Connect with us

Inilah Jenis dan Sumber Limbah/Sampah Di Dunia

sumber-sampah-limbah

Green

Inilah Jenis dan Sumber Limbah/Sampah Di Dunia

Limbah atau sampah telah menjadi isu lingkungan utama di mana-mana sejak revolusi industri. Selain limbah yang kita buat di rumah, sekolah, dan tempat umum lainnya, limbah juga berasal dari rumah sakit, industri, pertanian, dan sumber sampah lainnya.

Dalam kesehariannya, manusia sangat memerlukan banyak material dan semuanya hampir berakhir sebagai sampah. Dan tahukah kamu kemana sampah berakhir?

Gomuda - Sweater Rajut Pria

Apa itu sampah atau limbah?

jenis-sampah-limbah

Sampah atau limbah, gambar: bhujbolechhe.org

Limbah atau sampah adalah barang-barang (individu, kantor, sekolah, industri, rumah sakit) yang sudah tidak diperlukan dan dibuang. Sampah memiliki jumlah tak terbatas dan memiliki beberapa ukuran mulai dari sekecil sikat gigi bekas, hingga sebesar bus sekolah.

Setiap orang sudah pasti menciptakan limbah. Meskipun beberapa orang sangat sadar lingkungan, namun mereka tetap menciptakan sampah hanya saja dalam jumlah yang sangat sedikit. Sama seperti beberapa negara yang melakukan pekerjaan sangat baik dalam menciptakan limbah yang sedikit dan mengelola sisanya.

Sementara beberapa orang dan negara berupaya menciptakan sedikit limbah, sebagian lainnya malah melakukan hal mengerikan dengan membuang sampah sembarangan dan telah menciptakan masalah lingkungan besar bagi orang-orang dan hewan yang hidup di bumi.

Tahukah kamu?

Eropa menghasilkan sekitar 1,8 miliar ton limbah setiap tahun. Ini berarti setiap orang menciptakan sekitar 3.5 ton sampah setiap tahunnya. Negara kaya dan maju yang tergabung dalam Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) menyumbang sampah terbanyak di dunia dengan presentase 44%.

Presentase sumbangsih sampah tiap negara di dunia

Negara-negara kaya yang tergabung dalam OECD membuat hampir setengah sampah dunia. Asia Timur dan Pasifik (EAP) memberikan kontribusi 21% sampah. Afrika dan Asia Selatan menghasilkan limbah lebih sedikit, gambar: theatlantic.com

Bagaimana dengan Indonesia?

Berdasarkan sumber yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia yang di update 15 Juli 2016, diketahui bahwa sampah terbanyak disumbang dari rumah tangga, dan data sampah yang berhasil dikumpulkan oleh petugas kebersihan di Indonesia hanya sekitar 18,84 juta ton per tahun setiap provinsi. Sisanya, sampah yang tidak terkumpul oleh petugas dinas terkait terhitung sekitar 81,16 juta ton per tahun setiap provinsi.

data sampah dipilah di indonesia

Persentase Rumah Tangga Menurut Provinsi dan Perlakuan Memilah Sampah Mudah Membusuk dan Tidak Mudah Membusuk, 2014, di update 15 Juli 2016, gambar: bps.go.id

Pulau Jawa adalah pulau terkecil diantara lima pulau besar di Indonesia, tetapi menghasilkan sampah paling banyak. Jumlahnya sangat signifikan, bahkan hampir mencapai 21,9 juta ton per tahun. Hal ini terjadi karena berkorelasi dengan kepadatan penduduk di Pulau Jawa. Provinsi Jawa barat adalah provinsi terbesar penghasil sampah seiring bertambahnya jumlah penduduk yang mencapai sekitar 2,5 juta jiwa di tahun 2016.

Menurut Direktur Umum PD Kebersihan Kota Bandung, Deni Nurdyana, produksi sampah Kota Bandung sebagai Ibu kota Jawa Barat menghasilkan sampah rata-rata 1.500 sampai 1.600 ton setiap harinya. Saat weekend bertambah lebih dari 1.600 ton, yang artinya setiap orang warga Bandung menghasilkan sampah sekitar 0.6 kg.

Sebagian besar sampah rumah tangga tidak dimanfaatkan dengan baik dan cenderung diangkut ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Bahkan data Jambeck (2015), Indonesia berada di peringkat kedua dunia penghasil sampah plastik ke laut yang mencapai sebesar 187,2 juta ton setelah Cina yang mencapai 262,9 juta ton.

