Connect with us

Ganbatte Kudasai! Inspirasi Semangat Sukses Dari Jepang

Review Buku

Ganbatte Kudasai! Inspirasi Semangat Sukses Dari Jepang

Judul Buku: Ganbatte! Meneladani Karakter Tangguh Bangsa Jepang
Penulis: A. A. Azhari
Penerbit: Grafindo Bandung
Cetakan: Pertama
Tahun Terbit: 2011
Jumlah Halaman: 239 halaman
Rangkuman isi:

Terbukanya Jepang terhadap dunia Barat dimulai pada tahun 1866 saat Restorasi Meiji dilakukan. Restorasi Meiji menghapuskan sistem pemerintahan feodalistik sehingga membuka peluang bagi rakyat negeri sakura ini terhadap pendidikan yang meniru sistem pendidikan dunia Barat. Selain itu, guna menjalankan dekrit “Gokajo no Goseimon”, semangat mencari pengetahuan hingga ke seluruh dunia untuk memperkuat kekuasaan dan kekaisaran Jepang ikut terpacu. Modernisasi pun semakin terdorong di negara matahari terbit ini.

Jepang kemudian memasuki masa keemasan di abad modern ketika menang perang melawan Rusia (10 Februari 1904 – 5 September 1905) yang menyebabkan ditandatanganinya Perjanjian Portsmouth yang berisi penyerahan Manchuria, setengah dari pulau Sakhalin, dan Korea kepada negara matahari terbit ini. Namun, kegemilangan Jepang yang terkenal dengan semangat “bushido” dan “kamikaze”nya ini harus jatuh karena kalah dalam Perang Dunia II akibat dijatuhkannya bom atom oleh Amerika Serikat di kota Hiroshima (6 Agustus 1945) dan Nagasaki (9 Agustus 1945).

Hancurnya dua kota di Jepang dan banyaknya penduduk yang sakit serta cacat karena terkena radiasi tidak membuat rakyat Jepang berlama-lama dalam keterpurukan. Dengan semangat kerja keras dan disiplin yang tinggi, Jepang membangun kembali negerinya.

Jepang bukanlah negara yang jauh dari bencana. Sama halnya seperti Indonesia, negara ini adalah negara kepulauan yang 80 persen wilayahnya bergunung-gunung dengan sebagian di antaranya merupakan gunung berapi. Hal itu membuat negara ini menjadi rawan bencana. Meskipun begitu, kenyataan ini tidak membuat bangsanya bermental ciut dan mudah putus asa. Menyadari negaranya rawan bencana, bangsa negara matahari terbit ini dilatih sejak dini untuk mampu menyelamatkan diri dan bertindak sigap jika bencana terjadi. Bangunan pun ditetapkan standarnya dengan disiplin tinggi agar keselamatan penduduk terjamin. Bagi bangsa Jepang, perencanaan dan persiapan yang matang merupakan segalanya.

Jepang bukan negara berpenduduk banyak dan tidak memiliki kekayaan alam yang melimpah. Meskipun bergunung-gunung, kandungan logamnya rendah dan barang tambang pun sedikit. Satu-satunya kelimpahan adalah hutannya yang mencapai 70 persen luas daratannya. Namun, hutan yang luas ini pun tidak dieksploitasi secara besar-besaran. Kekuatan militernya pun sudah tidak seperti sebelum Perang Dunia II.

Jepang yang memiliki kekurangan tersebut ternyata selama 40 tahun telah menjadi nomor dua dunia setelah Amerika Serikat, hingga akhirnya harus mengakui kekuatan Tiongkok di tahun 2010. Kebesaran negeri Sakura ini tidak dipungkiri dapat kita rasakan lewat produk-produknya yang mendunia.

Beredar dan terkenalnya produk-produk dari negara yang terkenal dengan anime-nya ini di seluruh dunia membuktikan kesuksesan negara ini yang disebabkan antara lain oleh hal-hal sebagai berikut:

  • Bangsa Jepang merupakan pekerja keras hingga disebut bangsa yang “workaholic”.
  • Budaya membacanya sangat tinggi karena haus menuntut ilmu.
  • Bangsa ini mengutamakan kerja tim dibanding kerja individu sehingga tidak ada sekat antara atasan dan bawahan dalam budaya dan suasana kerja.
  • Masa lalu selalu dijadikan cermin untuk melangkah ke depan agar jangan sampai terperosok dua kali di lubang yang sama.
  • Sangat serius mengutamakan kualitas produk suatu barang.
  • Sangat mengutamakan konsumen karena bagi mereka konsumen adalah raja.
  • Dikembangkannya sistem perkongsian yang dinamai “zaibatsu” dan “kairetsu” yang di dalamnya dikembangkan semangat maju bersama-sama.

