Connect with us

Inilah Cara Mudah Mengurangi Sampah Setiap Hari

Green

Inilah Cara Mudah Mengurangi Sampah Setiap Hari

Hidup lebih ramah lingkungan tidak harus dengan tindakan drastis dan dramatis. Hal-hal kecil dan mudah dapat kita terapkan untuk mengurangi sampah, utamanya sampah rumah tangga. Sebuah langkah kecil adalah awal dari perjalanan atau hal besar, begitulah kata orang-orang bijak. Hal ini dapat kita terapkan dalam menangani sampah.

Seperti yang telah digembar-gemborkan oleh media di awal tahun 2016, Indonesia dinyatakan dalam keadaan “darurat sampah”. Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian LHK Sudirman mengatakan dalam peringatan Hari Peduli Sampah Nasional di Bundaran HI, Jakarta, Minggu, 21 Februari 2016; bahwa total sampah di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun dengan sebanyak 14 persennya adalah sampah plastik.

Sebelumnya, Indonesia dinyatakan sebagai penyumbang terbesar kedua sampah plastik di lautan. Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan. Kebiasaan membuang sampah tidak pada tempatnya akibat dari kurangnya rasa peduli dan ingin mudahnya saja disinyalir merupakan penyebab terbesar dari musibah lingkungan ini.

Sehingga untuk mengatasinya bukan hanya pemerintah saja yang harus menyediakan tempat-tempat pembuangan sampah di tiap titik dan rajin melakukan kampanye akan bahaya sampah serta membuat kebijakan yang ramah lingkungan, namun juga masyarakat Indonesia yang harus berbenah diri untuk mengurangi sampah.

Memulai kebiasaan baik tentu tidak semudah membalik telapak tangan. Ada kalanya hal ini dirasa berat apalagi jika kebiasaannya sudah mendarah daging, butuh usaha dan tekad yang kuat dari dalam diri. Berubah tidak harus langsung 180 derajat, namun, yang lebih baik adalah berubah sedikit demi sedikit namun menunjukan progress yang positif dan naik setiap harinya. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin.

Ada banyak perbuatan dan cara agar dapat mengurangi sampah. Kita dapat melakukannya dari yang termudah.

Berikut adalah 9 cara mudah mengurangi sampah:

1. Mengenal jenis-jenis sampah

Sebelum membuang sampah, ada baiknya untuk membuangnya sesuai dengan kelompoknya. Menurut Daniel (2009) terdapat tiga jenis sampah, yaitu:

  • Sampah organik: sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang bisa terurai secara alamiah/biologis, seperti sisa makanan dan guguran daun. Sampah jenis ini juga biasa disebut sampah basah.
  • Sampah anorganik: sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang sulit terurai secara biologis. Proses penghancurannya membutuhkan penanganan lebih lanjut di tempat khusus, misalnya plastik, kaleng dan styrofoam. Sampah jenis ini juga biasa disebut sampah kering.
  • Sampah bahan berbahaya dan beracun (B3): limbah dari bahan-bahan berbahaya dan beracun seperti limbah rumah sakit, limbah pabrik dan lain-lain.
    Dengan mengenal dan mengelompokannya, secara tidak langsung kita membantu para petugas kebersihan dan pemulung serta orang-orang yang ingin mendaur ulang sampah baik itu sampah organik maupun anorganik.

Apabila ingin lebih spesifik, kita dapat membagi sampah anorganik atau sampah kering ke dalam kelompok-kelompok sesuai dengan bahan dasarnya misalnya botol plastik, kaleng, kertas, gelas kaca, dsb. Jangan lupa untuk membuang roll kertas toilet, deodorant non-aerosol, dan botol minyak goreng ke dalam kelompok yang dapat didaur ulang. Akan lebih baik apabila kita mendaur ulangnya sendiri, dengan begitu kita sudah terlibat aktif mengurangi sampah.

