Connect with us

Jenis Online Marketing dan Mengapa Penting?

online-marketing

Entrepreneur

Jenis Online Marketing dan Mengapa Penting?

Online marketing atau sering dikenal internet marketing atau digital advertising, merupakan cara terkini yang mengubah bagaimana sebuah iklan dapat dilihat masyarakat jauh lebih cepat dan efektif.

Jika sebelumnya iklan sering hadir di media cetak dan televisi, maka hari ini kita akan lebih sering menemukan iklan komersial melalui media online seperi Youtube, Facebook, hingga Google search.

Gomuda - Sweater Rajut Pria

Kemudahan dan kecepatan penyampaian informasi iklan pada masyarakat dunia melalui online marekting, menjadi alasan utama era serba internet ini.

Jumlah pengguna smartphone dunia terus meningkat setiap harinya, yang kemungkinan banyak dari kita menggunakannya hampir 24 jam. Sehingga sasaran utama online marekting ini sebagian besar adalah generasi melek teknologi, pengguna internet yang sering kita sebut generasi milenial dan generasi y.

Pada dasarnya iklan online adalah semua iklan yang muncul pada saat kita menggunakan internet.

Berikut adalah jenis-jenis online marketing yang mungkin sudah kita kenal.

1. Banner Ads

Online-Marketing-Banner-Ads

Online Marketing: Banner Ads

Banner ads sering kita lihat saat membuka sebuah website. Keberadaanya saat ini menjadi salah satu jenis online marketing yang ampuh.

Biasanya banner ads ini tampil di bagian atas website, bagian bawah website, pada artikel baik sebelum paragraf pertama artikel, atau setelah beberapa paragraf artikel hinggga bagian samping website (disebut sidebar).

Banner ads paling populer biasanya berukuran 300×250 pixel, 300×600 pixel, atau lebih besar dan lebih kecil tergantung letak dan template website itu sendiri.

Banner ads biasanya dipasang oleh pemilik website itu sendiri untuk menampilkan produk yang ingin dipublikasikan, ataupun banner ads dari pemilik produk pengiklan yang menggunakan platform adwords atau affiliate marketing untuk disimpan pada website kita setelah menyetujui menjadi affiliate marketer atau publisher ads dengan bayaran tertentu sesuai dengan peraturan platform nya.

2. Youtube Ads

online-marketing-youtube-ads

Online Marketing: Youtube Ads

Hari ini saat melihat iklan di TV untuk produk tertentu, kita akan melihatnya juga di youtube.

Youtube telah menjadi situs kumpulan video paling wahid saat ini. Keberadaanya telah mencetak anak muda kaya raya melalui kreatifitas yang ditampilkannya, baik sebagai musisi, ataupun vlogger (video blogger) yang terus menjamur hingga kalangan selebiritis dan pejabat negara sekalipun.

Tak heran Youtube adalah cara paling efektif untuk mempublikasikan produk, terutama berupa video kepada jutaan umat pengguna internet di seluruh dunia dari beragam jenis profesi dan usia.

3. Facebook Ads

online-marketing-facebook-ads

Online Marketing: Facebook Ads

Jika Youtube bentuk iklannya berupa video, berbeda dengan facebook yang menjadi pilihan terbaik untuk melakukan online marketing saat ini berupa gambar, artikel, video, hingga tampilan produk barang sekalipun.

Karena beragamnya jenis iklan yang bisa ditampilkan di facebook, disertai kemudahan dalam pengaturan dan pembayaran dana iklan saat ini, di Indonesia sendiri, facebook ads telah jadi sarana utama para digital marketer dalam mengiklankan produk.

4. Instagram Ads

online-marketing-instagram-ads

Online Marketing: Instagram Ads

Instagram ads, kini menjadi favorit pengiklan yang mengincar kaum milenial dalam memasarkan produk baik fashion, jasa maupun makanan. Khususnya fashion, mulai dari endors hingga instagram story dan iklan posting jadi cara terbaik meningkatkan brand dan penjualan.

Selain bisa endors, instagram menyediakan iklan sama dengan facebook baik berupa foto maupun video yang pengaturannya satu paket dengan facebook ads. Cukup efektif bahkan sangat efektif kala melakukan online marketing dengan sasaran generasi milenial.

5. Google Ads

Online-Marketing-Adword

Online Marketing: Adword

Tak kalah dengan pamor facebook ads, Google ads yang kita kenal dengan Adwords untuk pemilik iklan, Adsense untuk publisher iklan sangat populer sebelum kehadiran facebook ads dan hingga saat ini masih banyak digunakann, mengingat google search tetap menjadi jawara penggunaan halaman pencarian.

