Connect with us

Jenis Tikar dan Karpet Dari Dulu Hingga Sekarang

tikar-ruang-keluaraga gambar (Overstock.com)

Tahu Gak

Jenis Tikar dan Karpet Dari Dulu Hingga Sekarang

Bisa dibilang tikar atau penutup alas (mat) merupakan salah satu penemuan manusia paling sederhana namun sangat dibutuhkan yakni sebagai alas duduk atau tidur. Di Indonesia, tikar biasanya dibuat dari berbagai jenis daun bisa dari daun kelapa, pandan atau siwalan. Seiring berjalannya waktu, tikar pun dapat dibuat dari bahan plastik atau karet.

Jenis tikar berbahan dasar daun umunya mempunyai bentuk sangat sederhana dan bertekstur kasar, di madura disebut ghidang, sedangkan dalam bahasa sunda disebut samak. Dalam masyarakat tradisional Indonesia, khususnya di Madura tikar yang terbuat dari daun pandan dipakai sebagai pembungkus kasur saat acara pernikahan.

Gomuda - Sweater Rajut Pria

Bagaimana dengan jenis tikar yang ada di negara lain? Apakah sama dengan yang ada di Indonesai? Berdasarkan informasi yang telah kami himpun, hampir semua negara awalnya membuat tikar dari berbagai daun yang memiliki tulang daun panjang dan dikeringkan agar dapat dianyam. Sehingga tikar zaman dulu tergolong kedalam produk kerajinan tangan atau handmade.

Seiring berjalannya waktu, bahan untuk membuat tikar beralih dari daun ke serat tanaman, seperti di Inggris dikenal coir atau serabut kelapa, di Filipina dikenal manila hemp atau serat pohon pisang.

Selain dari pohon kelapa dan pisang, serat dari tanaman Jerami, Typha, Chamaerops, Borassus, Pandan, Lontar, Tebu atau Cyperus pangorei pun dapat dijadikan sebagai bahan utama untuk membuat tikar. Lalu agar tikar yang dihasilkan lebih tahan lama, karet pun digunakan sebagai bahan campurannya.

Berikut beberapa jenis tikar tradisional yang ada di dunia:

1. Samak

samak mendong

Samak mendong, gambar: deskgram.com

Samak merupakan salah satu jenis tikar nusantara yang masih bertahan eksistensinya hingga kini. Samak dibuat dengan cara menganyam ratusan bahkan ribuan daun jerami kering.

Samak berasal dari kebudayan orang sunda, jawa barat. Selain dari jerami, bahan untuk membuat samak bisa berasal dari daun lontar, pandan dan daun eurih yang sudah keringkan. Untuk membuat sebuah samak dengan ukuran sedang, kita harus menyediakan sedikitnya 5000 – 7.000 daun jerami kering.

Selain di jawa barat, tikar tradisional pun dapat kita jumpai di jawa tengah dengan bahan utama pohon mendong, di Sumatera dengan bahan baku serat pohon purun, pandan duridan bambu. Di kalimantan tikar dibuat dengan bahan baku rotan dan pandan duri. Sedangkan di Papua tikar dibuat dengan bahan baku daun pohon sagu.

2. Korai Paai

korai paai, gambar(sculpe.com)

korai paai, gambar(sculpe.com)

Wujud korai paai hampir serupa dengan samak. Korai paai merupakan tikar tradisional dari masyarakat Tamil Nadu, India Selatan. Bahan bakunya berasal dari tanaman bernama Cyperus pangorei (Korai dalam bahasa Tamil).

Masyarakat india biasanya memberi warna merah, hijau atau ungu pada hasil anyaman tikar mereka. Tikar yang mereka hasilkan dari tanaman korai ini memiliki tekstur lentur, halus dan memiliki harga jual tinggi.

3. Tatami

tatami, gambar (keepo.com)

tatami, gambar (keepo.com)

Tatami merupakan sebuah penutup lantai khas Jepang yang biasanya terbuat dari tenunan alang-alang dan kain sebagai penutup sekaligus pengunci di bagian tepi-tepinya.

Tatami mempunyai bentuk dan ukuran yang beragam dan sekelilingnya dijahit dengan kain brokade atau kain hijau yang polos. Ukuran standar tatami berkisar 91 cm x 182 cm.

Pada mulanya, tatami merupakan barang mewah yang hanya dapat dimiliki oleh orang kaya. Saat itu kebanyakan rumah orang miskin di Jepang tidak memiliki lantai. Tatami kemudian menjadi populer pada abad ke-17.

Sekarang, tatami masih bertahan dan eksis, setidaknya satu atau beberapa ruangan di setiap rumah di Jepang memiliki tatami.

