Connect with us

Inilah 10 Masalah Paling Klasik yang Dihadapi Dunia

kemiskinan-dunia

Rubrik

Inilah 10 Masalah Paling Klasik yang Dihadapi Dunia

Disebut masalah klasik, karena selalu berulang dari tahun ke tahun dan menjadi hal yang sering dijadikan tantangan dunia untuk memperbaiki keadaannya. Masalah yang timbul karena beberapa faktor salah satunya kehidupan umat manusia yang tak bersahabat dengan sesama maupun alam.

Sebut saja masalah pemanasan global, ataupun kekeringan dan kekurangan air bersih, hal yang selalu jadi masalah utama di seluruh dunia dan mungkin menjadi penanda makin sekaratnya alam semesta. Ditambah kemiskinan dan kelaparan yang tak berujung sirna membuat kita seharusnya peduli terhadap mereka.

Faktanya hari ini, satu dari setiap lima orang hidup di bawah garis kemiskinan, dan hampir sepertiga dari semua orang di planet bumi hidup dalam apa yang disebut sebagai negara-negara dunia ketiga.

Entah bagaimana mereka mampu berhasil hidup dengan pendapatan kurang dari satu dolar per hari, bahkan hampir setengah dari populasi dunia hidup dengan pendapatan kurang dari dua dolar per hari.

Bagi kebanyakan orang di seluruh dunia maju, isu-isu tersebut dianggap telah diselesaikan sejak lama, yang membuat sulitnya meningkatkan kesadaran akan urgensi nya masalah ini.

Kita cenderung mengabaikan masalah yang mengancam jiwa yang kebanyakan kita hadapi setiap hari saat memperoleh kesejahteraan. Sebagian besar dari kita bahkan tidak bisa merasakan apa sehatnya air bersih yang mengalir untuk minum ataupun mandi, termasuk juga penerangan listrik yang jauh dari kehidupannya. Namun ini adalah kenyataan terhadap apa yang hampir setengah orang alami saat ini setiap harinya.

Mungkin itu pula yang membuat dunia berkumpul untuk menjadikan dunia lebih baik dengan nama “Global Goals” yang memiliki 17 tujuan mulia sebagai kelanjutan dari berakhirnya program MDGS Tahun 2015, yang diantaranya adalah:

  1. Tanpa kemiskinan
  2. Tanpa kelaparan
  3. Kesehatan yang baik dan kesejahteraan
  4. Pendidikan berkualitas
  5. Kesetaraan gender
  6. Air bersih dan sanitasi
  7. Energi bersih dan terjangkau
  8. Pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan yang layak
  9. Industri, inovasi dan infrastruktur
  10. Mengurangi kesenjangan
  11. keberlanjutan kota dan komunitas
  12. Konsumsi dan produksi bertanggung jawab
  13. Aksi terhadap iklim
  14. Kehidupan bawah laut
  15. Kehidupan di darat
  16. Institusi peradilan yang kuat dan kedamaian
  17. Kemitraan untuk mencapai tujuan

Dari sekian banyak masalah dunia, mari kita melihat sekilas tentang sepuluh masalah klasik yang di hadapi dunia hingga kini.

1. Kemiskinan

Kemiskinan

Kemiskinan, gambar: peimag.com

Kita harus mengakui bahwa kemiskinan adalah nomor satu alasan mengapa sebuah negara disebut sebagai ‘dunia ketiga’. Sekitar 1,3 miliar orang di negara-negara dunia ketiga hidup dengan pendapatan $ 1,25 per hari atau bahkan kurang.

Upaya serius yang dilakukan antara tahun 1990 dan 2008 memberikan dampak positif dengan penurunan jumlah kemiskinan hampir setengah. Namun, sebuah laporan PBB baru-baru ini menunjukkan peningkatan harga pangan, yang menyebabkan keprihatinan global untuk pertama kalinya dalam 20 tahun.

Kemiskinan dan kelaparan tidak dapat dipisahkan. Jutaan orang hidup kelaparan dan kekurangan gizi baik karena mereka tidak mampu membeli makanan bergizi atau karena mereka tidak mampu mendapatkan pasokan pertanian yang dibutuhkan untuk menanam makanan mereka sendiri.

sweater-rajut-pria

2. Kelaparan

kelaparan

Potret kelaparan di dunia, gambar: peimag.com

Lebih dari 870 juta orang di negara-negara dunia ketiga tidak memiliki makanan untuk makan atau persediaan makanan genting. Lebih dari 60% dari orang-orang ini adalah perempuan.

