Connect with us

Inilah 10 Alasan Mengapa Kita Harus Berhenti Merokok

Life Smart

Inilah 10 Alasan Mengapa Kita Harus Berhenti Merokok

Saat ini, merokok sangat kurang diterima di masyarakat, khususnya di tempat seperti mall, kantor, toko, bioskop, atau tempat yang ada tanda “no smoking”. Teguran hingga denda atas larangan merokok banyak ditetapkan di beberapa negara, termasuk Indonesia, tujuannya untuk melindungi masyarakat yang menggunakan fasilitas umum. Walaupun telah dilarang, kebiasaan buruk ini tetap saja masih dilakukan.

Apalagi saat tersiar kabar akan dinaikannya cukai rokok di Indonesia, hingga 200% lebih beberapa minggu lalu, membuat kepanikan tiada main. Karena mayoritas masyarakat saat ini menjadikan rokok sebagai gaya hidup modern.

Hampir semua orang memulai untuk merokok diusia remaja, lalu seiring berjalannya waktu menjadi kebiasaan saat mereka dewasa, dan akhirnya mereka pun kecanduan. Banyak alasan, mengapa mereka menjadi perokok, mulai dari rasa penasaran, pengen kelihatan keren, mencontoh orang tuanya sendiri, sampai merokok itu dapat menghilangkan rasa stress dan membuat rasa nyaman (katanya).

“Menurut Survey, Merokok banyak menghilangkan nyawa manusia ketimbang kecelakaan di jalan atau karena penyakit.”

Di dalam sebatang rokok terdapat 600 zat yang apabila dibakar terurai menjadi 7.000 zat kimiawi. Ketika dihirup, banyak zat kimiawi yang terlepas masuk kedalam tubuh seperti tar, nikotin, hidrogen sianida, karbon monoksida, arsenik, formaldehid, amonia, butane, benzene, tolune, hexamine, cadmium dan masih banyak lagi. Efek negatif zat ini tidak hanya bahaya bagi perokok aktif, namun orang yang tidak merokok pun terkena dampaknya juga (perokok pasif).

Sangat sulit menghilangkan kebiasaan buruk ini, perokok aktif yang akan “tobat” berhenti merokok pun, saat memulainya akan mengalami fase penderitaan, kecanduan dan mengeluh serasa ada yang kurang jika tidak menghisap sebatang rokok.

Berikut sepuluh alasan mengapa kita harus berhenti merokok sedini mungkin.

1. Meningkatkan Resiko Terkena Kanker Paru-Paru

Menghisap rokok merupakan penyebab utama seseorang terkena kanker paru-paru. Faktanya, di dunia hampir 90% pasien yang mengidap kanker paru-paru berasal dari perokok aktif. Berdasarkan penelitian, hubungan kanker paru paru dan asap tembakau sangatlah kuat. Orang yang tidak merokok pun (perokok pasif) memiliki resiko terkena kanker, makanya rokok sangat merugikan.

2. Mempercepat Proses Penuaan

Disamping meningkatkan resiko terpapar kanker paru-paru, merokok dapat mempengaruhi pertumbuhan sel-sel epidermis, yang nantinya menyebabkan kulit longgar, keriput sebelum waktunya, timbul noda hitam, dan merebaknya garis-garis samar. Penuaan tidak hanya merubah kulit wajah saja, tapi semua kulit tubuh.

Nikotin pada asap rokok akan memperkecil saluran pembuluh darah, membuat darah yang mengalir ke jaringan kulit (epidermis) melambat, hasilnya mengurangi asupan oksigen dan nutrisi yang penting bagi kesehatan kulit.

3. Mempengaruhi Mental

Ada hubungan erat antara kebiasaan merokok dengan gangguan mental (Alzheimer atau Dementia). Baik laki laki maupun perempuan, sama sama beresiko menurunkan kemampuan mental mereka. Nikotin pada asap rokok sangat merusak kinerja otak dan mempercepat seseorang terkena penyakit Alzheimer dibandingkan orang yang tidak merokok.

4. Dua kali lebih Cepat Terkena Radang Sendi

Berdasarkan studi pada 2001, ditemukan bahwa menghisap rokok secara rutin tiap hari mempercepat terserang penyakit RA atau Rheumatoid Arthritis (radang sendi), walaupun keluarganya tidak memiliki riwayat penyakit itu sebelumnya. Kesempatan tekena RA menjadi 2X jika dibanding orang bukan perokok, sebab selain rokok, faktor utama RA yakni kerapuhan tulang atau osteophorosis.

