Connect with us
angin-menerbangkan-layang-layang

Fisika

Angin Lokal

Pernahkah kamu bermain layang-layang? Mengapa layang-layang bisa terbang naik saat kita tarik benangnya? Atau pernahkah kamu melihat kincir angin berputar? Mengapa kincir tersebut bisa berputar? Alasannnya adalah adanya angin yang berhembus dan menggerakan benda tersebut. Lantas, tahukah kamu kenapa bisa ada angin?

Kata angin bukan lah kata yang asing. Istilah ini sangat familiar dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun angin bukan hal yang baru dan sering kita rasakan keberadaannya, tetapi banyak yang belum tahu apa itu angin dan bagaimana angin ini bisa terjadi?

Gomuda - Sweater Rajut Pria

Untuk bisa menjelaskan angin dan bagaimana terjadinya angin kita dapat menjelaskannya dengan gabungan antara beberapa konsep yaitu konsep tekanan dan konsep suhu.

Angin merupakan aliran udara di permukaan bumi yang terbentuk akibat adanya perubahan tekanan udara di dua tempat yang berbeda. Udara akan mengalir dari tempat bertekanan tinggi menuju tempat yang bertekanan rendah.

Perbedaan tekanan antara dua tempat disebabkan oleh perbedaan suhu udara di dua tempat sebagai konsekuensi perbedaan pemanasan oleh sinar matahari. Makin besar perbedaan suhunya, maka perbedaan tekanannya juga semakin besar, sehingga angin akan bergerak semakin kencang.

Secara umum angin dibedakan menjadi dua jenis, yaitu angin lokal yang terbentuk akibat adanya perbedaan tekanan udara pada dua tempat yang berdekatan dan angin global yang arahnya selalu tetap sepanjang tahun.

Saat ini kita akan batasi pembahasan pada angin lokal saja yang terdiri dari angin darat dan angin laut, angin gunung dan angin lembah, angin turun, angin muson, serta angin siklon dan antisiklon.

Angin Darat dan Angin Laut

Angin darat dan angin laut terjadi karena perbedaan pemanasan antara daratan dan lautan. Pada siang hari daratan lebih cepat panas dibandingkan dengan laut, akibat kalor jenis daratan lebih kecil daripada kalor jenis air laut. Pemanasan yang lebih ccepat di darat menimbulkan pemuaian udara di atas daratan yang lebih besar sehingga massa jenisnya menjadi lebih kecil.

angin-darat-angin-laut

Dalam konsep fluida zat yang massanya lebih kecil akan berada di atas zat yang lebih besar massa jenisnya sehingga udara di atas daratan akan naik. Kekosongan udara di daratan menyebabkan tenakan udara yang lebih kecil dari pada tekanan udara di atas laut. Maka udara yang ada di atas lautan akan terdorong menuju daratan yang tekanan udaranya kecil. Angin ini disebut dengan angin laut.

Sebaliknya, pada malam hari daratan lebih mudah melepaskan kalor dibandingkan lautan sehingga suhu udara di atas lautan lebih tinggi dari pada suhu di atas daratan. Akibatnya tekanan udara di laut lebih kecil dari pada di darat sehingga udara akan terdorong dari darat menuju lautan. Angin ini disebut dengan angin darat.

Adanya angin darat dan angin laut biasanya dimanfaatkan oleh para nelayan dalam usaha penangkapan ikan. Para nelayan biasanya melaut menangkap ikan pada malam hari dengan memanfaatkan angin darat dan pulang membawa hasil tangakapan ikan dengan menggunakan dorongan dari angin laut.

Angin Gunung dan Angin Lembah

Angin gunung dan angin lembah terjadi secara periodik seperti halnya pada angin darat dan angin laut. Angin gunung biasanya terjadi pada malam hari, dimana angin berhembus dari puncak gunung ke lembah. Sebaliknya angin lembah terjadi pada siang hari, dimana udara bergerak dari lembah ke puncak gunung.

angin-gunung-angin-lembah

Fenomena terjadinya angin lembah pada siang hari dan angin gunung pada malam hari, gambar: Zupitak.blogspot.com

Terjadinya angin gunung dan angin lembah dapat dijelaskan sebagai berikut. Pada siang hari, puncak gunung akan menerima panas matahari lebih awal dibandingkan dengan bagian lembah. Udara di puncak gunung akan menjadi lebih tinggi dan menyebabkan pemuaian udara di puncak gunung.

