Connect with us

Inilah 10 Toko Buku Yang Dapat Ditemui di Bandung

Top 10

Inilah 10 Toko Buku Yang Dapat Ditemui di Bandung

Toko buku atau toko tempat membeli buku di Bandung sebenarnya ada banyak, namun hanya sebagian kecil saja yang terkenal atau populer di tengah masyarakat. Apabila ditanya dimana bisa membeli buku di Bandung, rata-rata warga hanya bisa menjawab sejumlah 3 atau 4 tempat saja. Oleh sebab itu, yuk kita cari tahu dimana saja toko buku yang dapat ditemui di Bandung!

Buku merupakan sekumpulan kertas yang disusun atau dijilid rapi dan biasanya berisi tulisan dan/atau gambar. Setiap sisi dari lembaran dalam buku disebut dengan halaman. Penciptaan buku dikaitkan dengan penciptaan kertas papirus di Mesir pada tahun 2400-an SM.

Gomuda - Sweater Rajut Pria

Sementara itu, buku yang terbuat dari kertas baru ada setelah Tsai Lun dari Tiongkok menciptakan kertas yang terbuat dari bahan dasar bambu pada tahun 200-an SM. Kertas ini kemudian menyebar di Eropa sekitar awal abad ke-11 yang dibawa oleh pedagang muslim.

Seiring dengan perkembangan pencetakan dan penyebarannya, maka buku pun dapat ditemui di perpustakaan dan dapat di beli di toko buku baik itu secara fisik maupun online. Akibat dari perkembangan teknologi, toko buku yang berdiri secara fisik dan bisa dikunjungi mau tidak mau menghadapi tantangan yang cukup keras di jaman serba online ini.

Beberapa toko buku besar bahkan legendaris terpaksa harus gulung tikar akibat merugi. Seperti contohnya toko buku terlaris Antariksa di kawasan Dago yang sudah lama tutup dan terbengkalai, serta toko buku legendaris Gunung Agung BIP yang terpaksa harus tutup di akhir Mei 2016. Bagi para pecinta buku tentu ini berita yang cukup menyedihkan.

Berikut adalah 10 toko buku yang dapat ditemui di kota Bandung.

1. Gramedia

Toko buku ini bisa dibilang merupakan yang terbesar dan terpopuler di Indonesia, dan cukup lama bertahan di dunia perbukuan. Di Bandung, Gramedia terdapat di Jalan Merdeka No. 43, berseberangan dengan BIP. Toko ini bisa juga ditemui di dalam mall seperti di Bandung Supermall (kini Trans Studio), Istana Plaza, dan Festival Citylink.

Didirikan pertama kali di Jakarta Barat pada tanggal 2 Februari 1970 oleh P. K. Ojong dan Jakob Oetama, toko yang awalnya hanya merupakan sebuah toko kecil ini kini telah memiliki 99 cabang di seluruh Indonesia dan Malaysia, termasuk di kota Bandung.

Gramedia Merdeka terdiri dari 4 lantai. Lantai pertama memajang perlengkapan-perlengkapan musik, dan sebagian koleksi buku-buku lama dengan harga miring, tas-tas, VCD dan DVD, bahkan ada kios-kios kecil yang menjual makanan serta minuman. Lantai 2 diisi peralatatan tulis kantor dan buku-buku agama, lantai 3 diisi koleksi buku-buku umum (komputer, kesehatan, manajemen, dll), dan lantai 4 diisi koleksi buku-buku novel, komik, dan buku-buku sekolah.

2. Togamas

Toko ini terkenal di kalangan warga Bandung akan diskonnya. Togamas berlokasi di Jalan Supratman No. 45 berseberangan dengan Natasha Skin Care dan dekat Masjid PUSDAI. Toko buku ini dinilai cukup lengkap koleksinya dan memiliki pengaturan buku yang cukup rapi.

