Connect with us

Green

Sedih! Indonesia Penghasil Sampah Plastik Terbanyak untuk Lautan Dunia

sweater-rajut-pria

Berapa banyak sampah plastik yang kita hasilkan sehari-hari mulai dari minuman mineral pada botol plastik hingga kemasan makanan, dan kantong plastik saat berbelanja ke pasar atau ke warung? Mungkin kita tidak pernah tahu karena tak pernah sekalipun menghitungnya.

Jika sampah plastik itu kita buang ditempat sampah, mungkin akan berakhir di tempat pembuangan sampah akhir, namun bagaimana kejadiannya dengan sampah yang dibuang sembarangan? Lautan adalah tempat berkumpulnya sampah plastik yang dibuang sembarangan disengaja maupun tidak disengaja. Cek bagaimana sampah plasstik berakhir di lautan.

Indonesia merupakan negara maritim, dikelilingi lautan diseantero nusantara dari sabang sampai merauke. Namun sayang, alih-alih kaya akan laut, kita tidak bisa menjaganya dengan baik, karena faktanya Indonesia tercatat sebagai nomor wahid penghasil sampah plastik yang berakhir di lautan se Asia Tenggara, bahkan nomor kedua dunia setelah Tiongkok.

Tiongkok dan Indonesia sebagai negara terbanyak menghasilkan sampah plastik ke laut

Terdapat 8 dari 10 negara di Asia yang menghasilkan sampah plastik terbanyak di lautan mulai dari Indonesia, Filipina, Vietnam, Srilangka, Thailand, Malaysia, dan Bangladesh, menurut penelitian yang dilakukan Asisten professor teknik lingkungan dari University of Georgia sekaligus kepala penelitian Jenna Jambeck, memperkirakan sekitar 4,8 juta hingga 12,7 juta ton sampah plastik berakhir di lautan dunia pada tahun 2010.

Bagaimana dengan tahun 2015? Jika setiap negara seperti Tiongkok dan Indonesia tidak peduli lingkungan dan memperbaiki keadaan, maka bukan tidak mungkin lautan dunia akan menjadi racun bagi kebanyakan hewan laut dan menimbulkan kepunahan bagi hewan-hewan langka seperti Paus, Lumba-lumba, Kura-kura dan lainnya.

Sebuah studi telah membuktikan bahwa jutaan ton sampah plastik bermuara di laut dunia, dan itu sebagain besarnya dihasilkan oleh Tiongkok dan Indonesia. Tiongkok menjadi kontributor terbesar sekitar 1,3 juta hingga 3,5 juta ton metrik plastik berada dilautan setiap tahunnya.

Sedangkan Indonesia dengan negara ke-empat terbanyak penduduk di dunia menghasilkan sampah lautan sebanyak 1,29 juta ton metrik setiap tahunnya. Sebagian besar sampah plastik tersebut disebabkan oleh limbah tak terurus.

Mungkinkah karena jumlah penduduk Tiongkok dan Indonesia terbanyak di dunia? Bisa jadi, namun edukasi dan kepedulian manusia itu sendiri yang menjadikan lautan bersih atau penuh dengan sampah plastik. Meskipun memang kita ketahui bersama Tiongkok merupakan negara penghasil produksi plastik terbesar di dunia.

Terdapat lima tempat sampah plastik berakhir dilautan atau yang dikenal sebagai “Great Pacific Garbage” dan yang terbesar disebut dengan “North Pacific Gyre” seluas 20 juta metrik kilometer, cek peta dan infografik berikut ini:

gambar: wikipedia

Berikut infografik tentang lima Great Pacific Garbage Patch:

infografik lautan sampah dunia, gambar: joshuaspodek.com, klik gambar untuk memperbesar!

Jika tidak bisa ditangani dengan baik, maka peneliti memperkirakan hampir seluruh dunia akan terkempung dengan lautan sampah plastik tahun 2025. Hal ini berarti akan semakin banyak hewan laut seperti ikan yang akan makin kekurangan sumber makanan mereka. Sehingga sampah plastik jadi bagian makanannya. Hal ini sudah terbukti dengan ikan yang makin banyak teracuni dan berisi sampah plastik di dalam perutnya.

Bahkan data menunjukkan bahwa 99% plastik mikroskopik lenyap dilautan dan diperkirakan telah dimakan ikan dan hewan laut lainnya. So Let’s save our ocean.

Referensi:
http://www.latimes.com/science/sciencenow/la-sci-sn-tons-of-plastic-trash-in-oceans-20150213-story.html
http://nationalgeographic.co.id/berita/2015/02/siapakah-penghasil-sampah-laut-terbanyak
http://www.vox.com/2015/2/12/8028267/plastic-garbage-patch-oceans

Continue Reading
You may also like...
5 Comments
To Top