Connect with us

16 Brand Indonesia Dikira Asal Luar Negeri

excelso gambar thebreeze.bsdcity.com

Entrepreneur

16 Brand Indonesia Dikira Asal Luar Negeri

Proses melakukan branding dari sebuah usaha pastinya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Selain biaya, pemilihan nama brand atau merek pun harus seakrab mungkin terdengar di telinga masyarakat agar produk tersebut familiar.

Ada ratusan, bahkan ribuan pebisnis yang menjual produk yang sejenis di Indonesia. Brand hadir sebagai identitas, untuk membedakan keunggulan dan harga yang ditawarkan pada konsumen. Dengan adanya brand, konsumen akan dapat memilih produk mana yang akan mereka konsumsi.

Gomuda - Sweater Rajut Pria

Fungsi branding atau pemerekan sendiri sangatlah vital dalam mempopulerkan sebuah produk, diantaranya:

  1. Pembeda, suatu produk pastinya memiliki perbedaan kualitas, yang disimbolkan dengan logo merek.
  2. Media Promosi, menampilkan logo merek lebih mudah diingat masyarakat dibandingkan kata-kata saja.
  3. Pembangun citra dan jaminan kualitas, sebuah merek juga berfungsi membentuk citra dan image di masyarakat. Kualitas yang dimiliki produk akan melekat dalam sebuah brand dan dikenang masyarakat.
  4. Pengendali pasar, pasar akan mudah dikendalikan oleh brand yang kuat, merek tersebut akan menjadi peringatan bagi para kompetitornya untuk mengambil setiap langkah yang diambilnya.

Namun demikian, merek suatu produk tidak cukup bila hanya didukung dengan nama logo semata, unsur terpenting yang harus dimiliki suatu pemerekan meliputi:

  • Nama Merek, nama merek dagang yang diusung
  • Logo, lambang yang menggambarkan produk yang ditawarkan
  • Kata-kata, slogan produk atau tagline produk
  • Penampilan visual, bisa meliputi: warna, desain, gambar, karakter bahkan tokoh pendiri
  • Suara, meliputi: lagu atau ikon bunyi.

Tidak semua nama brand yang dikeluarkan para pengusaha di Indonesia memakai kosa kata dari dalam negeri, diantara mereka ada yang lebih suka menggunakan nama-nama asing, sehingga meninggalkan kesan bahwa produk-produk tersebut cabang dari luar negeri. Dan beberapa diantara mereka ada yang sukses ada pula yang tidak.

Nah, apa sajakah brand atau merek asli indonesia yang dikira berasal dari luar ngeri? Berikut ulasan lengkapnya:

1. J.CO Donuts & Coffee

J.CO gambar hedonisthk.blogspot.com

J.CO, gambar: hedonisthk.blogspot.com

Siapa yang tidak mengenal J.CO, gerai donut dan kopi yang sering kita jumpai di mall-mall besar tanah air ini ternyata dimiliki pengusaha asal Indonesia, Johnny Andrean. Ia merupakan hairy stylish terkemuka indonesia, lahir di singkawang, kalimantan barat sekitar setengah abad yang lalu.

Kesuksesan Johnny dalam bisnis waralaba tidaklah mudah, ia merupakan anak seorang pedagang dan juga pengelola salon di kalimantan. Karena ingin hidup lebih baik, ia nekat merantau ke Jakarta pada akhir 70an.

Bisnis awal, ia membuka salon kecil di daerah Jakarta utara, karena skill dan jasa perawatan yang ia tawarkan sangat memuaskan konsumen kala itu, salonnya yang tadinya hanya satu buah bertambah menjadi puluhan dalam waktu beberapa tahun saja.

Berawal dari hobi Johnny yang sering traveling keluar negeri, ia merasa donat yang biasa di jual di mall-mall, kebanyakan memiliki kelemahan dan kurang menjaga kualitas. Sehingga ia berniat untuk membuat donat yang lembut dan enak di lidah orang Indonesia.

Akhirnya pada akhir tahun 2005an, Johnny membuka gerai pertama di tanah air dan mendapat sambutan positif. Mengusung konsep gerai terbuka dan transparan, sehingga konsumen bisa melihat langsung proses produksi ditambah aroma donat yang menggoda selera.

Sejak saat itu, brand J.CO telah berkembang menjadi waralaba internasional, merambah ke 6 negara: Singapura, Malaysia, Tiongkok, Hongkong, Filipina dan Arab saudi. Di Indonesia sendiri, terdapat 236 gerai yang tersebar dari sabang sampai merauke, termasuk banyak hadir di mall-mall besar di Indonesia, termasuk di mall favorit warga Bandung.

