Connect with us
selebriti-worship-syndrom-fridaymagazine

Rubrik

Mengidolakan Selebritas? Hati-hati Dengan Celebrity Worship Syndrome (CWS)

sweater-rajut-pria

Menyukai atau mengidolakan selebritas sebenarnya wajar saja, namun akan menjadi tidak wajar ketika celebrity worship syndrome (CWS) sudah muncul. Berhati-hatilah ketika bangun tidur langsung memikirkan Zayn Malik atau bertanya-tanya apa yang menjadi sarapan pagi Song Joong-Ki, jangan-jangan kita sudah terkena CWS.

Dunia sempat terhentak ketika tiba-tiba John Lennon, vokalis The Beatles, tewas pada 8 Desember 1980 akibat tertembak di Manhattan, Amerika Serikat. Ia ternyata ditembak oleh penggemarnya sendiri, Mark David Chapman, yang kecewa karena komentar Lennon yang mengatakan bahwa The Beatles lebih populer daripada Yesus. Barangkali ini adalah kasus celebrity worship syndrome yang paling terkenal.

Kasus terbaru yang mengindikasikan celebrity worship syndrome adalah tewasnya Christina Grimmie pada bulan Juni yang lalu akibat ditembak saat meet and greet oleh penggemarnya sendiri, Kevin James Loibl. Grimmie merupakan peserta The Voice Amerika yang berhenti di posisi ketiga dan prestasi tersebut membuatnya dikontrak oleh Island Record.

Sementara Loibl merupakan penggemar fanatiknya yang terobsesi untuk menjadi kekasihnya. Ditengarai, Loibl menjadi benci kepada Grimmie karena Grimmie belakangan telah memiliki kekasih.

Tidak hanya menyerang para selebritas dari kalangan seniman, penderita celebrity worship syndrome juga pernah menyerang politisi yaitu Ronald Reagan, presiden Amerika Serikat yang baru saja terpilih pada 1981.

Adalah John Hinckley Jr. yang merupakan pelaku penyerangan tersebut. Namun, kasusnya agak berbeda karena Hinckley bukan penggemar Reagan melainkan Jodie Foster. Hinckley melakukan penyerangan tersebut untuk mencari perhatian dari Foster.

Istilah celebrity worship syndrome pertama kali muncul di dalam sebuah artikel yang ditulis oleh James Chapman berjudul ‘Do you worship the celebs? (apakah kamu memuja selebritis?)’ di Daily Mail pada tahun 2003. Artikel tersebut ditulis oleh Chapman berdasarkan makalah yang ditulis oleh John Maltby, seorang psikolog dari Universitas Leicester.

Di dalam artikel tersebut dinyatakan bahwa satu dari tiga orang menderita obsesi berlebihan dengan seseorang yang terkenal.

Sementara itu, satu dari empat orang sangat terpengaruh dengan idolanya sehingga obsesi tersebut mempengaruhi kehidupannya sehari-hari. Bahkan para psikolog dari Universitas Leicester yang menggunakan skala ‘pemujaan’ selebritas menemukan sekitar 36% dari sampel, menderita beberapa bentuk dari celebrity worship syndrome atau penyakit gila ikon, dan jumlah ini terus meningkat.

Skala ‘pemujaan’ selebritas tersebut diciptakan oleh para psikolog dari Amerika Serikat dan Britania Raya. Pada 2002; Lynn McCutcheon, Rense Lange, dan James Houran, para psikolog asal Amerika Serikat memperkenalkan Skala Perilaku Selebritas, sebuah skala berisi 34 item yang diberikan kepada 262 orang yang tinggal di tengah Florida.

McCutcheon dan kawan-kawan menyebutkan bahwa pemujaan terhadap selebritas terdiri dari sebuah dimensi dimana skor lebih rendah pada skala melibatkan kebiasaan individual seperti menonton, mendengar, membaca, dan mempelajari tentang selebritas.

Sementara itu, tingkat yang lebih tinggi dari pemujaan ditandai dengan empati, pengenalan berlebihan, dan obsesi kepada sang selebritas.

Orang-orang yang memiliki obsesi ini ternyata tidak hanya memuja aktor atau aktris terkenal saja seperti Tom Cruise atau Angelina Jolie, tapi juga bisa terhadap orang-orang terkenal yang muncul di tv seperti tokoh politik atau bahkan pembaca berita.

Bagi anak-anak bahkan bisa menjadi lebih aneh lagi karena mereka bisa mengidolakan tokoh-tokoh dalam film animasi seperti robot atau pahlawan super yang tidak nyata.

Itu terjadi karena anak-anak belum bisa membedakan mana kenyataan mana fiktif. Hal-hal yang terjadi tersebut sempat memunculkan teori yang mengatakan bahwa ketika tv mendominasi kehidupan manusia, selebritas maupun tokoh fiksi di dalamnya bisa mengambil peran dari tetangga, teman, bahkan saudara di kehidupan nyata.

