Connect with us

Life Smart

Inilah Alasan Mengapa Berjalan Penting Bagi Tubuh dan Pikiran Manusia

sweater-rajut-pria

Kegiatan berjalan dewasa ini di Indonesia barangkali dapat dikatakan sudah menurun karena beragam alasan. Mulai dari transportasi publik yang banyak dan mudah ditemui, hingga terlalu asyik main gadget yang membuat tubuh lebih banyak diam di tempat. Padahal, berjalan memiliki banyak manfaat bagi tubuh dan pikiran manusia.

Berjalan menurut pengertiannya adalah melangkahkan kaki bergerak maju dari satu titik (tempat) ke titik (tempat) lain. Dapat dikatakan kegiatan ini merupakan olahraga termudah dan termurah karena membuat tubuh bergerak tanpa harus mengeluarkan uang sepeser pun.

Secara umum berjalan memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan dan membuat hidup menjadi lebih baik. Secara khusus, kegiatan ini bermanfaat bagi tubuh dan pikiran kita.
Berikut adalah manfaat berjalan bagi tubuh manusia.

1. Mengurangi lemak tubuh

Berjalan secara teratur akan membuat kaki, lutut, dan pinggang kita bergerak yang lama kelamaan akan mengurangi lemak pada tubuh.

2. Meningkatkan fungsi kekebalan tubuh

Beberapa penelitian tercatat membuktikan bahwa berjalan dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Hanya dengan jalan selama 30 menit secara teratur dapat meningkatkan pembunuh sel-T dan tanda lain dari fungsi imunitas.

3. Meningkatkan kontrol glycemic, triglyceride, dan menurunkan tekanan darah

Berjalan 3 menit secara teratur setelah makan dapat meningkatkan triglyceride dan menurunkan tekanan darah. Sementara itu, berjalan 15 menit setelah makan dapat meningkatkan kontrol glukosa dalam darah terutama bagi orang tua dengan toleransi glukosa yang rendah.

4. Memperbaiki kondisi para penderita arthitris

Bagi para penderita arthitris, melakukan olahraga adalah sebuah kegiatan yang sulit untuk dilakukan. Arthitris merupakan penyakit kronis berupa pembengkakan dan kekakuan pada sendi sehingga menyebabkan gerakan tubuh menjadi sulit dan menyakitkan. Penyakit ini biasanya akan menyebabkan kerusakan jaringan apabila dibiarkan tanpa dirawat atau ditangani.

Oleh sebab itu, berjalan merupakan satu-satunya olahraga ringan yang dapat mereka lakukan tanpa harus meringis kesakitan. Bahkan salah satu penelitian menemukan bahwa melakukan jalan kaki dan angkat beban dapat meningkatkan keseimbangan para penderita osteoarthitris yang lebih tua.

5. Dapat membantu memperpanjang usia apabila dilakukan dengan cepat

Sebuah penelitian terbaru terhadap lebih dari 7.000 pria dan 31.000 wanita pejalan kaki untuk tujuan rekreasi menemukan bahwa intensitas berjalan dapat memprediksi resiko kematian. Mereka yang jalan kakinya tercepat cenderung meninggal paling akhir.

Namun, hal ini bukan berarti mengajarkan kita untuk jalan kaki secepatnya, melainkan hanya melihat hubungan alami antara jalan cepat dan resiko kematian. Para pejalan kaki yang lambat jangan memaksakan diri untuk mempercepat melakukannya karena hal itu malah akan menyakitkan.

6. Meningkatkan fungsi kekebalan tubuh

Dengan hanya melakukan jalan kaki rutin selama 30 menit ternyata dapat meningkatkan Sel T (limfosit T) yang merupakan kelompok sel darah putih yang memainkan peran utama pada kekebalan selular pada tubuh. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga dapat meningkatkan imunitas mukosal pada orang tua dan memperbaiki efek kekebalan tubuh pada wanita pasca menopause.

Lalu, bagaimana manfaat berjalan bagi otak dan pikiran kita?

Pikiran yang tenang dan otak yang bekerja maksimal adalah ciri dari sehat mental. Salah satu cara untuk mencapainya adalah lewat meditasi.

Meditasi adalah latihan memfokuskan pikiran untuk membantu seseorang agar memiliki kesadaran penuh dan merasa tenang. Salah satu bentuk dari meditasi adalah berjalan.