2. Lea Jeans

Lea gambar diskonbuzz.com

Lea, gambar: diskonbuzz.com

Mendengar kata lea, pastinya pikiran kita akan tertuju pada celana jeans berkualitas yang cukup populer di Indonesia. Pada akhir 80an, iklan lea pertama kali muncul di pubilk dengan tokoh orang bule naik motor Harley Davidson dengan logo huruf J warna bendera merah biru, berhasil mengecoh paradigma konsumen yang mengira merek ini berasal dari luar negeri, yakni Amerika.

Di awal pemasarannya, Lea memang dipromosikan sebagai produk asli Amerika serikat. Hal ini dilakukan karena pada saat itu Lea berusaha menjadi pilihan utama celana denim bagi orang-orang Indonesia yang sering berbelanja ke Singapura.

Lea pertama kali beroperasi di Tangerang, Banten bernama PT Lea Sanent pada tahun 1972 dengan produksi pertama mereka adalah t-shirt. Peralihan produksi utama dari t-shirt menjadi produk denim dimulai sekitar tahun 1978an hingga kini. Diperkirakan kapasitas produksi sekitar 1 juta pieces/bulan.

Sekarang Lea dipegang oleh generasi kedua Sandjaja, Leo Sandjaja. Tak hanya menjadi tolak ukur harga produk sejenis dipasaran Indonesia, celana jeans lea telah merambah juga ke mancanegara, Dubai, Korea dan Hongkong.

3. CFC

CFC gambar franchiseglobal.com

CFC, gambar: franchiseglobal.com

Banyak anggapan produk makanan cepat saji yang satu ini sebagai brand dari luar negeri, California frie chiken atau CFC. Dari namanya yang terdengar sangat Amerika, tidak salah jika hanya sedikit orang yang tahu bahwa CFC adalah usaha waralaba asli milik orang indonesia.

Sang kreator dan pemilih nama produk tersebut adalah Budi Hamidjaja, ia seorang pengusaha sekaligus pebisni lulusa Universitas New South Wales di Sydney, Australia. Setelah lulus, pada 1983 ia melanjutkan unttuk berbisnis.

Sehabis kuliah, ia bersama dua temannya sering berkunjung ke Amerika, khususnya California dan sangat puas dengan ayam goreng disana (KFC), bersama sahabatnya ia ingin mengenalkan rasa ayam goreng ala Amerika tersebut di Indonesia, sehingga pada 1983 mereka mendirikan PT Pioneerindo Gourmet International Tbk.

Slogan CFC yang merupakan “Bukan Cuma Ayam”, benar-benar memenuhi kebutuhan selera masyarakat Indonesia yang beragam. Saat ini tidak hanya menyajikan ayam goren gurih saja, namun CFC juga menyediakan menu lainnya seperti California Burger, Nasi Chiken Peper, Spaghetti ayam, Bubur ayam, Zuppa soup, Spaghetti goreng dan Nasi goreng.

4. Essenza

Essenza gambar ceostars.net

Essenza, gambar: ceostars.net

Essenza merupakan merek keramik lantai terkemuka yang dihasilkan PT Intikeramik Alamsari Industri atau IKAI. Perusahaan ini didirikan sekitar tahun 1991. Perusahaan ini memproduksi keramik lantai berjenis homogeneous tile atau sering disebut porselen tile atau granit tile.

Keramik essenza tahan terhadap beban berat dan goresan sehingga memiliki kualitas dan ketahanan yang lama. Semua itu berkat material pilihan yang sebagian berasal dari luar negeri. Essenza telah diekspor ke lebih dari 40 negara sejak diproduksi pertama kali.

Walaupun begitu, beberapa bulan terakhir ini, perusahaan mengurangi kapasitas jumlah produksinya karena seiring melemahnya nilai tukar rupiah, karena bahan baku sebagian besar masih diimpor.

5. Polygon

Polygon gambar pinkbike.com

Polygon, gambar: pinkbike.com

Yang suka ngeboseh saat liburan pastinya tahu pada brand satu ini, polygon. Merek polygon sering disangka berasal dari negara lain, padahal merek ini merupakan hasil racikan Soejanto Widjaja, pengusaha asli Indonesia. Pabrik polygon sendiri berada di Sidoarjo, Jawa Timur, dengan nama PT Inserna Sena.

