Connect with us

Life Smart

Waspada 3 Bentuk dan Gejala Diabetes Mellitus

sweater-rajut-pria

Badan kesehatan dunia, WHO, baru-baru ini telah mengeluarkan daftar yang menyatakan bahwa Indonesia merupakan satu dari lima negara dengan jumlah penderita diabetes tertinggi di dunia. Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk mengetahui apa itu diabetes, apa saja bentuknya, bagaimana gejalanya, dan bagaimana cara mencegah atau mengobatinya.

sweater-rajut-pria

Pada tahun 2011, Indonesia tercatat menempati peringkat ke-10 dunia untuk jumlah penderita diabetes. Namun, hanya dalam waktu 5 tahun saja, kini, di tahun 2016, Indonesia telah menempati peringkat ke-5 dunia setelah Brazil, Amerika Serikat, India, dan Tiongkok.

Jumlah penderita diabetes di tahun 2013 tercatat sekitar 600 ribu orang dan melonjak menjadi 9,1 juta orang dalam waktu satu tahun saja, tepatnya di tahun 2014. Pada 2016, WHO mengeluarkan pernyataan bahwa angka kematian penduduk Indonesia akibat penyakit ini mencapai sekitar 48.300 orang untuk usia 30-69 tahun. Diperkirakan pada tahun 2035, penduduk Indonesia yang terkena diabetes dapat mencapai angka 14,1 juta orang.

Data Statistik Diabetes di Dunia tahun 2013, gambar: blogs.reuters.com

Data Statistik Diabetes di Dunia tahun 2013, gambar: blogs.reuters.com

Mengapa penderita penyakit ini cepat melonjak? Menurut data yang dirilis oleh Kementrian Kesehatan RI, sekitar 2/3 diabetasi (penderita diabetes) tidak mengetahui dirinya menderita penyakit ini. Sebagian besar penderita, akibat dari ketidaktahuannya, datang ke dokter setelah kondisinya parah atau kronis.

Rata-rata mereka datang dalam kondisi terlambat atau sudah terjadi komplikasi berat seperti retinopati (kerusakan progresif pembuluh darah di retina yang disebabkan oleh kadar gula darah tinggi atau hiperglikemia), penyakit ginjal, stroke, serangan jantung dan kematian dini. Untuk menghindari hal tersebut, ada baiknya kita mengetahui lebih lanjut mengenai penyakit ini.

Diabetes mellitus atau disingkat DM yang seringkali disebut dengan penyakit kencing manis ini adalah kelainan metabolik yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kurangnya insulin atau ketidakmampuan tubuh untuk memanfaatkan insulin (Insulin resistance), dengan gejala berupa hiperglikemia kronis dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein.

Hormon insulin berfungsi untuk mengendalikan gula dalam darah. Dalam jangka panjang, sekitar 10 hingga 20 tahun, penyakit ini rawan menyebabkan komplikasi dan dapat menyebabkan kematian.

Secara umum, diabetes terbagi menjadi 3 bentuk yaitu:

1. Diabetes Tipe 1

Tipe ini disebabkan karena faktor keturunan yang umumnya menyerang pasien di bawah usia 40 tahun terutama pada masa remaja sehingga dikenal dengan istilah “diabetes remaja”. Asia Tenggara merupakan salah satu wilayah dengan prevalensi (seberapa sering suatu penyakit atau kondisi terjadi pada sekelompok orang) tertinggi untuk tipe ini dengan jumlah sekitar 111 ribu anak-anak di bawah 15 tahun dengan perkiraan 18 ribu kasus baru pada tiap tahunnya.

Penderita tipe ini sangat bergantung pada suntikan insulin setiap hari karena organ pankreasnya tidak memproduksi insulin yang menyebabkan kadar gula dalam darahnya menjadi sangat tinggi. Kadar gula darah yang sangat tinggi (hiperglikemia) dapat mengakibatkan kerusakan serius pada organ-organ tubuh akibat terjadinya autoimun yaitu kondisi dimana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel dalam pankreas karena mengira mereka membahayakan tubuh.

Ketiadaan insulin membuat sel-sel tubuh mengolah lemak dan otot menjadi energi sehingga menyebabkan turunnya berat badan dan mengakibatkan kondisi katoasidosis diabetik dimana darah menjadi terlalu asam serta terjadi dehidrasi yang membahayakan.

Gejala tipe ini antara lain sering merasa haus, sering kelelahan, sering buang air kecil terutama di malam hari, berkurangnya massa otot, dan turunnya berat badan.

Gejala Diabetes Mellitus Tipe 1, gambar; en.wikipedia.org

Gejala Diabetes Mellitus Tipe 1 (ditandai dengan tulisan warna biru), gambar; en.wikipedia.org

Jenis ini tidak bisa disembuhkan dan hanya bisa dikontrol. Karena mereka tidak bisa memproduksi insulin sendiri, maka mereka dituntut untuk belajar menyesuaikan suplai insulin dari luar dengan makanan yang dikonsumsi, kadar gula darah, dan aktivitas yang dilakukan.

