Connect with us

5 Tips Hemat Uang Kala Belanja Online

tips hemat uang belanja

Life Smart

5 Tips Hemat Uang Kala Belanja Online

Pernahkah tiba-tiba terpikir ingin hemat uang karena pertengahan bulan angka di rekening tabungan sudah mengecil dan memendek? Ulasan berikut ini akan mencoba untuk memecahkan masalah anda, ehem, sebenarnya, kita semua.

Sedari kecil, orang-orang yang lebih tua sering mengingatkan atau memberi petuah “hemat pangkal kaya, rajin pangkal pandai,” dengan tujuan agar kita bisa hemat uang supaya ke depannya menjadi kaya dan, tentu saja, rajin belajar agar mendapat rangking nomor 1 di sekolah.

Gomuda - Sweater Rajut Pria

Namun, kenyataannya, seringkali pepatah tersebut hanya terngiang di telinga saja tanpa ada pengaruhnya terhadap kebiasaan jajan atau belanja kita, hemat uang pun bablas entah kemana. Dan, lucunya, petuah tersebut baru teringat dan diresapi maknanya ketika dompet sudah menipis atau angka di rekening tabungan sudah nyaris nol di tengah bulan.

Kebiasaan jajan dan belanja memang sangat menyenangkan dan tidak terasa kerugiannya. Namun, apabila tidak dikendalikan, kebiasaan ini bisa menjadi sumber masalah baru bagi kita. Jika sudah akut, perbuatan seperti meminjam uang atau berutang tidak akan ragu dipilih agar mampu memenuhi keinginan dan hasrat ini.

Dan, puncaknya, apabila berutang diiringi dengan menunda-nunda membayar utang, bukan hanya hidup menjadi tidak tenang akibat dikejar-kejar penagih utang saja, namun juga reputasi ikut turun di mata orang-orang sekitar kita.

Agar terhindar dari kerugian-kerugian tersebut, berikut adalah lima tips hemat uang saat berbelanja online, yang bisa juga diterapkan dalam belanja offline.

1. Belilah barang bekas, rekondisi, atau model lama

Tidak dipungkiri kita semua suka ‘mainan’ baru, namun yang terbaru sudah pasti harganya akan lebih mahal daripada barang-barang keluaran musim lalu. Apabila memungkinkan, kita dapat hemat uang dengan membeli barang rekondisi atau dalam bahasa Inggrisnya adalah “refurbished.”

elektronik-bekas

elektronik-bekas, gambar: treehugger.com

Produk rekondisi adalah barang yang tidak memenuhi standar kualitas, dikembalikan oleh penjualnya ke pabrik produsen, dan dicek apakah masih layak pakai; kemudian dijual kembali dengan harga yang jauh lebih murah setelah melalui proses reparasi dan penggantian komponen rusak/lama.

Membeli barang bekas juga bisa jadi pilihan selanjutnya. Kini, rata-rata online shop menyajikan pilihan bagi penjual apakah barang tersebut masih baru atau sudah bekas. Apabila ingin membeli barang bekas namun keterangannya kurang jelas, kita dapat menggunakan aplikasi chat/ngobrol atau kirim pesan kepada penjual agar lebih pasti.

Apakah itu bertanya tentang kapan barang tersebut pertama kali digunakan, sudah berapa kali digunakan, bahkan apabila memungkinkan, menawar harga barang tersebut.

Salah satu barang bekas terpopuler di online shop adalah elektronik terutama smartphone. Membeli smartphone bekas bukan berati kualitasnya jelek karena ada pilihannya, yaitu barang bekas seperti baru alias Like New, atau refubrished untuk ponsel cerdas tertentu seperti iPhone. Kualitas mereka seperti baru, namun dengan harga yang jauh lebih murah bahkan hingga setengahnya.

Saran bagi penggila flagship atau ponsel mahal, belilah smartphone yang like new dengan usia flagship ponsel sekitar 2-3 tahun. Selain harga jauh lebih murah, kualitas smartphone masih dapat dibilang tangguh.

Bagaimana dengan barang fesyen? Biasanya mereka dijual lebih murah dan diberi diskon besar-besaran, terutama pada akhir tahun atau menyambut hari-hari besar dan libur nasional. Tipsnya, pilihlah barang fesyen dengan model klasik agar dapat digunakan kapan saja tanpa harus takut ketinggalan zaman.

2. Sering-sering mengecek promosi atau kupon diskon

Apabila tempat tinggal atau kantor kita dekat pusat perbelanjaan atau department store tentu tips agar hemat uang ini akan mudah dilakukan. Setiap kita pergi atau pulang, dapat dengan sengaja mampir sebentar hanya untuk melihat promosi hari atau minggu ini.