2. Membuat kompos

Setelah mengenal dan mengelompokan jenis sampah, apabila ingin lebih mengurangi sampah, Anda dapat membuat kompos dari sampah basah atau sampah organik. Membuat kompos barangkali terkesan repot dan susah, ternyata tidak begitu adanya. Membuat kompos tidak membutuhkan lahan yang luas.

sweater-rajut-pria

Bagi masyarakat perkotaan yang tidak memiliki lahan, untuk membuatnya dapat menggunakan ember, pot, kaleng bekas, atau sejenisnya. Berikut adalah cara membuatnya:

  • Sediakan ember, pot, kaleng bekas, ataupun wadah lainnya.
  • Lubangi bagian dasar dan letakkan di wadah yang dapat menampung rembesan air dari dalamnya.
  • Masukkan sampah organik ke dalam wadah (drum) setiap hari.
  • Taburi dengan sedikit tanah, serbuk gergaji, atau kapur secara berkala.
  • Bila terdapat kotoran binatang bisa ditambahkan untuk meningkatkan kualitas kompos.
  • Setelah penuh, tutup drum dengan tanah dan diamkan selama dua bulan.
  • Wadah siap dijadikan pot dengan kompos di dalamnya sebagai media tanam atau pupuk.

Apabila kita tidak memiliki waktu untuk bertanam, kita dapat memberikannya pada tetangga atau komunitas yang membutuhkannya.

3. Membeli dalam jumlah besar

Seringkali kita berpikir membeli dalam jumlah sedikit akan lebih berhemat, pada kenyataannya malah menambah sampah. Memang ada kalanya ukuran besar lebih mahal daripada ukuran kecil, namun ini merupakan cara termudah untuk mengurangi sampah. Agar mendapat harga lebih murah daripada harga supermarket, kita dapat membeli baik kebutuhan rumah tangga maupun bahan makanan dalam jumlah banyak di toko grosir.

4. Membawa sendiri toples dan tas yang dapat digunakan kembali

Sesuai dengan program pemerintah mengenai plastik berbayar, kita dapat mengurangi sampah dengan membawa sendiri toples dan tas untuk membawa barang belanjaan tersebut. Toples atau botol bekas dapat digunakan untuk membeli barang cair seperti minyak curah di pasar.

5. Mengganti kertas dengan kain

Kebiasaan menggunakan lap dari kain barangkali terlihat tua, namun ternyata inilah cara yang ramah lingkungan. Tissue, handuk kertas, atau tissue basah dapat kita ganti dengan lap kain atau handuk microfiber. Kita juga dapat menggunakan kaos bekas sebagai pengganti lap pel.

6. Berpikir ulang tentang alat-alat mandi

Menjadi ramah lingkungan bukan berarti mengorbankan kebersihan diri. Anda dapat membeli sikat gigi yang terbuat dari bambu untuk mengganti yang terbuat dari plastik, dan membeli makeup vegan untuk menggantikan merek biasa. Jangan lupa untuk memastikan barang yang kita beli dapat didaur ulang dan ramah ekologi.

7. Tagihan online

Saat ini, ada banyak perusahaan yang menawarkan pilihan tagihan lewat email, akun online, atau kertas. Tentunya agar mengurangi sampah kertas, Anda dapat memilih menerima tagihan lewat email atau akun online.

8. Membeli sebuah botol air yang dapat digunakan kembali

Menggunakan botol air yang dapat digunakan kembali atau re-usable barangkali adalah cara tergampang untuk ramah lingkungan. Tidak hanya mengurangi sampah, menggunakannya juga menghemat uang dan mengurangi jejak karbon.

Apabila membeli air kemasan botol tidak dapat dihindari, Anda dapat mengubah sampahnya menjadi barang-barang baru dan berguna. Ada banyak cara DIY (do it yourself) di internet yang dapat Anda tiru dan kembangkan sesuai kreatifitas.

9. Membuat produk perawatan diri sendiri

Jika Anda merasa sedikit ambisius dan bersemangat akan hal ramah lingkungan, Anda dapat membuat sendiri produk kebersihan dan perawatan diri sendiri. Sabun, odol, pembersih rambut, bahkan deodorant ternyata dapat kita buat sendiri dengan menggunakan beberapa bahan alami seperti minyak kelapa dan baking soda yang resepnya dapat diperoleh di internet. Agar wangi, Anda dapat menambahkan beberapa tetes minyak aromatik esensial seperti peppermint, sandalwood, atau lavender.

Sumber:
http://www.goodnet.org/articles/9-easy-ways-to-cut-down-on-waste-everyday#
https://m.tempo.co/read/news/2016/02/21/083746865/sampah-di-indonesia-capai-64-juta-ton-per-tahun
Jenis-Jenis Sampah
http://pupukorganikita.blogspot.co.id/2013/01/cara-membuat-kompos-sederhana.html

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

To Top