Dari sekian banyak sampah yang dihasilkan, terdapat 6 jenis sampah yang umumnya kita temukan.

presentase jenis sampah terbanyak

Presentase jenis sampah terbanyak di dunia, gambar: theatlantic.com

Berdasarkan laporan terbaru dari worldbank.org, sebagian besar sampah di dunia berupa sampah organik seperti dari makanan yang kita makan, sisa makanan hewan, dan hortikultura yang mencapai hampir setengah limbah di dunia dengan presentase 46%, disusul kertas dan plastik sebanyak 27%.

1. Solid (Padat)

Sampah padat adalah setiap sampah yang kita buang dari segala jenis aktivitas, termasuk sampah perkotaan, sampah industri, sampah pertanian, sampah biomedis, dan sampah radioaktif.

2. Liquid (Cair)

Merupakan sampah dalam bentun non-padat atau cairan. Beberapa sampah juga dapat dikonversi ke bentuk limbah cair untuk dibuang termasuk limbah yang dihasilkan dari mencuci, pembilasan atau proses manufaktur industri yang disebut limbah cair.

3. Gass (Gas)

Ini adalah limbah yang dilepaskan dalam bentuk gas dari mobil, pabrik atau pembakaran bahan bakar fosil, seperti minyak bumi, dan bercampur di atmosfer.

4. Hazardous (Berbahaya)

Limbah atau sampah berbahaya adalah sampah yang berpotensi mengancam kesehatan masyarakat atau lingkungan. Limbah tersebut bisa terbakar (dapat dengan mudah terbakar), reaktif (dapat dengan mudah meledak), korosif (dapat dengan mudah terkontaminasi melalui logam) atau beracun (beracun bagi manusia dan hewan).

Di banyak negara, limbah berbahaya diwajibkan oleh hukum untuk melibatkan otoritas yang tepat untuk mengawasi pembuangan limbah berbahaya tersebut. Contohnya termasuk alat pemadam kebakaran, tangki propana tua, pestisida, peralatan yang mengandung merkuri (misalnya, termostat) dan lampu (misalnya neon) dan baterai.

5. Organic (Organik)

Sampah organik berasal dari tanaman atau hewan. Umumnya dalam bentuk sisa makanan, buah dan kulit sayuran, hiasan bunga dan bahkan kotoran anjing dapat diklasifikasikan sebagai limbah organik.

Limbah jenis ini adalah biodegradable (berarti mudah diuraikan oleh organisme lain dari waktu ke waktu dan berubah menjadi pupuk kandang). Banyak orang saat ini mulai mengolah sampah organik menjadi kompos dan menggunakannya di kebun sebagai pupuk alami.

6. Recyclable (Dapat didaur ulang)

Daur ulang adalah pengolahan bahan yang digunakan (limbah) menjadi baru dan produk yang berguna. Hal ini dilakukan untuk mengurangi penggunaan bahan baku yang akan digunakan.

Limbah yang dapat berpotensi didaur ulang disebut “Recyclable Waste“. Produk aluminium (seperti untuk kemasan minuman soda, susu dan tomat), plastik (kelontong tas belanja, botol plastik), produk kaca (seperti kemasan minuman jus, dan pecahan kaca), produk kertas (dalam bentuk amplop yang digunakan, surat kabar dan majalah, serta kardus) dapat didaur ulang dan termasuk dalam kategori ini.

Berikut adalah 10 sumber sampah yang merupakan hasil dari aktivitas manusia di bumi.

1. Municipal

Municipal Waste umumnya dikenal sebagai sampah terdiri dari barang sehari-hari yang kita gunakan dan kemudian dibuang.

Ini termasuk sampah atau limbah dari rumah tangga, sekolah, kantor, pasar, restoran dan tempat umum lainnya. Sampah keseharian seperti sisa makanan, kantong plastik yang telah digunakan, kaleng soda dan botol air plastik, furnitur patah, peralatan rumah rusak, pakaian, dan lainnya.

prosentase sampah-municipal-solid

Persentase sampah municipal solid di Amerika 2013 sebanyak 254 juta ton, gambar: archive.epa.gov

Diagram di atas merupakan salah satu data tentang persentase sampah padat atau solid yang termasuk sumber sampah Municipal di Amerika tahun 2013. Ternyata sampah berupa “paper” seperti kertas, tisu dan sejenisnya memiliki jumlah lebih banyak dibandingkan sampah plastik ataupun makanan. Hal ini juga menjadi perhatian besar bahwa masalah dunia hari ini bukan hanya sampah plastik namun juga sampah kertas dan sejensinya.

