Connect with us

Potret Dunia

Potret Meghalaya, Desa Terbasah di Dunia

sweater-rajut-pria

Tahukah kamu desa terbasah dan paling sering hujan di dunia? Jawabannya adalah daerah Meghalaya, India, tepatnya di daerah bernama desa Mawsynram. Desa ini menerima 467 inci hujan pertahunnya.

Saking seringnya hujan, warga sekitar yang bekerja keluar ruangan selalu menggunakan payung modern, maupun payung tradisional yang terbuat dari bambu dan daun pisang. Begitu mengagumkannya tempat terbasah ini, membuat fotografer Amos Chapple mendokumentasikan keunikan serta keindahan desa Mawsynram.

Mulai dari kebiasaan menggunakan payung bambu hingga jembatan kehidupan yang begitu alami terbuat dari akar tumbuhan yang rindang dan membentang, seperti koleksi gambar dari TheAtlantic.com berikut ini:

Desa Mawsynram, diakui memiliki curah hujan rata-rata tertinggi di Bumi. Bertengger di atas bukit di Khasi Hills dari timur laut India, desa menerima 467 inci hujan per tahun – tiga belas kali lipat dari Seattle. Curah hujan berat karena arus udara musim panas menyapu dataran mengepul dari Bangladesh, mengumpulkan kelembaban saat mereka bergerak ke utara.

Desa Meghalaya India

Desa Meghalaya, India, gambar: TheAtlantic.com

Sebuah jembatan akar pohon yang dikembangkan untuk menggantikan yang lebih tua, jalan memutar di jurang jauh di hutan dekat Mawsynram.

meghalaya3

Jembatan gantung dari akar, gambar: TheAtlantic.com

Tiga buruh berjalan ke Mawsynram bawah payung khas tradisional yang dikenal sebagai knups. Terbuat dari bambu dan daun pisang, yang knups disukai untuk memungkinkan bekerja dua tangan, dan karena mampu berdiri dengan angin kencang yang menyerang daerah selama hujan lebat.

Tiga buruh menuju tempat kerja di Meghalaya

Tiga buruh menuju tempat kerja di Meghalaya, gambar: TheAtlantic

Keunikan yang mengagumkan, kondisi daerah mereka yang selalu bayar karena guyuran hujan deras serta berada di daerah ketinggian dimana udara makin dingin, tak membuat mereka berputus asa dan mengeluh kenapa selalu hujan. Mereka terus bekerja dan menjalani kehidupan, karena tak ada gunanya mengeluh.

Buruh mengenakkan knups bekerja mengangkat batu dengan gaji perharinya $2,60.

sweater-rajut-pria
Buruh bekerja di kala hujan, India, gambar: TheAtlantic.com

Buruh bekerja di kala hujan, India, gambar: TheAtlantic.com

Winchester Lyngkhoi membawa daging sampai segar untuk kios daging nya pada hari pasar. Ketika ditanya apakah sulit untuk hidup dengan begitu banyak hujan, yang berusia 26 tahun menjawab, “kita tidak bisa berpikir tentang itu. Berikut selalu ada hujan tapi kita harus bekerja, jadi tak ada gunanya bertanya-tanya tentang hal itu.”

meghalaya7

Winchester Lyngkhoi membawa daging saat hujan, gambar: TheAtlantic.com

Pintu masuk ke Mawsynram Village. Seperti kebanyakan desa di wilayah Meghalaya dari timur laut India, orang-orang di sini adalah Khasi, minoritas adat berjumlah sekitar 1,2 juta di India.

meghalaya5

Contoh dari akar udara tipis yang telah diikat oleh penduduk setempat untuk memanipulasi pohon karet menjadi jembatan dan tangga yang bisa berdiri dengan lingkungan diguyur hujan dari Meghalaya.

Akar di desa Meghalaya, India, gambar: TheAtlantic.com

Akar di desa Meghalaya, India, gambar: TheAtlantic.com

Hujan mengguyur Desa Meghalaya, dengan deras.

Hujan Deras mengaliri tangga di desa Meghalaya, gambar: TheAtlantic.com

Hujan Deras mengaliri tangga di desa Meghalaya, gambar: TheAtlantic.com

Semoga kita bisa mengambil hikmah dari desa terbasah di dunia ini. So guys, have a nice day and keep moving for better life.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top