Kumpulan buku komputer dan agama masing-masing memiliki ruangan tersendiri, koleksi majalahnya pun cukup lengkap, begitu pula dengan komik-komik, novel, buku-buku pelajaran, motivasi, textbook, dan alat-alat tulis kantor, dsb. Diskon yang ditawarkan oleh Togamas minimal 15%, bahkan di waktu-waktu tertentu (misal awal masuk sekolah atau kuliah) diskon bisa sampai 30 atau 40%. Dan, toko ini memiliki kelebihan lain yaitu gratis penyampulan plastik.

3. Rumah Buku

Seperti halnya Togamas, toko ini berlokasi di Jalan Supratman No. 96, dekat dengan kompleks Masjid PUSDAI. Selain lokasi yang berdekatan, seperti Togamas toko ini juga menerapkan konsep diskon bagi para pelanggannya. Rumah buku dinilai pelanggannya memiliki koleksi lumayan banyak dan diskon yang ditawarkan juga menarik bahkan cukup bersaing.

4. Bandung Book Center (BBC)

Toko ini berlokasi di Jalan Palasari No. 119, jalan tempat dimana salah satu pusat perdagangan buku terlengkap di Indonesia berada. Bahkan, Palasari dulu sempat menjadi pasar buku terlengkap di Asia Tenggara. Jadi, tidaklah mengherankan apabila disini kita bisa mendapatkan buku-buku langka dan buku-buku yang jarang ditemukan di toko buku lain baik itu dalam kondisi baru maupun bekas.

Disini kita harus pandai-pandai menawar karena terkadang pedagang menawarkan harga yang sama dengan toko biasa, dan jangan lupa untuk berhati-hati karena tidak jarang ada pedagang nakal yang menawarkan buku bajakan.

Salah satu toko yang terkenal adalah BBC yang memiliki jaringan yang cukup besar di Jawa Barat dan Sumatera bagian Selatan. Sama seperti toko lainnya di Palasari, BBC juga menawarkan diskon yang lumayan besar, sekitar 10 hingga 20%. Dan juga ada layanan penyampulan buku gratis. Namun, toko ini memiliki kelemahan yaitu pengaturan buku yang kurang baik, sehingga agak sulit mencari buku yang diinginkan.

5. Tobucil

Kependekan dari Toko Buku Kecil ini bagi para pecinta buku merupakan pelopor toko buku alternatif di Bandung yang berlokasi di Jalan Aceh no. 56. Pada awal berdirinya, toko yang memiliki moto “Support Your Local Literacy Movement” ini membuat beberapa Klab atau semacam komunitas kecil yang berkumpul di hari tertentu dan membahas tema tertentu sesuai nama Klab mulai dari Klab Nulis, Klab Baca, Klab Desain, Klab Klasik, Klab Jazz, dsb.

Kini kegiatan membacanya ditambah dengan dengan kegiatan kreatif lain yang khas, yaitu hasta karya seperti Klab Rajut, klab yang khusus membuat sesuatu yang dibuat secara manual alias hand-made.

6. Elvira

Toko ini terletak dekat kampus UNPAD Dago, tepatnya di Jalan Ir. H. Juanda No. 10. Terkenal karena memiliki koleksi buku textbook kuliahan yang cukup lengkap meskipun ruangannya tidak seluas toko-toko lainnya. Sementara itu, untuk koleksi buku umum disini belum begitu lengkap, namun dinilai cukup lumayan sebagai tempat berburu buku bagi para pecinta buku.

7. Ultimus

Beralamat di Jalan Cikutra Baru IV No.30 Bandung, toko buku ini cukup terkenal di awal tahun 2000-an karena kenyentrikannya dan bahkan sempat menjadi berita di media regional. Toko yang juga menjadi tempat diskusi ini merupakan tempat yang menarik perhatian khususnya bagi pembaca buku dengan isu ke-kiri-an. Diberitakan pada tahun 2006, sebuah diskusi yang berlangsung di toko ini terpaksa dibubarkan oleh ormas karena diduga menyebarkan paham komunisme.

