita pahami kita terapkan dan analisa secara berulang. Tidak harus semuanya sama, karena kesuksesan masing-masing setiap orang memiliki pola bahkan kadang jalan yang berbeda. Yang terpenting bukan ingin sukses dengan persis cara mereka, tapi sukses dengan cara kita melalui inspirasi ilmu yang mereka miliki.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Mengenal dan Menerapkan Manajemen Bisnis dalam Usaha Online - 4muda.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

To Top