Connect with us

Kenalkah dengan Konteks Bisnis? Setiap Bisnis Memilikinya

konteks-bisnis-gomuda

Entrepreneur

Kenalkah dengan Konteks Bisnis? Setiap Bisnis Memilikinya

Mungkin beberapa dari kita belum mengetahuinya, berikut sekilas tentang konteks bisnis yang semoga menjadi wawasan bersama dalam menjalankan bisnis.

Wawasan tentang konteks bisnis saya peroleh dalam buku yang sama berjudul “Design to Grow: Cara Coca-Cola Menggabungkan Skala & Kegesitan (Dan Bagaimana Anda Bisa Melakukannya Juga)”.

Gomuda - Sweater Rajut Pria

Bisnis yang kita jalani memiliki konteks yang terdiri dari:

konteks-bisnis

Konteks Bisnis

  1. Industri bisnis kita (seperti produksi)
  2. Konsumen kita
  3. Pesaing kita
  4. Ekonomi Negara kita
  5. Kebijakan Pemerintah Negara kita termasuk Politik

Mau tidak mau kita harus mampu bertahan dengan permasalahan konteks bisnis. Baik permasalahan industri seperti produksi yang tidak sesuai atau bisa jadi tempat jualannya seperti permasalahan dan kebijakan marketplace, permintaan dan komplain konsumen, pesaing kita yang lebih baik, ekonomi negara yang kurang bersahabat, kebijakan pemerintah yang kadang tidak menguntungkan, termasuk masalah politik yang membuat runyam.

Seperti yang sedang terjadi hari ini, ekonomi negara kita sedang mengalami masalah terutama nilai tukar rupiah menurun drastis, ini terjadi karena beberapa faktor termasuk:

  1. Inflasi,
  2. Suku bunga,
  3. Neraca perdagangan yang defisit,
  4. Masalah ekspor impor dimana impor berlebih,
  5. Hutang publik,
  6. Hingga politik dan ekonomi yang tidak kondusif.

Saat dollar naik, rupiah turun yang makin tampak adalah bahan baku produksi naik. Hal ini mempengaruhi pabrik produksi yang menjadi partner mengharuskan dirinya menaikan harga produksi. Otomatis, sebagai penjual dengan pertimbangan tertentu jika kenaikan biaya produksi tinggi akan menaikan harga jual kepada pembeli.

Apabila demikian adanya, maka kerja keras dan lebih cerdas kita upayakan agar penjualan minimal bertahan di omzet yang sama dan bisnis tetap jalan.

Dunia semakin kompleks, begitupun dalam bisnis makin kompleks. Cara berbisnis tak lagi sama persis seperti dahulu. Sehingga menurut Butler, Mendengar dan bereaksi cepat adalah segalanya.

Meskipun Facebook sudah menjadi raksasa sosial media, mereka tidak bisa berpuas diri, sehingga facebook mengakusisi Instagram dan Whatsapp dengan harga tinggi untuk tetap menjadi paling depan.

Itu hanya salah satu contoh konteks bisnis yang baru saya pahami dan rasakan.

Semoga memberikan manfaat

Ditulis Oleh: Abdurrahim
Tanggal 5 September 2018

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

To Top