Soejanto telah membuktikan pada masyarakat dunia bahwa Indonesia mampu mendisain dan memproduksi sepeda dengan kualitas wahid. Setidaknya PT Inserna sudah mengekspor sepeda pesanan ke 62 negara di dunia. Bahkan diantaranya terdapat negara Eropa seperti Jerman dan Prancis yang memajang sepeda merek polygon di toko mereka.

Pilihan jenis dari sepeda polygon cukup banyak, diantaranya sepeda balap XC, Monarch, Xtrada, Premier dan seri paling baru XQuarOne DH. Selain itu, sepeda poygon digunakan untuk mensupport Tim Downhill kelas dunia bentukan Fabiene Cousine dalam ajang internasional UCI DH World Cup terhitung dari tahun 2013.

6. Exelso

Excelso gambar bilkyt.blogspot.com

Excelso, gambar: bilkyt.blogspot.com

Siapa yang tidak suka ngopi? apalagi ngopinya rame-rame bareng teman disebuah tempat asyik dan kekinian. Nah kebiasaan orang Indonesia ini dimanfaatkan betul oleh pemilik grup kapal api, Soedomo margonto untuk membangun kedai kopi bermerek Excelso.

Bagi orang yang pertama kali singgah di kedai ini, suasananya hampir sama seperti ngopi di Starbucks atau di Coffee Bean & Tea Leaf, terkesan modern dan kebarat-baratan. Citra ini sengaja dimunculkan mengikuti gaya hidup orang bule yang biasa minum kopi di kafe.

Sejak kemunculan pertama kali tahun 1991, Excelso telah memiliki 65 gerai yang tersebar lebih dari 15 kota besar di Indonesia. Ada tiga jenis kedai kopi excelso, pertama Kafe Excelso, jenis pertama yang dikembangkan dan diperuntukan untuk kalangan profesional, eksekutif dan ekspatriat.

Jenis kedua, Excelso Express merupakan jenis take away coffee shop yang mengedepankan kepraktisan. Kafe ini berbentuk counter atau cart, menu makanan dan minumannya pun terbatas dan diperuntukan bagi kalangan menengah kebawah.

Dan jenis terakhir, de’Excelso merupakan kafe paling ekslusif dibanding yang lain, karena konsepnya memadukan kafe dan resto, dengan pilihan menu lebih banyak dan berkualiltas. Desain gerainya pun sangat artistik dan kesan elite sangat terasa.

7. Buccheri

Buccheri gambar student.unud.ac.id

Buccheri, gambar: student.unud.ac.id

Awalnya, Buccheri hanya dikenal sebagai merek dari sepatu yang dikenalkan pertama kali tahun 1980 dan diproduksi oleh PT Vigano Cipta Perdana. Namun saat ini, brand sepatu ini cukup fenomenal di Indonesia dan sering disangka sebagai produk impor.

Semua itu berkat strategi pemasaran dan kualitas produk yang diracik oleh Ediansyah, pendiri PT Vigano, dimana produk yang dibuat seapik dan sedetail mungkin sehingga memiliki kualitas hampir sama dengan sepatu keluaran luar negeri. Saati ini Buccheri dapat dibeli di 50 toko yang tersebari di seluruh Indonesia.

8. Hokben

Hokben gambar irenesgettingfat.com

Hokben, gambar: irenesgettingfat.com

Pada era 1985, makanan Jepang seperti okonomiyaki dan bento masih terdengar asing ditelinga Indonesia. Karena alasan inilah Hendra Arifin berniat untuk mengenalkan makanan khas Jepang ini di tanah air.

Awalnya ia melakukan studi banding ke Jepang langsung, sambil pulang membawa izin sebuah merek asistensi dengan nama hoka hoka bento yang ada di Jepang dengan membuat PT Eka Bogianti di Indonesia.

Konsep Hokben awalnya bisnis makanan take away (pesan ambil/bawa pulang). Namun seiring berjalannya waktu, Hokben di Indonesia menyesuaikan dengan prilaku konsumen, maka dibukalah gerai Hokben di mall-mall.

Saat ini brand Hokben 100% dipegang PT Eka Bogianti, sedangkan di negara asalnya usaha ini telah ditutup. Diperkirakan Hokben telah memiliki 350 gerai yang tersebar di kota kota besar di Indonesia.

9. GT Radial

GT Radial gambar autodigest.co

GT Radial, gambar: autodigest.co

Gajah tunggal Tbk atau sering dikenal dengan GT radial merupakan sebuah perusahaan pembuat ban ternama di Indonesia. Perusahaanini didirikan pada 1951 oleh Sjamsul Nursalim, dengan produksi awal ban luar dan ban dalam sepeda (bike).