Kegiatan ini dipercaya merupakan meditasi terbaik karena membuat kita fokus pada jalanan yang dilalui sehingga dapat mengosongkan pikiran dan memberi jarak dari hal yang mengganggu pikiran. Hal ini sesuai dengan arti meditasi, yaitu mengosongkan pikiran.

Sementara meditasi membutuhkan tempat tenang, jalan kaki bisa dilakukan dimana saja dengan syarat menyendiri dengan diri sendiri meskipun saat itu kita sedang bersama orang lain. Dengan bentuk meditasi ini, tubuh kita menjadi bergerak tanpa sadar sesuai ritme serta melepaskan endorfin yang membuat pikiran menjadi positif.

Berjalan dengan tujuan meditasi memiliki manfaat yang banyak bagi otak dan pikiran kita, diantaranya adalah:

1. Menurunkan tingkat stres, kecemasan, depresi, dan nyeri

Meluangkan sedikit waktu untuk jalan-jalan di pantai atau perbukitan pinggir kota dan melihat pemandangannya membuat kita berhubungan dengan alam sekitar. Berdasarkan hasil penelitian, berhubungan dengan alam secara teratur dapat meningkatkan mood baik, menurunkan stres, kecemasan hingga depresi. Nyeri yang disebabkan kadar kortisol tinggi pun dapat menurun karena kegiatan ini.

2. Memberikan kesempatan otak kita untuk berpikir

Selain menurunkan tingkat stres, jalan kaki memberikan kesempatan untuk berpikir lebih dalam mulai dari hal ringan seperti anjing atau kucing lucu yang kita lihat saat perjalanan menuju tempat kerja, hingga memecahkan masalah yang sedang dihadapi.

Tidak dipungkiri, menyendiri dapat memunculkan ide-ide dan serta melakukan reka ulang masa lalu yang dapat menjadi inspirasi juga solusi.

3. Meningkatkan “grey matter” pada otak.

“Grey matter” adalah jaringan penghubung abu-abu pada otak yang berfungsi sebagai pusat pemrosesan atau menganalisa informasi. Jaringan ini ibarat pusat informasi seperti prosesor pada komputer sebagai elemen utama.

sweater-rajut-pria

4. Meningkatkan kreatifitas dan kesehatan pada anak muda apabila dilakukan di luar ruangan

5. Mengontrol aspek kognitif dan performa akademik pada anak-anak

Kognitif atau kognisi adalah potensi intelektual yang terdiri dari tahapan berupa pengetahuan (knowledge), pemahaman (comprehention), penerapan (aplication), analisa (analysis), sintesa (sinthesis), dan evaluasi (evaluation). Kognitif merupakan persoalan yang menyangkut kemampuan untuk mengembangkan kemampuan rasional (akal).

Pada anak-anak sebelum remaja aspek ini sangat penting karena berpengaruh pada performa akademik mereka. Melakukan jalan kaki secara rutin dapat mengoptimalkan kemampuan aspek rasional mereka.

6. Mengarahkan fungsi ingatan atau memori yang lebih baik bagi orang tua

Masih berhubungan dengan “grey matter” pada otak, semakin jauh orang tua berjalan dalam enam menit, performa memori dan tes logikanya pun semakin baik.

7. Mencegah orang tua terjatuh

Seperti kita ketahui, semakin tua maka keseimbangan tubuh pun menjadi semakin tidak stabil. Itulah mengapa orang tua sering tiba-tiba terjatuh saat berjalan terutama di jalanan mendaki. Maka, semakin awal kita melakukan jalan kaki rutin, maka semakin stabil pula keseimbangan kita saat tua nanti.

8. Meningkatkan stabilitas emosi

9. Menimbulkan perilaku yang berhati-hati

10. Membuat pikiran menjadi lebih jernih, tenang, dan siap memulai aktifitas atau rutinitas kembali.

Dilihat dari manfaatnya, berjalan ternyata penting bagi tubuh dan pikiran manusia. Sehingga tidaklah mengherankan apabila penduduk Jepang menjadikan kegiatan ini sebagai budaya mereka. Kebiasaan ini bukan hanya menghemat biaya transportasi tapi juga menjaga kesehatan tubuh.

Sumber:
http://www.lifehack.org/
http://www.marksdailyapple.com
http://www.eventzero.org
https://www.docdoc.com/id/info/condition/artritis
https://papierppeint.wordpress.com

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top