Darah perokok aktif, mengandung banyak epitope (senyawa yang menyandikan protein), yang merupakan salah satu faktor genetik berhubungan dengan RA. Terlebih lagi, merokok akan menurunkan efek sebuah obat, jika kita sakit.

sweater-rajut-pria

5. Menimbulkan Resiko Terkena Stroke 3x lebih tinggi

Di dalam sebatang rokok terkandung nikotin dengan berbagai efek racun kimiawi, salah satunya meningkatkan kesempatan terkena stroke hingga serangan jantung. Ketika rokok dihisap, asap racun kimawi akan masuk ke paru-paru dan diserap oleh sel darah merah, yang kemudian akan merubah dan mempengaruhi seluruh kinerja tubuh.

Efek penyempitan pembuluh darah akibat asap rokok ini, berpeluang besar mempengaruhi aliran darah di dalam nadi dan pembuluh arteri yang masuk ke otak, yang merupakan faktor utama penyebab stroke. Fakta ini menyebabkan perokok lebih beresiko terkena stroke 3X lebih tinggi.

6. Mengganggu Proses Pemulihan Dari Luka

Disamping menyebabkan beberap penyakit, merokok dapat berdampak terhadap proses penyembuhan seseorang paska operasi. Pada rokok terkandung tar, hidrogen sianida, nitrik oksida, aromatik amines, dan karbon monoksida, yang merupakan senyawa perusak pada saat proses penyembuhan luka berlangsung. Dilaporkan pengaruh asap rokok terhadap proses penyembuhan meliputi melambatnya regenerasi kulit, menurunkan respon macrophage dan resiko komplikasi obat.

7. Menurunkan Daya Pengllihatan

Orang yang suka merokok memiliki kesempatan mengalami gangguan penglihatan, walaupun kualitas penglihatan seseorang berbanding lurus dengan faktor usia. Banyak penelitian telah menunjukan resiko menurunnya daya penglihatan seseorang akibat merokok, bahkan asap rokok dapat meningkatkan terkena penyakit katarak, glaucoma, dry eye syndrome dan diabetic retinopathy.

Hal itu karena, dalam asap rokok terkandung ammonia, formaldehyde dan arsenic. Ketika semua zat kimia ini pindah melalui aliran darah hingga sampai ke jaringan mata, mereka akan perlahan menghancurkan struktur sel retinal.

8. Mempengaruhi Kesuburan

Dua dari beberapa kemungkinan penyebab tidak suburnya wanita dan pria yakni merokok, dimana salah satunya saja bisa mempengaruhi kesuburan bersama. Telah terbukti merokok memiliki kemampuan untuk menghancurkan jumlah sel-sel somatik dan sel germ dalam pertumbuhan embrio.

Merokok juga mempengaruhi pematangan sel sperma, dan pada wanita akan menurunkan jumlah hormon estrogen yang nantinya mempengaruhi kesuburan. Sehingga wanita yang suka merokok memiliki kesempatan rendah untuk mengandung daripada yang bukan perokok.

9. Penyebab Diabete Tipe-2

Telah ditemukan bahwa merokok memiliki hubungan erat terhadap resiko seseorang terjangkit diabetes tipe-2. Indikasinya terletak pada kerentanan hormon Insulin, yang menjadi penanda timbulnya gejala diabetes. Disamping itu, kebiasaan merokok cenderung memperparah kemampuan tubuh saat mencerna glukosa, dan ini menjadi penyebab dimulainya seseorang akan terjangkit diabetes.

Penelitian pada 2012 silam, ditemukan bahwa baik perokok aktif maupun pasif sama sama memiliki kesempatan terjangkit diabetes tipe-2. Makanya, rokok sangat merugikan orang banyak.

10. Penyebab Utama Permasalahan Pernapasan

Sebut saja penyakit tuberkolosis (TB), asma, dan chronic obstructive pulmonary disease (COPD), merupakan deretan penyakit pernapasan berbahaya, sehingga alangkah baiknya untuk segera berhenti merokok. Baik perokok aktif maupun pasif memiliki kesempatan tinggi terpapar penyakit pernapasan. Apalagi kebiasaan orang dewasa (ortu) yang merokok di depan anaknya, secara tidak langsung menanam benih penyakit asma pada anaknya sendiri.

Lambat namun pasti, asap rokok telah memicu berbagai penyakit kronis dan mematikan, seperti serangan Jantung. Sehingga alangkah baiknya, merokok dihindari sedini mungkin agar kesehatan tubuh tetap terjaga sampai tua. Demikian ulasan mengenai “alasan mengapa kita harus berhenti merokok”. Semoga ulasan ini bermanfaat bagi kita semua.

Sumber:
http://www.webmd.com/smoking-cessation/features/10-overlooked-reasons-to-quit-smoking
www.nhs.uk/Livewell/smoking/Pages/Betterlives.aspx

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

To Top