Bahkan, sekitar setengah dari wanita hamil di negara berkembang kekurangan nutrisi yang baik yang mengakibatkan lebih dari 300.000 kematian ibu per tahun saat melahirkan.

Mari kita sejenak merenung melihat video berikut di bawah ini.

Sekitar sepertiga dari penyakit kelaparan terkait mengakibatkan kematian sekitar 2,6 juta anak setiap tahun, dan kematian seorang anak untuk setiap 5 detik.

3. Polusi dan Pemanasan Global

polusi

polusi, gambar: peimag.com

Polusi bukan hanya masalah dunia ketiga, tapi masalah global. Negara-negara dunia ketiga memiliki terlalu banyak masalah yang membuat mereka lelah bergulat dengan memberikan banyak pemikiran untuk polusi.

Seluruh negara memiliki andil untuk mencegah polusi terus meningkat, mengingat pemanasan global semakin mencekam.

Tanggung jawab mengurangi tingkat polusi baik polusi udara, air, hingga suara dimulai dari diri sendiri dengan tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunakan kendaraan pribadi dan banyak hal kecil lainnya yang semestinya bisa kita lakukan untuk bumi yang sehat.

4. Perang dan Teroris

Terrorism dan perang

Terrorism dan perang, gambar: peimag.com

Sebagian besar negara-negara dunia ketiga dihadapkan dengan perselisihan sipil dan perang selama bertahun-tahun hingga saat ini. Jika tidak sedang terkoyak oleh perang saudara, mereka biasanya terlibat dalam perang berdasarkan agama. Selain itu, mungkin terdengar seperti sebuah paradoks tetapi sebagian besar negara-negara ini menggunakan beberapa dana yang mereka dapatkan dari negara-negara maju untuk membiayai perang yang secara harfiah mencekik negara mereka sendiri.

Salah satu pemicu perang adalah adanya aksi teroris. Terlepas dari apa yang dikatakan media bahwa, serangan teroris sedang meningkat di seluruh dunia. Terorisme menyebabkan kematian orang yang tidak bersalah, menanamkan rasa takut dan menelan biaya sangat mahal.

Resolusi menjaga setiap negara dan melawan teroris secara tuntas mungkin sangat sulit dan rumit. Ada negara-negara dunia ketiga yang dijalankan oleh organisasi teroris. Warga hidup dalam ketakutan, ketidakpastian nasib mereka atau bahkan masa depan. Ini adalah masalah global, dan jika solusi tidak ditemukan cepat, terorisme akan terus menyebar, sehingga lebih sulit untuk mengontrolnya.

5. Air Bersih sulit diperoleh

air bersih-kotor

air bersih-kotor, gambar: peimag.com

Pernahkah Anda haus tapi tidak bisa menemukan air di dekat Anda saat itu? Jika iya, ini adalah masalah yang sama dialami setiap hari di negara-negara dunia ketiga. Kelangkaan air karena kurang tersedianya sumber daya air bersih untuk memenuhi tuntutan penggunaan air di suatu wilayah.

Hal ini mempengaruhi setiap benua dan sekitar 2,8 miliar orang di seluruh dunia selama lebih dari satu bulan dalam setahun. Lebih dari 1,2 miliar orang tidak memiliki akses terhadap air minum bersih. Menurut tujuan dari adanya Millenium Developmental Goals (MDGs), setengah dari orang-orang tersebut harus memiliki akses terhadap air minum bersih pada tahun 2015. Namun sayang program tersebut masih jauh dari realisasi yang ada.

Mari kita melihat bagaimana seorang pria mencoba hidup tanpa air bersih seperti warga Ethiopia.

Perlu diketahui bersama, bahwa air bersih di dunia hanya 1 % dan semakin hari semakin berkurang, 99% sumber daya air lainnya merupakan air laut, air es, dan lainnya yang tidak bisa diminum.

Air merupakan sumber utama kehidupan manusia, tanpa air manusia saat ini mungkin sudah lama punah. Maka bersahabatlah dengan air, karena kita butuh air namun tidak dengan air, air tak membutuhkan manusia.

6. Sanitasi dan Kesehatan yang Buruk

sanitasi dan kesehatan yang buruk

Sanitasi dan Kesehatan yang buruk, gambar: peimag.com

HIV / AIDS hampir pandemi di negara-negara dunia ketiga. Ada perkiraan lebih dari 50 juta orang yang hidup dengan HIV / AIDS di dunia saat ini.