Dengan pemuaian tersebut, massa jenis udaranya menurun dan akan naik sehingga timbul kekosongan udara di puncak gunung dan tekanannya menjadi lebih kecil. Udara yang ada di lembah gunung memiliki suhu yang rendah dan tekanan lebih tinggi sehingga udara akan bergerak dari lembah menuju puncak gunung yang disebut angin lembah.

Sebaliknya, pada malam hari suhu udara di puncak gunung akan menurun lebih cepat dibandingkan di lembah gunung, sehingga tekanan di lembah lebih kecil dibandingkan dengan puncak gunung dan udara akan mengalir dari puncak gunung ke lembah gunung. Terjadilah angin gunung.

Angin Turun

Angin ini merupakan angin yang mengalir turun dari puncak gunung dan berasal dan berasal dari lembah gunung yang ada disebrangnya. Setelah melewati puncak gunung, angin ini turun dari dengan suhu yang lebih tinggi.

angin-turun

Angin turun yang terbentuk sebagai udara sisa setelah turun hujan

Udara basah mengalir dari permukaan laut yang mempunyai suhu sekitar 250 C naik menuju puncak gunung. Pada ketinggian sekitar 1000 m berlangsung proses adiabatik kering sehingga suhu udara turun mencapai suhu 100C. Udara ini mengalir terus menuju puncak gunung sekaligus mengalami penerunun suhu secara kontinu akibat uap basah sudah mengembun dan turun menjadi hujan.

Di lereng gunung yang bersebrangan angin tersebut turun dan suhu angin akan mengalami kenaikan. Setelah sampai di lembah suhu angin dapat lebih tinggi dari suhu awalnya. Contoh dari angin turun ini adalah angin bohorok, angin kumbang, angin gending.

Angin Muson

Angin muson merupakan angin yang terjadi karena perbedaan musim di belahan bumi bagian utara dan bagian selatan. Penyebabnya adalah dua daratan yang luas dan bersebrangan dengan katulistiwa, misalnya Asia di belahan bumi utara dan Australia di belahan bumi selatan.

angin-muson

Faktor yang berpengaruh adalah gerak revolusi bumi mengelilingi matahari dimana antara bulan April sampai bulan september belahan bumi utara mendapatkan penyinaran matahari lebih lama dari pada belahan bumi selatan. Enam bulan berikutnya, yaitu bulan Oktober sampai bulan Maret, belahan bumi selatan lebih panas dari pada belahan bumi utara.

Pada waktu matahari berada di belahan bumi utara, belahan bumi utara menjadi lebih panas sehingga massa jenisnya menjadi lebih kecil dan terjadi aliran udara dari benua Australia ke benua Asia.

Pada saat itu terjadi angin muson timur. Sebaliknya pada buan Oktober hingga Maret di daerah benua Australia memiliki suhu yang lebih panas sehingga terjadi pergerakan udara dari benua Asia ke benua Australia. Pada saat tersebut terjadilah angin muson barat.

Angin Siklon dan Antisiklon

Angin siklon terjadi karena adanya daerah yang memiliki tekan minimum atau disebut dengan daerah depresi. Daerah ini dikelilingi oleh daerah yang bertekanan udara yang lebih tinggi sehingga udara akan bergerak terpusat ke daerah tersebut dengan bentuk gerakan udara spiral.

angin-siklon-antisiklon

Sedangkan angin anti siklon terjadi akibat adanya daerah yang memiliki tekanan udara maksimum dan dikelilingi oleh daerah-daerah yang bertekanakan rendang sehingga udara dari satu daerah akan bergerak terpencar ke daerah lain dengan bentuk gerakan spiral.

Pada daerah pusat siklon, angin bergerak ke atas dan ekornya berbentuk kerucut. Angin siklon yang sangat kuat dapat menghancurkan rumah-rumah atau pepohonan yang ada di permukaan bumi. Angin siklon memiliki beberapa nama yang berlaku di daerah-daerah tertentu. Di Indonesia angin siklon dikenal dengan istilah angin puyuh atau angin puting beliung.

angin tornado

Sedangkan di Amerika angin siklon yang sangat kuat di sebut dengan angin tornado. Di India Barat angin siklon dikenal dengan nama angin Hurricane. Di China dikenal dengan nama Typhoon atau Taifun.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

To Top