4. Permadani

Permadani, gambar (egyptianstreets.com)

Permadani, gambar (egyptianstreets.com)

Permadani merupakan tikar khas dari timur tengah, khususnya daerah Persia. Dalam sejarahnya permadani dipakai untuk menutup meja dan dinding. Namun sekarang, permadani biasa dipakai untuk menutupi lantai.

Saat jalur perdagangan antara Asia timur dan Eropa barat ramai, yakni saat Konstantinopel berada dibawah kontrol Turki Usmani, maka semua barang dari Timur tengah, termasuk Permadani dikenalkan ke Eropa, dan disana permadani disebut Carpita (bahasa italia kuno) yang artinya membului. Sehingga saat ini disebut karpet.

Yang menjadikan permadani disukai daripada tikar–tikar produk lainnya di dunia, yakni terdapat lapisan yang menyembul keatas (pile) yang berbulu yang lembut dan enak jika di duduki. Bulu-bulu yang dijahit sempurna biasanya berasal dari wol atau serat buatan manusia seperti polypropylene.

Namun sekarang untuk mempercepat proses produksi, tikar dibuat dalam skala pabrik menggunakan mesin-mesin otomatis. Jenis tikar-tikar yang dibuat pun tidak hanya sekadar untuk alas duduk atau tidur saja, namun dibuat dengan berbagai tujuan dan manfaat.

Berikut Jenis tikar berdasarkan tujuan dan manfaat penggunaannya:

1. Domestics Mat

Jenis tikar rumah merupakan yang paling banyak diproduksi dan umum ditemui di pasaran, karena memang diperuntukan untuk digunakan sehari-hari, maka disebut domestics mat. Domestics mat memiliki banyak variannya, tergantung jenis ruangnya. Berikut jenis tikar rumah yang ada di pasaran:

Doormat

doormat, gambar (Notonthehighstreet.com)

doormat, gambar (Notonthehighstreet.com)

Merupakan jenis tikar yang dibuat khusus untuk menghilangkan kotoran seperti tanah atau debu agar tidak terbawa ke dalam rumah. Tikar ini biasanya terletak dekat dengan pintu masuk depan.

Penutup ini biasanya terbuat dari bahan agak keras dan tahan lama seperti dari serat kelapa, borasus, nilon, karet, atau material lainnya. Karena letaknya berada di depan pintu masuk, biasanya dikenal juga dengan welcome mat atau keset selamat datang.

Cabinet mat

Jenis tikar yang berfungsi melindungi benda-benda yang ada dapur apabila terjatuh, sehingga tikar ini biasanya terbuat dari bahan karet.

Bath mat

Bath mat, gambar (amazon.com)

Bath mat, gambar (amazon.com)

Sejenis tikar yang terbuat dari karet yang digunakan untuk menutupi lantai kamar mandi. Penutup ini sangat berguna untuk meminimalisir kaki slip dengan lantai saat berjalan di kamar mandi.

Place mat

serving mat, gambar (youtube.com)

serving mat, gambar (youtube.com)

Disebut juga serving mat adalah sebuah benda berbentuk persegi yang biasanya digunakan untuk menutupi meja makan. Tujuan dibuatnya alas penutup ini yakni agar panas dari makanan tetap terjaga dan tidak merusak material meja.

Living mat

tikar-ruang-keluaraga gambar (Overstock.com)

tikar-ruang-keluaraga gambar (Overstock.com)

Living mat jenis tikar yang biasa digunakan untuk menutupi ruang tamu atau ruang keluarga. Tikar jenis ini nantinya banyak dikembangkan sehingga munculah istilah karpet.

2. Car Mat

car mat, gambar (lelong.my)

car mat, gambar (lelong.my)

Car mat atau penutup alas kendaraan saat ini telah menjadi salah satu hal wajib yang harus dimiliki sebuah kendaraan. Penutup ini dibuat untuk menolong melindungi para pengguna kendaraan dari rasa panas yang muncul dari bawah mobil saat kendaraan beroperasi.

Penutup kendaraan ini biasanya terbuat dari karet sintetis pilihan yang didisain anti slip dan tahan panas.

3. Anti Fatigue Mat

Anti fatigue mat, gambar(workplacestuff.co.uk)

Anti fatigue mat, gambar(workplacestuff.co.uk)

Dari namanya mungkin agak aneh, namun tikar ini telah ada sejak tahun 90-an dan banyak digunakan tanpa kita sadari. Tikar anti lelah pada dasarnya didisain untuk menolong seseorang yang aktip bekerja pada posisi berdiri dalam jangka waktu yang lama.