Lebih dari 65% dari mereka adalah perempuan. Sekitar 90% dari anak-anak dan 60% dari perempuan yang hidup dengan HIV hidup di selatan Sahara. Lebih dari 11 juta anak meninggal setiap tahun dari masalah kesehatan yang sebetulnya dapat dicegah seperti diare, pneumonia dan malaria. Parahnya lagi, Lebih dari 200 juta anak-anak bayi tidak memiliki akses ke perawatan kesehatan dasar.

7. Pekerja Anak

pekerja anak

pekerja anak, gambar: peimag.com

Ada jutaan anak di dunia ketiga yang dipekerjakan. pekerja anak didefinisikan sebagai pekerjaan yang merampas anak-anak dari masa kecil mereka, dan hak untuk bebas.

Setiap hari, data menunjukan angka yang mengejutkan, sekitar 168 juta anak bekerja sebagai buruh di ladang, rumah, medan perang, peternakan, pabrik, dan di jalan-jalan. Dari ini, 85 juta terlibat dalam pekerjaan berbahaya di mana mereka terkena bahan kimia dan pestisida di peternakan atau mesin di pabrik-pabrik.

Pekerja anak ini menghadapi kelaparan, kemiskinan dan sakit-kesehatan. Bahkan dengan bekerja berarti mencegah mereka dari mendapatkan pendidikan dan menghambat perkembangan mental, sosial dan fisik nya.

8. Problematika Pertanian

Problematika pertanian dunia

Problematika pertanian dunia, gambar: peimag.com

Lebih dari setengah dari populasi di negara-negara di dunia berkembang tergantung pada pertanian untuk bertahan hidup dan mereka bekerja minimal 2 kali sehari.

Lebih dari 1,4 miliar orang hidup dari pertanian, namun diantara orang-orang yang termasuk kategori ketidaksejahteraan berasal dari keluarga petani. Salah satu upaya pemerintah di negara berkembang termasuk Indonesia, ada banyak pelatihan bagi petani untuk membantu mereka bercocok tanam dengan metode pertanian yang lebih baik untuk memperoleh hasil lebih baik.

Namun sayang, jika kita perhatikan di Indonesia saja, nasib petani menjadi pihak paling dirugikan dalam perekonomian hasil tani. Harga murah yang dibeli dari petani menjadikannya tak memiliki banyak simpanan untuk kehidupan keluarganya sehari-hari.

Seperti tampak pada video di atas, pertanian adalah sumber utama untuk meningkatkan kualitas hidup manusia di dunia. Jika program dari 17 SDGs khususnya memberantas kelaparan melalui pertanian tidak tercapai, maka kelaparan, kemiskinan serta peperangan makin menjadi.

9. Pengadaan Listrik

tidak ada listrik

Listrik tidak ada dibeberapa wilayah di dunia, gambar: peimag.com

Setidaknya sekitar seperempat dari seluruh populasi manusia dalam kegelapan di malam hari, karena mereka tidak memiliki akses listrik. Mereka bahkan tidak terkena dampak teknologi di kehidupan sehari-harinya, tak seperti kita yang selalu bersentuhan dengan komputer dan telepon.

10. Populasi Penduduk

Populasi penduduk selalu menjadi masalah prioritas tiap negara di dunia, jumlah penduduk yang semakin banyak biasanya ditekan melalui program seperti keluarga berencana yang diterapkan di negara-negara berkembang layaknya Indonesia.

Tahukah kamu, bahwa di tahun 2015 jumlah penduduk dunia mencapai lebih dari 7 milar, dan diperkirakan jumlah penduduk di planet ini akan meningkat menjadi 9,7 miliar pada tahun 2050 dengan 2 miliar berusia di atas 60. Mari kita perhatikan grafik berikut.

populasi dunia hingga 2100

Perkiraan jumlah penduduk dunia hingga tahun 2100, gambar: weforum.org

Sistem kesehatan global akan perlu menyesuaikan diri dengan pertumbuhan besar penduduk ini, yang akan dipusatkan di negara-negara miskin, dan peningkatan jumlah lansia. Ini berarti menggeser fokus saat ini pada mengobati orang sakit menuju mencegah penyakit dan menjaga kesehatan populasi.

Untuk mengatasi pergeseran demografi besar ini dan membangun sistem kesehatan global yang cocok untuk masa depan, dunia perlu mengatasi tantangan ini secara tepat dan cepat.

Referensi:
http://www.peimag.com
https://www.weforum.org/agenda/2016/01/what-are-the-10-biggest-global-challenges/

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: 10 Aplikasi Olah Pesan Terpopuler Di Setiap Negara - 4muda.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

To Top