Iklannya bisa berupa tulisan dan tautan saja yang mendeskripsikan secara singkat sebuah produk, atau berupa banner ads seperti yang dijelaskan di atas, dan yang terbaru berupa shopping ads.

Cara menggunakan Adwords, hampir mirip dengan facebook namun lebih rumit tetapi cukup efektif terutama pada iklan pencarian dan banner ads.

Terlebih saat ini ada Adwords Express yang dapat digunakan jauh lebih mudah layaknya instagram ads. Bedanya Adwords Express untuk iklan pencarian saja.

6. Email Marketing

online-marketing-email-marketing

Online Marketing: Email Marketing

Email marketing terus berkembang sejak kemunculan mailing list. Email marketing sangat efektif dalam menyebarkan informasi produk, baik barang maupun jasa.

Banyak platform yang bisa digunakan untuk email marketing, yang paling populer saat ini dua diantaranya mail chimp, atau yang sedang naik daun di Indonesia ada kirim.email.

Email marketing dilakukan setelah memperoleh data konsumen yang mendaftarkan diri melalui email subscribers ataupun saat melakukan login dalam pembelian produk yang dibeli nya.

Terkadang email marketing yang masuk pada subscribers, bisa berupa SPAM atau masuk ke halaman promosi pada email. Hal ini terjadi karena ketatnya google mail (Gmail), salah satunya dalam menerapkan pembagian email yang masuk, apakah termasuk pada utama, sosial atau promosi.

7. Sponsored Tweets

online-marketing-sponsored tweets

Online Marketing: Sponsored Tweets

Twitter memang sudah turun pamor, tapi masih menjadi platform sosial media yang banyak digunakan user setianya di dunia. Di beberapa negara mungkin iklan ini tidak begitu efektif tapi dibeberapa negara lainnya masih terbilang cukup efektif.

8. Pop Up Ads

online-marketing-pop-up-ads

Online Marketing: Pop Up Ads

Pop Up Ads ini bagi sebagian pengguna website bisa dibilang cukup mengganggu karena menghalangi posting artikel yang akan kita baca. Meskipun hanya beberapa detik tetap saja mengganggu terlebih jika iklan tayang menutupi semua halaman website dan dalam waktu lebih dari 5 detik.

Namun demikian cara ini efektif karena to the point menampilakan brand dan produk dengan jelas dalam waktu singkat.

Pop up ads juga bisa selalu muncul tetapi hanya di bagian tertentu, umumnya di bawah, seperti yang sering kita lihat pada aplikasi android yang mengandung iklan.

9. Blogging

online-marketing-article

Online marketing: Sponsored Article

Cara terakhir dari daftar jenis online marketing yang dibahas ini, bisa dibilang sangat tepat guna.

Blogging menjadi bagian dari laman penting sebuah website untuk memperkenalkan produk atau menceritakan sebuah produk dan memberikan wawasan pada customernya.

Hal ini banyak dilakukan oleh e-commerce, termasuk e-commerce populer di Indonesia, seperti tokopedia yang getol memberikan informasi melalui blog.tokopedia.com.

Ataupun pengiklan yang mengiklankannya melalui jasa para blogger yang biasanya diminta menjadi reviewer sebuah produk melalui cara penulisannya masing-masing.

Masih ada lagi jenis online marketing yang digunakan pengiklan, namun ke-9 jenis di atas paling banyak digunakan saat ini.

Kemudian, apa yang menjadi online marketing begitu penting dan menarik? Berikut ulasannya.

1. Harga

Online marketing bisa menjadi cara tercepat dan termurah untuk beriklan. Iklan online dapat dibuat, diposting dan direvisi dengan cepat dan dengan biaya rendah. Tidak perlu dengan jutaan rupiah, hanya dengan puluhan ribu sudah bisa beriklan secara online dan ini sangat membantu UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) untuk memperluas pasar lewat digital advertising.

Ada tiga model pembiayaan iklan yang umumnya dilakukan, dikenal dengan nama berikut:

  1. CPA (Cost Per Action) – Dalam model ini, semua risiko jatuh pada penerbit iklan. Pengiklan hanya membayar penerbit jika seseorang mengklik dan menyelesaikan transaksi.
  2. PPC (Pay Per Click) – model pembiayaan iklan online model ini adalah yang paling umum. Pengiklan membayar ketika seseorang mengklik iklan tersebut, namun mereka tidak perlu menyelesaikan pembelian agar publisher/penerbit dapat menerima pembayaran. Pada jenis iklan model ini, kata kunci target sangat penting.
  3. CPM (Biaya Per Mille) – Yang lebih dikenal dengan CPT (Cost Per Thousand), pengiklan membayar untuk exsposure, berdasarkan pengunjung ke website dan melihat iklan. Iklan CPM tidak perlu di Klik oleh pengunjung, contohnya berupa iklan Popads. Tetapi jika pengunjung blog atau web kita mengklik iklan CPM yang dipasang, maka publisher akan mendapatkan penghasilan tambahan.