Umunya tikar anti lelah ini merupakan kombinasi pola kesehatan dengan bantalan dibawahnya. Bantalan terbuat dari bahan fleksibel yang mampu menstimulasi aliran darah dari dan menuju kaki. Bahan fleksibel ini juga berfungsi sebagai insulator antara kaki dengan permukaan keras dibawahnya, dinginnya lantai, getaran, dan bentuk lantai.

Saat ini, tipe tikar jenis ini banyak digunakan didalam ruang-ruang rumah sakit, klinik, khususnya ruang bedah yang tujuannya agar dokter merasa nyaman dan stabil saat berdiri mengoperasi pasien.

Selain itu, tikar ini juga bisa digunakan oleh ibu rumah tangga, khususnya dipasang di lantai dapur, mencegah kelelahan saat mereka memasak. Jenis tikar ini juga banyak digunakan oleh dapur makanan cepat saji, restoran, hotel, dan pabrik manufaktur.

4. Cleanroom Mat

Cleanroom mat, gambar (alibaba.com)

Cleanroom mat, gambar (alibaba.com)

Sering kali seseorang menginginkan sebuah ruang terbebas dari kotoran, bakteri dan debu sekecil mungkin yang mungkin terbawa dari luar, contohnya seperti ruang laboratorium atau penelitian, maka diperlukan sebuah tikar yang berfungsi menjaga sterilisasi area tersebut, maka terciptalah cleanroom mat atau penutup alas ruang bersih.

Penutup jenis ini memiliki sifat agak lembap, non slip sehingga saat kaki atau sepatu kita menginjaknya, semua kotoran akan langsung menempel pada penutup alas tersebut. Oleh karena itu bahan untuk membuat penutup ini biasanya terbuat dari bahan polyethylene film yang dibungkus oleh partikel akrilik yang bersifat adesif.

5. The Kind Mat

Kind mat, gambar (kindmat.com)

Kind mat, gambar (kindmat.com)

The kind mat atau studio mat merupakan tikar yang didisain khusus untuk orang-orang yang suka berolahraga. Biasanya olahraga yang memakai tikar ini yakni yoga.

Setidaknya tikar ini memiliki tiga lapis bahan, bahan pertama (paling bawah) berfungsi sebagai peredam getaran sekaligus anti slip, bahan kedua bersifat bantalan terbuat dari material pilihan dan bahan ketiga (paling atas) bersifat anti-lelah dan anti air, sehingga kaki dan tangan pengguna lebih nyaman dan stabil saat berolahraga.

Di Indonesia sendiri kind mat sering disebut matras olahraga. Ada beberapa tipe kind mat yang ada dipasaran nusantara.

  • Single matras, yakni tikar gulung yang terbuat dari bahan karet.
  • Puzzle matras, yakni tikar ini terbuat dari bahan styrofoam, yang tersusun dari beberapa bagian.

Pernahkah kita tertukar antara tikar (mat), rug dan karpet?

Perlu dibedakan antara istilah tikar (mat), karpet dan rug. Tikar mengacu pada penutup alas lantai yang terbuat dari anyaman ribuan daun atau serat tanaman atau juga serat sintetis. Jika karpet mengacu pada penutup lantai yang memiliki lapisan atas berupa anyaman dari bulu-bulu wol atau serat buatan menyerupai bulu yang tersusun rapi sehingga empuk diduduki.

Sedangkan Rug sendiri mengacu pada bahasa Old Norse (sekarang Norwegia) yang artinya penutup lantai, baik itu tikar atau karpet, namun hanya menutupi sebagian luas lantai, namun umumnya rug merupakan sinonim atau nama lain dari tikar (mat).

Sekilas Mengenai Karpet

Karpet atau carpet pada dasarnya sebuah penutup lantai yang memiliki ciri khusus yakni adanya lapisan yang menyembul keatas (pile) yang terjalin dengan lapisan di bawahnya. Lapisan yang menyembul inilah yang menjadi ciri khas karpet dibandingkan tikar.

Karpet dapat diproduksi pada sebuah alat tenun, seperti halnya dalam pembuatan kain. Berdasarkan teknik pembuatan dan pile yang dihasilkan, maka ada beberapa tipe karpet yang ada di pasaran:

1. Woven carpet

Woven carpet merupakan karpet yang diproduksi dengan cara di tenun/anyam, baik oleh alat tenun tradisional maupun alat tenun pabrik. Pile yang dihasilkan biasanya berbentuk plush atau berber.

Karpet plush yakni karpet yang memiliki pile terpotong (cut pile), sedangkan karpet berber pilenya tertutup (loop pile). Namun saat ini ada model terbaru, yakni gabungan dua pile (plush dan berber) dalam satu karpet, yang disebut karpet cut loop atau tip sheared carpet.