Cepat bangkit dari musibah, tanggap menghadapi bencana, dan sukses menancapkan produk-produknya di seluruh dunia merupakan gambaran keberhasilan Jepang yang bisa kita lihat selama ini. Keberhasilan negeri sakura ini tiada lain karena filosofi “ganbatte” atau “ganbaru” yang telah diterapkan secara turun temurun sejak ratusan tahun silam dalam kehidupan sehari-hari mereka. Ungkapan ini memiliki makna antara lain “berusaha keras pada tugas sampai tugas itu selesai” atau “berusaha keraslah hingga mencapai sukses”.

Selain sebagai filosofi hidup, “ganbaru” juga merupakan simbol semangat hidup bangsa Jepang yang merupakan pengejawantahan filosofi “bushido” atau jalan hidup. “Bushido” merupakan perpaduan Shinto dan agama Budha aliran Zen yang menanamkan sikap moral positif seperti keberanian, kehormatan dan harga diri, kesetiaan dan pengendalian diri, kesungguhan, kejujuran, hemat, kemurahan dan kerendahan hati, kesopanan dan keramahtamahan, kerja keras, tidak individualis, tidak egois, bertanggungjawab, bersih hati, harus tahu malu, serta mementingkan moral antara atasan dan bawahan, ayah dengan anak, suami dengan istri, kakak dengan adik, teman dengan teman.

Pertumbuhan negara matahari terbit ini kini memang terasa lambat akibat bencana dahsyat gempa, tsunami, dan kebocoran radiasi nuklir pada Maret 2011. Akibatnya Jepang pun disalip oleh dua negara saingannya yaitu Tiongkok dan Korea Selatan. Namun, itu tidak membuat Jepang putus asa dan tetap berjuang untuk meraih kesuksesannya kembali. Paling tidak ada 10 hal yang telah membuat Jepang sukses, yaitu:

  1. Kerja keras
  2. Belajar tanpa kenal lelah
  3. Selalu berinovasi
  4. Harga diri tinggi
  5. Selalu hidup hemat
  6. Loyal dan setia
  7. Kerja sama yang tangguh
  8. Mandiri
  9. Menghormati yang lebih tua
  10. Pantang menyerah

Buku berjudul “Ganbatte! Meneladani Karakter Tangguh Bangsa Jepang” ini ditulis oleh Adityas Annas Azhari, alumnus Hubungan Internasional Universitas Parahyangan Bandung yang kebetulan pada tahun 2006 sempat mengunjungi Jepang dalam Fellowship Program dari Nihon Shinbun Kyokai (NSK) – Confederation of ASEAN Journalist (CAJ). Ia berkarier di media massa sejak tahun 2000 dan bekerja sebagai redaktur di Harian Tribun Jabar, Bandung. Kunjungan ke Jepang dan membaca berita tentang negara ini dalam menghadapi bencana berturut-turut di media massa membuatnya semakin kagum hingga ia mencoba untuk mencari akar dari mana dan mengapa semangat itu selalu ada. Ia berharap bukunya dapat menjadi inspirasi bagi bangsa Indonesia.

Buku motivasi terbitan Grafindo ini cukup menarik dilihat dari pilihan kata dan sampul bukunya. Semua orang tahu bahwa produk Jepang banyak sekali ditemui dan, bahkan, beberapa merk sangat menempel sekali di ingatan kita. Semua orang yang belajar sejarah pun tahu bahwa negeri matahari terbit ini pernah luluh lantak akibat bom atom. Kenyataan itulah yang membuat negara ini cukup spesial dan menarik untuk dibahas selain makanan, anime, serta tokusatsu-nya yang cukup populer di kalangan anak muda.

sweater-rajut-pria

Membaca buku ini, apalagi bagi orang yang tertarik dengan kebudayaan negeri sakura ini tentunya cukup menyenangkan. Kita dapat belajar sejarah dan filosofi hidup bangsa Jepang secara umum tanpa harus membaca banyak sumber literatur. Diselingi dengan gambar-gambar, meskipun hitam putih, membuat pembaca sedikit terarah dalam membayangkan negara dan warga Jepang yang sesungguhnya. Buku ini cukup direkomendasikan bagi siapa saja yang ingin mencari motivasi untuk sukses dengan cara yang baik dan positif.

Penulis: Panca Purnamasari / IG: punchcha

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

To Top