Beberapa jenis insulin yang bisa digunakan di antaranya yaitu insulin kerja panjang yang dapat bertahan satu hari, insulin kerja singkat yang dapat bertahan maksimal delapan jam, dan insulin kerja cepat yang tidak bertahan lama, tapi bereaksi cepat. Selain itu, transplantasi sel-sel pankreas yang memproduksi insulin (sel islet) dari donor yang sudah meninggal juga dapat menolong sebagian penderita tipe ini.

Agar tehindar dari penyakit tipe ini, sebaiknya semua orang melakukan diagnosis diabetes sejak dini, menjaga kadar gula darah tetap seimbang, pola makan yang sehat, teratur berolahraga, dan rutin melakukan tes darah.

2. Diabetes Tipe 2

Tipe ini muncul akibat gaya hidup dan merupakan jenis yang paling umum terjadi, di Indonesia ada sekitar 80% penderita tipe ini dari keseluruhan jumlah diabetasi. Jenis ini biasanya menyerang orang-orang yang berusia di atas 40 tahun, namun, kini mulai menyerang orang-orang yang lebih muda. Etnis Asia lebih sering mengidap tipe ini.

Penyakit tipe ini terjadi karena penurunan produksi insulin dalam tubuh sehingga fungsinya tidak maksimal atau tubuh mulai menjadi kurang peka terhadap insulin yang dikenal juga dengan istilah resistansi terhadap insulin. Gejalanya hampir sama dengan tipe 1 yaitu sering buang air kecil terutama di malam hari, sering merasa haus dan sering kelelahan, berkurangnya massa otot serta turunnya berat badan.

Jenis ini merupakan tipe yang progresif sehingga penderita tipe ini akan membutuhkan obat-obatan untuk menjaga keseimbangan kadar zat gula darahnya. Proses pengobatan tipe ini biasanya diawali dengan obat dalam bentuk tablet yang kemudian bisa diikuti dengan terapi suntikan insulin.

Penderita jenis ini sebaiknya menjaga kesehatan dengan cermat diantaranya dengan menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang, teratur dalam berolahraga, membatasi konsumsi minuman keras, dan berhenti merokok.

3. Diabetes Tipe 3

Tipe ini dapat diartikan sebagai gabungan dari tipe 1 dan tipe 2 serta dikaitkan dengan gangguan fungsi otak dan kehilangan memori. Jenis ini dapat menyebabkan penyakit jantung, kebutaan, amputasi, hingga kematian. Mengenai penyebabnya, belum ada ahli kesehatan yang dapat memastikannya sebab baru sedikit sekali penelitian yang membahasnya.

Seperti juga gejalanya yang sama dengan tipe lainnya, pengobatannya pun sama dengan tipe lainnya. Sementara itu, faktor risiko yang bisa memunculkan kondisi tipe ini adalah obesitas sehingga berat badan ideal perlu dijaga demi menangkalnya. Untuk mencegahnya, jangan lupa untuk terus menahan diri dari konsumsi makanan manis serta berolahraga secara teratur.

Itulah 3 bentuk diabetes yang dapat kita pelajari pencegahan serta gejalanya. Secara umum, gejala diabetes adalah sebagai berikut:

Gejala umum penderita diabetes, gambar: selfchec.org

Gejala umum penderita diabetes, gambar: selfchec.org

  • Sering berkemih atau sering kencing
  • Haus yang berlebihan
  • Merasakan lapar sekali
  • Kehilangan berat badan
  • Nafas berbau buah
  • Kelelahan
  • Kehilangan perhatian dan konsentrasi
  • Muntah dan nyeri lambung, sering disangka gejala flu
  • Sensasi menggelitik atau kebas pada tangan atau kaki
  • Kaburnya penglihatan
  • Sering terkena infeksi
  • Penyembuhan luka yang lambat
  • Mengompol waktu tidur, baik itu pada anak-anak maupun orang dewasa.

Apabila mendapati gejala-gejala tersebut, waspadalah akan diabetes dan segera periksa ke dokter agar memperoleh kepastian tentang apa yang terjadi di dalam tubuh kita.

Sumber:
https://www.tempo.co/read/opiniKT/2016/04/12/12112/mencegah-ledakan-diabetes
https://id.wikipedia.org/wiki/Diabetes_melitus
http://www.alodokter.com/diabetes-tipe-1/
http://www.alodokter.com/diabetes-tipe-2/
http://www.merdeka.com/sehat/diabetes-tipe-3-penyebab-gejala-dan-pengobatan.html

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: 10 Manfaat Jamur Bagi Kesehatan Tubuh - 4muda.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top