Selain tekstur plush dan berber, woven carpet pun mempunyai beberapa varian lainnya, seperti Saxony, yakni karpet dengan pile terpotong seperti plush, hanya saja lebih halus dan rapi dalam pemotongannya. Satu lagi, Berber cut pile, yakni karpet berber yang dipotong.

Warna benang dan diameter benang pun akan mempengaruhi bentuk dan disain karpet. Semakin banyak teknik dan variasi yang digunakan, semakin mahal juga karpet yang dihasilkan. Saat ini penghasil karpet ternama berasal dari negara Iran, India, Pakistan dan Arabia.

2. Needle felt

Needle felt carpet, gambar(indiamart)

Needle felt carpet, gambar(indiamart)

Dengan pesatnya perkembangan teknologi, maka selain ditenun dan dianyam, maka benang-benang di jahit secara intermingling dan felting pada jarum yang seperti duri dan bercabang. Dengan teknik penjahitan seperti ini dihasilkanlah Needle felt carpet.

Secara umum, karpet ini memiliki bentuk cut pile atau loop pile yang bercabang banyak, namun terkoneksi satu sama lain. Needle felt disebut juga non woven carpet.

3. Knotted pile carpet

Karpet knotted pile merupakan jenis tikar yang memiliki pile terpotong dan tertutup dengan penambahan benang weft atau pakan yang muncul pada knot-knot tertentu, yang panjangnya satu hingga tiga knot. Dengan penambahan benang pakan ini, maka pile yang dihasilkan akan terkesan acak-acakan.

Pada dasarnya terdapat dua tipe knotting:

  • Symemetrical, disebut juga ghiordes knot (dalam bahasa turkish) merupakan karpet knotted yang benang pakannya menyembul keatas pada knot yang sama. Sedangkan
  • Asymmetrical, disebut juga senneh knot (dalam bahasa persian) merupakan karpet knotted yang benang pakannya menyembul keatas pada knot yang berbeda.

Karpet yang menggunakan teknik pembuatan knooted ini diantaranya shag carpet yang populer tahun 1970an, Oriental rug yakni karpet knotted yang dirajut secara manual, misalnya karpet dari daerah Asia tengah seperti India, Turkmenistan dan kasmir.

Saking pentingnya kebudayaan menenun bagi masyarakat Turkmenistan, maka bendera nasional negara mereka mengandung disain karpet di sisi kiri benderanya, terdapat lima jenis tikar yang menandakan lima wilayah penghasil industri karpet negara tersebut.

4. Tufted

Tufted carpet, gambar (bowe.cc)

Tufted carpet, gambar (bowe.cc)

Tufted carpet merupakan jenis tikar yang dibuat dengan cara menginjeksi atau memasukan benang tambahan antar dua lapisan. Lapisan yang dimaksud adalah layer yang telah di dibuat sebelumnya. Biasanya antara lapisan satu dan lainnya terdapat latex atau perekat. Celah itulah yang dimanfaatkan untuk memasukan benang tambahan tadi.

Contoh karpet tufted yakni Hessian, yakni penutup lantai yang dibuat dari bahan kulit pohon jute yang dikombinasikan dengan serat tanaman atau wool. Hessian dapat dijumpai di India, Jamaica dan beberapa negara karibia.

5. Flatwoven

Flatwoven merupakan jenis tikar yang dibuat dengan menyambungkan benang warp (lungsin) dan benang weft (pakan) tanpa ada pile yang menyembul keatas. Sehingga flatwoven sering disebut karpet tanpa bulu.

Jenis flatwoven Oriental (Timur tengah) diantaranya kilim, soumak, venetian, dutch, dan damask.

  • Kilim, merupakan jenis tikar kecil atau rug yang berasal dari kerajaan turki otoman, diperuntukan sebagai alas untuk beribadah. Di Indonesia disebut sajadah.
  • Soumak, yakni jenis tikar kecil dari Borchali, Georgia pada abad ke 19. Bentuk dan motifnya hampir sama dengan kilim.
  • Venetian, yakni jenis tikar kecil dari venice, italia.
  • Dutch, yakni jenis tikar kecil dari Belanda.
  • Damask, yakni jenis tikar yang berasal dari kota damaskus, ramai diperjualbelikan sekitar abad ke 14.

Referensi:
https://en.wikipedia.org/wiki/Mat
https://en.wiktionary.org/wiki/rug
https://en.wikipedia.org/wiki/Carpet
https://www.webstaurantstore.com/guide/683/types-of-floor-mats.html
https://www.kindmat.com/shop/kind-mat/

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

To Top