Menurut sebuah penelitian yang melibatkan 700 orang berusia 18-60 tahun yang dilakukan oleh John Maltby di Inggris, ditemukan ada tiga tipe celebrity worship syndrome yaitu:

1. Ringan

Yang terkena biasanya orang-orang ekstrovert dengan banyak teman. Mereka biasanya sangat terbuka menunjukan kesukaan mereka, sangat senang dan bersemangat ketika membicarakan selebritas yang mereka puja. Sebanyak 22% dari sampel memiliki CWS dengan tingkat rendah.

2. Sedang

Kategori ini cirinya adalah memiliki hubungan pribadi yang intens dengan selebritas idolanya. Berdasarkan penelitian, ada sekitar 12% sampel yang menunjukan tanda-tanda ini.

3. Berat

Biasanya orang-orang yang menderita kategori ini memiliki ciri soliter, impulsif, antisosial dan sering kali membuat repot. Secara tidak sadar mereka merasa memiliki ikatan khusus dengan selebritas idolanya dan percaya selebritas tersebut juga tahu tentang mereka. Ekstrimnya, mereka siap mati untuk membela sang selebritas pujaannya.

Untuk mengetahui apakah kita sudah terkena celebrity worship syndrome atau belum, di bawah ini adalah gejala-gejala sesuai tingkatnya. Katakan “ya” untuk yang sesuai dan cocokan, lalu hitung lebih banyak di tingkat yang mana. Tingkat dengan kecocokan terbanyak, itulah tingkat CWS yang kita derita.

1. Ringan

  • Teman-temanku dan saya senang membicarakan apa yang telah dilakukan oleh selebritas kesukaan kami.
  • Aku menikmati menonton selebritas kesukaanku.
  • Mempelajari kisah kehidupan selebritas kesukaanku sangat menyenangkan.

2. Sedang

  • Aku mempertimbangkan selebritas kesukaanku untuk menjadi jodohku.
  • Aku memiliki ikatan yang khusus dengan selebritasku.
  • Aku sering memikirkan selebritasku meskipun aku tak ingin.

3. Berat

  • Jika seseorang memberikanku uang jutaan rupiah dan aku boleh membelanjakannya sesuka hati, aku akan menghabiskannya untuk barang-barang yang pernah dimiliki atau digunakan oleh selebritasku, seperti serbet atau piring kertas bekasnya.
  • Jika aku sangat beruntung untuk bertemu selebritas kesukaanku, dan mereka memintaku untuk melakukan sesuatu melanggar hukum, aku sepertinya akan melakukannya.
  • Aku akan sangat kecewa jika selebritas kesukaanku menikah

Kasus tertembaknya John Lennon, Ronald Reagan maupun Christina Grimmie merupakan contoh bagi kita bahwa celebrity worship syndrome dapat menjadi sangat menakutkan dan berbahaya.

Bagi para orang tua, hal ini juga patut menjadi perhatian karena anak-anak remaja yang labil dan masih mencari jati diri akan mencari idola dari media seperti tv dan youtube. Waspadalah jika anak-anak sudah menunjukan gejala terobsesi dengan idolanya.

Agar tidak terjadi atau tidak terkena celebrity worship syndrome, para orang tua dapat menyemangati atau mendorong anak-anak untuk lebih terlibat kegiatan-kegiatan di sekolah. Orang tua juga dapat menyibukan mereka dengan memberikan tanggung jawab yang lebih pada anak-anak saat beraktifitas di rumah.

Bagi para remaja, orang tua dapat menyarankan mereka untuk mengambil kerja paruh waktu atau pekerjaan-pekerjaan sosial agar dapat mengalihkan perhatian mereka dari dunia mimpi bersama idola.

sweater-rajut-pria

Membicarakan atau berdiskusi tentang pengaruh buruk berlebihan dari pemujaan terhadap selebritas pun dapat dilakukan agar para remaja sadar bahwa obsesi yang berlebihan adalah tidak sehat.

Bagi kita yang sudah dapat memilih mana yang baik dan mana yang buruk tentu harus dapat menanamkan baik-baik dalam benak bahwa idola atau selebritas hanyalah manusia biasa yang dapat berbuat kesalahan. Membenarkan segala perbuatan negatif para selebritas tentu tidak dibenarkan.

Perilaku mereka yang baik tentu bisa kita contoh, dan perbuatan buruk mereka harus kita buang jauh-jauh.

Sumber:
https://en.wikipedia.org/wiki/Celebrity_worship_syndrome
http://www.dailymail.co.uk/tvshowbiz/article-176598/Do-worship-celebs.html
Kusuma, Alan (2016, Agustus). Jangan Idola Malah Bikin Merana. Intisari, 647, 154-160.
http://www.dailymail.co.uk/tvshowbiz/article-176674/Do-Celebrity-Worship-Syndrome.html

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

To Top