Seiring berjalannya waktu, pamor sepeda motor mulai merebak di Indonesia, dan in merupakan tantangan bagi GT radial untuk menyediakan ban motor yang berkualitas, sehingga pada 1990an, perusahaan mulai memproduksi ban radial untuk motor dan mobil penumpang.

Berkat alih teknologi ban dari Jepang, sejak tahun 1973 dengan Inoue Rubber Company dan pada 1981 dengan Yokohama Rubber Company serta menjalin kerja sama dengan beberapa produsen ban terkemuka di Eropa seperti Pirelli (Italia) dan Michelin (Prancis), menjadikan ban racikan GT radial dipercaya memiliki kualitas Internasional.

Saat ini, GT radial telah mengoperasikan 5 pabrik untuk memproduksi ban dalam dan ban luar dengan model ban bias maupun radial serta 2 pabrik yang memproduksi kain ban dan SBR (Styrene Butadine Rubber) yang kerkait dengan fasilitas produksi ban secara keseluruhan. Semua pabrik ini berlokasi di daerah Tangerang dan Banten.

10. Edward Forrer

Edward Forrer gambar pinterest.com

Edward Forrer, gambar: pinterest.com

Bagi orang bandung pastinya tidak asing jika melihat toko sepatu dan tas dengan brand Edward forrer. Merek lokal dengan cita rasa internasional ini ternyata dimiliki oleh putra bangsa dengan nama yang sama.

Edward atau Edo merintis bisnis ini dari nol, yakni saat ia masih bekerja dalam sebuah perusahaan sepatu di cibaduyut Bandung. Berbekal pengalaman dari perusahaan sepatu, Pada tahun 1989, Edo memberanikan diri untuk merintis usahanya sendiri dengan modal awal sebuah mesin jahit dan uang sebesar 250 ribu rupiah.

Ditunjang kemampuan menggambar, Edo mampu membuat sepatu atau tas pesanan konsumen secara eksklusif. Seiring bertambahnya pesanan, Edo pun menularkan keahliannya kepada para pegawai yang dipercayanya. Hingga saat ini, bisnisnya telah melahirkan 50 gerai yang tersebar di Indonesia, Australia, Malaysia dan Hawaii.

11. Terry Palmer

Terry palmer, gambar smartbisnis.co.id

Terry palmer, gambar: smartbisnis.co.id

Mendengar Terry Palmer, mungkin pikiran kita akan tertuju pada merek sebuah handuk berkualitas. Benar sekali, Terry palmer memang dikenal sebagai salah satu produsen handuk di Indonesia, dan merek ini dimiliki putra bangsa.

Kualitas handuk buatan PT Indah Jaya ini sudah tidak diragukan lagi, karena handuk ini telah memenuhi standar Internasional, diekspor ke Jepang, Amerika, Australia dan beberapa negara Eropa.

Tokoh dibalik suksesnya brand Terry palmer yakni Wilson Pesik, Ia adalah generasi ketiga dari suksesi perusahaan tersebut. Bisa dikatakan, di generasi pertama adalah pondasinya, generasi kedua adalahh penyempurnaan produk dan di generasi nya sekarang adalah “penghabisan” yang artinya cara mempopulerkan handuk buatan kakeknya ke dunia.

12. The Executive

The-Executive gambar festivalcitylink.com

The-Executive, gambar: festivalcitylink.com

Melihat kualitas brand fesyen satu ini mungkin anda akan terkecoh, disangka produk impor. Namun, The Executive sesungguhnya adalah produk lokal anak bangsa. Terkenal karena kualitas produk yang baik, mengantarkan PT Delami Garment Industries mendapat penghargaan ICSA (Indonesia Customer Satisfactin Award) pada 2005, untuk kategori kemeja pria.

Merek yang awalnya Executive99 ini banyak diminati kaum pria Indonesia maupun luar negeri. Buktinya, di negera tetangga, Malaysia dan Singapura terdapat gerai toko Delami. Selain Executive, PT Delami juga memiliki hak paten sejumlah merek, seperti WOOD, Jockey, et cetera, Wrangler danb Colorbox.

13. Bagteria

Bagteria gambar indonesiadesign.com

Bagteria, gambar: indonesiadesign.com

Bagteria merupakan brand Indonesia yang memproduksi tas yang dibuat secara manual (craftmaship) dengan desain dan kualitas yang tak kalah bersaing dengan tas sejenisnya di dunia.