2. Medical/Clinical

Limbah medis/klinis, biasanya mengacu pada sampah yang dihasilkan dari fasilitas pelayanan kesehatan, seperti rumah sakit, klinik, ruang bedah, rumah sakit hewan dan laboratorium. Sampah-sampah ini cenderung diklasifikasikan sebagai limbah bahaya.

Salah satu jenis sampahnya termasuk alat-alat bedah, obat-obatan, darah, bagian tubuh, dan jarum suntik.

3. Agricultural

Biasanya, ini adalah limbah yang dihasilkan oleh kegiatan pertanian. Termasuk hortikultura, tumbuhan buah, benih yang tumbuh, peternakan, kebun, pasar dan pembibitan bibit.

Jenis sampah dalam kelompok ini termasuk wadah pestisida kosong, buah kakao, obat-obatan/pupuk kadaluarsa, kulit jagung dan banyak lainnya.

4. Industrial

Sejak revolusi industri, kenaikan jumlah industri manufaktur kaca, kulit, tekstil, makanan, elektronik, plastik dan produk logam, minyak bumi hingga semen dan listrik telah memberikan kontribusi besar untuk sampah bumi. Seperti yang bisa kita temukan di rumah, setiap jenis perabotan rumah tangga yang diproduksi kebanyakan menghasilkan limbah saat proses produksi.

5. Construction/Demolition

Puing-puing beton, kayu, kotak kemasan besar dan plastik dari bahan bangunan termasuk limbah konstruksi yang dihasilkan sebagai sisa dari pembangunan jalan dan bangunan. Pembongkaran bangunan tua dan rangka bangunan pun menghasilkan sampah, yang disebut limbah pembongkaran.

6. Commercial

Sebagai hasil dari kemajuan kota modern, baik dalam industri dan produksi mobil, limbah yang dihasilkan setiap hari berada dalam skala besar dari perusahaan komersial. Termasuk pula sampah makanan, barang-barang medis sekali pakai, tekstil dan banyak lagi.

7. Mining

Kegiatan penambangan juga menghasilkan limbah yang berpotensi mengganggu fisik, kimia dan biologi tanah dan suasana. Limbah termasuk overburden material, limbah tambang (sisa setelah penggalian bijih dari batu), gas berbahaya yang dikeluarkan oleh peledakan dan lainnya.

8. Radioactive

Sumber sampah radioaktif termasuk reaktor nuklir, pertambangan zat radioaktif dan ledakan atom.

9. Electronic

Ini adalah limbah dari perangkat elektronik dan listrik. Ponsel, DVD dan music player, TV, telepon, komputer, laptop, pembersih vakum dan semua peralatan listrik di rumah yang tidak lagi berguna adalah sampah elektronik.

Disebut juga sebagai e-waste, e-memo, atau sampah peralatan listrik dan sampah elektronik. Beberapa e-waste (seperti TV) mengandung timbal, merkuri dan kadmium, yang berbahaya bagi manusia dan lingkungan.

10. End-of-life Automobile

Ketika mobil menjadi tua dan tidak lagi berfungsi, dimanakah mereka berakhir? Banyak orang hanya meninggalkan mobil rusak hingga berkarat di ladang kosong.

Di banyak kota, kendaraan ini dikirim ke pabrik, di mana semua bagian removable diambil untuk didaur ulang. Sisanya diratakan dan dibuat berkeping-keping untuk didaur ulang. Bagian terakhir yang tidak dapat digunakan lagi dikirim ke tempat pembuangan sampah.

Lalu, kemana sampah berakhir?

Di kedua negara kaya maupun miskin, sebagian besar limbah berakhir di tempat pembuangan sampah yang sering disembunyikan. Meskipun sebagian kecil sampah di daur ulang menjadi barang baru lebih berguna, namun faktanya kebanyakan sampah berakhir menjadi gunung sampah, termasuk sampah plastik yang kian hari kian menumpuk di lautan, dan meracuni biota laut.

Referensi:
http://www.eschooltoday.com/waste-recycling/sources-of-waste.html
http://byjus.com
http://sampahmasyarakat.com/2016/03/21/statistik-sampah/
https://www.bps.go.id/index.php/linkTabelStatis/1939
http://web.mit.edu/urbanupgrading/urbanenvironment/sectors/solid-waste-sources.html
http://www.theatlantic.com/business/archive/2012/06/26-trillion-pounds-of-garbage-where-does-the-worlds-trash-go/258234/

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Jenis Alat Kebersihan Rumah Dari Dulu Hingga Sekarang - 4muda.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

To Top