A photo posted by Gomuda (@gomuda.co) on

Namun, bagi yang tempat tinggal atau rumahnya jauh dari department store, mengecek promosi langsung ke tempatnya tentu membutuhkan usaha yang lebih.

Hal ini dapat kita akali dengan sering-sering membaca koran. Biasanya, di beberapa koran lokal, ada satu halaman khusus yang berisi keterangan toko-toko mana saja yang sedang diskon.

Kita juga dapat membuka situs sebuah department store atau toko. Kini, di Indonesia, beberapa diantaranya sudah mulai melakukan pembaruan situs dan mengumumkan promosi-promosi bulanan.

Bagi yang sudah terbiasa berbelanja online, ada baiknya membuatnya akun email khusus untuk menerima newsletter yang berisi iklan atau promo dari beberapa online shop favorit. Pilihlah promo atau kupon diskon yang sesuai dengan kebutuhan kita.

Namun, ada yang harus diwaspadai dari cara ini. Promosi dan kupon diskon ada kalanya malah menjadi jebakan, membuat belanja tak terkendali karena pertimbangan harga murah. Oleh sebab itu, selalu ingatlah bahwa berbelanja hanya untuk yang dibutuhkan saja, bukan yang diinginkan.

3. Membandingkan harga

Bagi pembelanja online tentu tips agar hemat uang ini sudah tidak asing lagi. Hampir semua situs sudah memiliki fitur ini. Dari jenis yang sama, misalnya tas punggung warna hitam, kita dapat memilih susunan harga mulai dari terendah atau yang tertinggi.

Lain halnya dengan membandingkan harga dari online store yang satu dengan yang lainnya, atau membandingkan harga di internet dan di toko offline. Hal ini membutuhkan usaha yang lebih karena kita harus mengunjungi satu-satu website yang menjual produk yang dibutuhkan, kemudian membandingkan harganya.

4. Membeli kartu hadiah (gift card) diskon

Tahukah anda apabila beberapa website, toko atau department store menjual atau mengeluarkan kartu hadiah diskon? Seperti misalnya MAP (Mitra Adi Perkasa; Sogo, Mango, dsb.), Carrefour, Alfamart, Hoka-Hoka Bento, Pizza Hut, atau bahkan Shell.

Kartu-kartu tersebut dapat dibeli dengan harga lebih murah di beberapa marketplace. Agar hemat uang, sering-seringlah mengunjungi marketplace tersebut untuk mendapat penawaran harga yang lebih murah.

Tidak hanya bisa didapat lewat penjualan saja, namun kartu hadiah diskon tersebut dapat diperoleh lewat survei. Diantaranya Globaltest Market dan AIP Online Survey. Anda dapat mengumpulkan poin lewat menjawab survei dan memperoleh kartu hadiah diskon tersebut mulai dari nilai 50 ribu hingga 250 ribu rupiah.

5. Mengambil kesempatan mendapat uang kembali (cash back)

cash-back

Cash Back, gambar: linkedin

Pada beberapa webstore, cash back biasanya diterapkan pada awal pembelian. Seperti misalnya mendapatkan potongan harga senilai 75 ribu rupiah pada awal membeli senilai 375 ribu rupiah.

Namun ada juga yang memberlakukan cash back, seperti yang dilakukan oleh Gomuda.co, pada saat-saat tertentu atau promosi. Tentu untuk mengetahuinya anda harus sering-sering mengecek status Instagram, Facebook, atau Twitter Gomuda.

Namun, kini, telah ada website yang khusus mendeklarasikan dirinya sebagai situs dimana anda bisa hemat uang dengan cara mendapatkan cash back meskipun telah mendapat diskon sebelumnya, contohnya ShopBack.

Bekerja sama dengan lebih dari 10 webstore dan marketplace ternama, situs ini menjanjikan belanja berapa pun di webstore dan marketplace tersebut, anda pasti dapat cash back.

Nilai cash back nya beragam, tergantung webstore dan marketplace tempat anda berbelanja. Cash back baru dapat diambil dengan cara ditransfer ke rekening anda apabila sudah mencapai nominal 50 ribu rupiah.

Itulah ulasan lima tips hemat uang saat berbelanja online, semoga bermanfaat.

Penulis: Panca Purnamasari / IG: @punchcha

Referensi:
https://www.thebalance.com/ways-to-save-money-on-any-purchase-4048202

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

To Top