Dibalik kualitas bagteria terdapat nama Nancy Go, seorang putri bangsa yang lahir di Brazil yang pernah mengenyam pendidikan di bidang Seni di Universitas San Fransisco. Tas buatan anak bangsa ini banyak diminati kalangan elite lokal hingga mancanegera, seperti Emma Thompson, Blake lively, Putri Zara philips hingga Paris hilton.

Ia menamakan tas racikannya, Bagteria, dengan harapan produk yang ia hasilkan dapat menyebar secara cepat seperti bakteri. Dengan menggunakan material pilihan, teknik anyaman khusus ditambah pasion seni yang ia masukan kedalam produk ini, membuat tas bagteria unik dan berkelas.

14. Casablanca

Casablanca gambar youtube.com

Casablanca, gambar: youtube.com

Parfum yang cukup terkenal di kalangan eksekutif muda ini banyak yang mengira kalau produk ini dibuat di Prancis. Semua ini berkat strategi periklanan PT Priskila Prima Makmur, yang menyewa model bule agar memberi kesan eksklusif terhadap produk casablanca.

Parfum pria yang dibuat di Muara kapuk, Jakarta ini terhitung sukses memberikan citra positif kepada para konsumennya. Selain parfum, Casablanca juga memproduksi deodoran dan perawatan tubuh.

15. Krisbow

Krisbow gambar krisbow.com

Krisbow, gambar: krisbow.com

Bagi yang berpofesi sebagai ahli tukang atau mesin, pastinya tidak asing dengan nama Krisbow. Sepintas nama brand ini seakan berasal dari luar negeri, namun ternyata tokoh dibalik terlahirnya merek ini berasal dari ide Krisnandi Wibowo yang bercita-cita memasarkan semua jenis produk perkakas, pertukangan, mesin dan perangkat ruamh tangga dengan layanan terpusat.

Merek ini tidak memiliki pabrik sendiri namun mengimpor barang dari pabrik-pabrik dari berbagai negara di dunia. Diperkirakan Krisbow telah memiliki lebih dari 10 ribu jenis produk perkakas dengan service center, layanan purna jual dan dealer tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

16. Denpoo

Denpoo gambar bukalapak.com

Denpoo, gambar: bukalapak.com

Jika kita menganggap brand elektronik Denpoo berasal dari pabrikan Jepang, maka sangkaan tersebut adalah salah, karena merek ini sungguhnya berasal dari PT Denpoo Mandiri Indonesia yang didirikan 28 tahun silam oleh putra bangsa, Lim Tjen Hong.

Di generasi keduanya sekarang, Denpoo dibawah pimpinan Yeane Lim, mampu bersaing dengan pemain elektronik global dari Jepang, Korea selatan dan China. Beberapa produk kompetetif Denpoo di pasaran yakni air conditioner (AC) dan Mesin Cuci.

Sekian keenam belas brand asli milik putra putri bangsa yang sering dianggap milik luar negeri, semoga informasi kali ini menambah khazanah wawasan pembaca semua.

Referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Pemerekan
https://www.seputarmarketing.com/ind/pengertian-brand-dan-manfaat-branding/
https://id.wikipedia.org/wiki/J.CO_Donuts
https://www.biografiku.com/biografi-dan-profil-johnny-andrean-sosok-di-balik-suksesnya-jco-dan-breadtalk/
https://www.checkinjakarta.id/read/lea-jeans-dari-indonesia
http://nysnmedia.com/polygon-merek-lokal-yang-sering-disangka-sebagai-merek-dari-negara-lain/
https://ekonomi.kompas.com/read/2014/10/22/094700726/CEO.Polygon.Sepeda.Indonesia.Tak.Kalah.dengan.Merek.Dunia
UR TEAM: 4 TAHUN DENGAN POLYGON
https://en.wikipedia.org/wiki/California_Fried_Chicken
Sejarah dan Asal Pemasaran Produk Essenza yang memasuki pasar Global
https://biografi-tokohpengusaha.blogspot.com/2015/11/profil-pengusaha-sukses-wilson-pesik.html
http://www.indonesiadesign.com/art-design/bagteria-ethereal-not-ephemeral/
https://id.wikipedia.org/wiki/Excelso
http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2016/11/06/266369/sepatu-mesin-pinjaman-itu-akhirnya-mendunia/
http://petramisi.blogspot.com/2008/11/kisah-sukses-excelso.html
https://id.wikipedia.org/wiki/HokBen
https://id.wikipedia.org/wiki/Gajah_Tunggal
https://id.wikipedia.org/wiki/Krisbow
http://www.dedesuryadi.com/kiprah-srikandi-tangguh-balik-sukses-denpoo/

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

To Top