Sebenarnya bagi pemiliknya, toko ini hanya menyajikan buku-buku berbau Marxisme yang ia sukai. Namun, paham yang disebarkan oleh Karl Marx ini ternyata mendapat tentangan dari berbagai pihak karena dianggap sama dengan dasar teori komunisme yang pernah mencederai bangsa Indonesia terutama pada peristiwa G 30 S PKI.

Toko yang didirikan oleh Bilven Sandalista pada tahun 2004 ini kini tidak hanya berlaku sebagai toko saja, Ultimus telah menjelma menjadi komunitas diskusi dan penerbitan berbagai bacaan mulai dari politik, filsafat, hingga agama Islam.

8. Zoe

Tempat ini pada awalnya merupakan taman bacaan kecil yang menyewakan komik di kamar kos-kosan dengan nama Comics Corner yang didirikan oleh Bonny Perkasa Halim pada Maret 2000. Kemudian taman ini dikembangkan dan diubah namanya menjadi Zoe Corner yang merupakan singkatan dari “Zone of Entertainment and Education”.

Zoe Corner memiliki 4 fasilitas utama yaitu Zoe Café (menyediakan makanan dan minuman layaknya café), Zoe Movie (penyewaan film), Zoe Bookrent (penyewaan buku), dan Zoe Bookstore yang merupakan toko buku dengan diskon 10% untuk non-anggota dan diskon 20% untuk anggota. Zoe Corner berlokasi di Jalan Pager Gunung no. 3, di belakang BCA Dago, di depan Café Victoria.

9. Reading Lights

Memiliki nama lengkap “Reading Light Bookshop and Coffe”, toko yang berlokasi di Jalan Siliwangi no. 16 ini telah ada sejak 6 Agustus 2006. Buku-buku yang ada disini memiliki ciri yang tidak lazim seperti toko buku kebanyakan, buku-buku disini sebagian besar merupakan buku impor berbahasa asing yang sulit didapatkan di tempat lain. Tidak hanya menjual buku baru saja, buku bekas pun tersedia disini dengan kondisi yang masih baik.

Toko ini juga memiliki kegiatan rutin yaitu Reading Light Writers Circle (RLWC), merupakan pelatihan menulis yang diselenggarakan setiap hari Sabtu pukul 16.00, dan ada juga klub nonton film yanga biasanya diadakan setiap Sabtu dua pekan sekali

10. Karisma

Meskipun tidak sebesar dan selengkap Gramedia, Karisma dapat dijadikan alternatif untuk membeli buku di kota Bandung. Berlokasi di dalam mall yaitu di Bandung Trade Center (BTC), Jalan Dr Junjunan No 143-149, toko buku Karisma dapat ditemukan di Lantai 1 LGF, tepat di sebelah toko baju harga murah sisa ekspor. Berdasarkan daftar toko di situs resminya, toko ini merupakan toko Karisma satu-satunya di Bandung.

Belanja atau wisata buku di kota Bandung tentu tidak hanya untuk buku-buku baru saja, buku bekas layak baca pun bisa dijadikan koleksi. Selain di Palasari, buku-buku bekas dengan harga ajaib pun dapat ditemukan di lokasi-lokasi seperti Pasar Cihapit, Balubur Towns Square (Baltos) di Jalan Tamansari, Bursa Buku Dewi Sartika di Jalan Kautamaan Istri, dan di Jalan Cikapundung Barat.

Sumber:
https://id.wikipedia.org/wiki/Buku
http://www.merdeka.com/peristiwa/ultimus-toko-buku-berbau-kiri-di-kota-hujan.html
https://aansetia.wordpress.com/
https://bukuubahdunia.wordpress.com/
http://zoelibrary.blogspot.co.id/
http://annida-online.com/reading-light-konsep-homey-baca-buku-sambil-ngopi.html
http://infobandung.co.id/

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

To Top