2. Cepat

Setelah desain iklan selesai, iklan online dapat segera dipublikasikan kapanpun. Publikasi iklan online tidak perlu dikaitkan dengan jadwal publikasi penerbit seperti pada televisi.

Bahkan bisa menjadwalkan iklan selama satu bulan penuh dengan pengaturan jam tertentu sesuai kebutuhan, dan bisa di pause saat diperlukan.

Selain itu, pengiklan online dapat memodifikasi atau mengganti salinan iklan lebih cepat daripada iklan offline.

3. Data

Pengiklan online dapat mengumpulkan data tentang efektifitas iklan, seperti jumlah pemirsa potensial atau respons pemirsa yang sebenarnya, bagaimana pengunjung mencapai iklan mereka, apakah iklan tersebut menghasilkan penjualan, dan apakah iklan benar-benar terlihat oleh pengunjung.

Hal ini dapat membantu pengiklan online memperbaiki kampanye iklan mereka dari waktu ke waktu.

4. Format Iklan Fleksibel

Pengiklan memiliki beragam cara untuk menyajikan pesan iklan, termasuk kemampuan untuk menyampaikan gambar, video, audio, dan tautan. Tidak seperti kebanyakan iklan offline.

5. Tertarget

Publisher dapat menawarkan kepada pengiklan kemampuan untuk mencapai segmen pasar yang dapat disesuaikan dengan target iklan.

Online marketing dapat menggunakan penargetan geografis untuk menampilkan iklan yang relevan dengan geografi pengguna.

Pengiklan dapat menyesuaikan setiap iklan dengan pengguna tertentu berdasarkan preferensi pengguna sebelumnya. Pengiklan juga dapat melacak apakah pengunjung telah melihat iklan tertentu untuk mengurangi eksposur berulang yang tidak diinginkan dan memberikan jarak waktu yang cukup di antara eksposur.

6. Cakupan Iklan

Online marketing bisa menjangkau hampir setiap pasar global, dan tentu saja iklan online dapat memengaruhi penjualan offline.

Misalnya dengan beriklan melalui instagram ads atau facebook ads dan adwords, pembeli selain bisa membeli produk melalui website, juga bisa datang langsung ke alamat toko offline yang tercantum pada iklan, atau setelah bertanya-tanya untuk mengunjungi toko.

7. Meningkatkan Kekuatan Mulut ke Mulut (Word of Mouth)

Menurut Nielsen, laman penelitian digital advertising, 92% konsumen percaya rekomendasi dari teman dan keluarga (“dari mulut ke mulut”) atas semua bentuk iklan, dan online marketing terhitung sangat efektif.

ShareThis” yang merupakan alat berbagi ini memiliki pandangan unik tentang fenomena mulut ke mulut.

Alat berbagi seperti tombol ShareThis memungkinkannya untuk menyentuh kehidupan 95% pengguna internet Amerika di lebih dari 2 juta situs penayang dan 120 lebih saluran media sosial.

Dalam penelitian kuantitatifnya, “Return on a Share, Quantifying the Monetary Value of Social Sharing,” ditemukan:

  • Rekomendasi memberi dampak lebih besar pada keputusan pembelian konsumen dibandingkan dengan merek dan harga – 57% keputusan pembelian karena rekomendasi.
  • Online share hampir sama berharganya dengan rekomendasi orang lain – 9,5% konsumen cenderung untuk membeli produk dengan rekomendasi yang dibagikan melalui tombol “share” dengan nilai bagus dibandingkan dengan 10,6% melalui rekomendasi pribadi yang sangat baik. Sebaliknya, rekomendasi negatif dapat mengurangi minat beli sebesar 11% untuk online share dan 11,2% untuk penilaian negatif dari perorangan.
  • Nilai spesifik dari online share dapat ditentukan dengan mengukur berapa banyak konsumen akan membayar produk jika mereka memiliki rekomendasi online yang bagus (via tombol sharing).

Jika diperhatikan hal ini bisa juga terjadi saat kita membagikan artikel yang inspiratif, atau banyaknya share dan like pada sebuah produk yang unik dan menarik. Sehingga secara tidak langsung makin banyak like dan yang membagikan sebuah produk akan menambah nilai dari iklan itu sendiri yang pada akhirnya meningkatkan penjualan.

Referensi:
[1] https://www.thebalance.com/the-different-forms-of-digital-advertising-38451
[2] https://marketingland.com/10-reasons-digital-advertising-works-brands-108151
[3] https://en.wikipedia.org/wiki/Online_advertising

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

To Top