Connect with us

Awesome

Kreatifitas String Art, Hias Dinding Gunakan Benang dan Paku

sweater-rajut-pria

Tidak banyak yang mengenal string art, seni dekoratif yang bisa membuat dinding rumah atau kamar tidur menjadi keren dan stylish. Meskipun dinilai mudah, kunci keindahan string art ada di kreatifitas si pembuat dalam membuat obyek seni dan memadu padankan warna benang.

String art atau “pin and thread art” (seni pasak dan benang) adalah seni menghubungkan benang untuk membentuk sebuah gambar, obyek, huruf, atau tulisan. Asal usul seni ini adalah aktifitas “curve stitch” (jahitan kurva) yang diciptakan oleh Mary Everest Boole, seorang ahli matematika asal Inggris, di akhir abad ke 19 untuk menjelaskan konsep matematika yang dapat diterima dan dimengerti oleh anak-anak. Seni ini kemudian populer sebagai kerajinan dekoratif lewat sekotak perangkat dan buku di akhir tahun 1960an.

Kerajinan seni ini pada jamannya sangat populer dan merupakan kegiatan yang menyenangkan untuk mengekspresikan sisi kreatifitas seseorang. Kita dapat membuat berbagai bentuk dengan berbagai warna seperti contohnya membuat hiasan berupa nama anak atau gambar hati sebagai hadiah untuk orang tersayang. Biasanya karya seni ini digunakan sebagai hiasan dinding.

String art ditandai oleh susunan benang berwarna yang ditegangkan antara titik satu dengan titik lainnya untuk membentuk pola abstrak maupun geometrikal. Benang-benang tersebut diikat atau ditegangkan pada paku-paku atau pasak-pasak yang menancap pada papan atau benda lainnya yang berfungsi sebagai alas. Panjang tegangan benangnya bisa pendek maupun panjang, tergantung selera dan kreatifitas masing-masing pembuat.

Berikut adalah contoh karya string art yang bisa menjadi inspirasi ide yang diambil dari architectureartdesigns.com:

Indonesia ternyata juga memiliki seniman string art yang kerap memposting karya-karyanya di Instagram lewat akun @erwinrewin dan memiliki nama asli Erwin Setyawan Ibrahim atau yang akrab disapa Erwin. Pria yang menekuni bisnis string art ini merupakan visual desainer lulusan Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta dan bekerja sebagai Freelancer Desain Grafis di Fortune Indonesia. Pionir hashtag #StringArtIndonesia di Instagram dan Tumblr ini belajar membuat string art secara otodidak bersama teman-temannya di kampus.

Publikasi karyanya pada akun media sosial ternyata direspon positif oleh teman-teman dekat dan beberapa penggemar string art. Hal ini membuat Erwin mantap berbisnis karya seni yang langka di Indonesia ini. Hingga kini ia sudah mendapatkan sekitar 10 pesanan.

Karya Erwin tidak hanya berbentuk pesanan atau ekspresi kreatifitasnya semata, namun karyanya sekaligus mengenalkan keindahan Indonesia. Untuk proyek selanjutnya, Erwin ingin membuat karya string art di atas papan sepanjang 1 meter di workshop miliknya yang bernama Tigarasi. Proyek ini rencananya akan dipajang di salah satu titik jalan Juanda, Depok, dengan harapan lebih banyak orang, tidak hanya lokal, tetapi juga dari luar negeri, yang lebih mengenal Indonesia melalui karya string art.

Berikut adalah beberapa karya Erwin yang diambil dari carabaikindonesia.com:

Cukup indah, bukan? Ternyata seni bukan saja berbentuk musik, gambar, lukisan atau ukiran, namun dapat dilahirkan dari seutas benang dan beberapa buah paku. Ingin mencoba membuat kerajinan tangan ini?

Berikut adalah salah satu video cara mudah membuatnya:

Cukup siapkan lima benda berikut ini:

  • Alas; dapat berupa kayu, triplek, karton tebal, kardus, busa, dsb.
  • Kertas polos dan pensil untuk menggambar pola.
  • Pasak (paku atau jarum) berukuran kecil atau sedang dan palu/martil.
  • Benang warna sesuai tema.
  • Gunting untuk menggunting benang atau sebagai alat untuk mengambil kertas pola.

Sumber:
https://en.wikipedia.org/wiki/String_art
http://www.architectureartdesigns.com/
http://www.wikihow.com/Do-String-Art
http://www.carabaikindonesia.com/content/string-art-mengenalkan-keindahan-indonesia-lewat-benang-dan-paku

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

To Top