Connect with us

Gamal Albinsaid, Dokter Muda yang Dibayar Dengan Sampah

Entrepreneur

Gamal Albinsaid, Dokter Muda yang Dibayar Dengan Sampah

Gamal Albinsaid, pria berwajah Arab ini ternyata pernah bertemu dengan Pangeran Charles dari Inggris di awal 2014. Tidak hanya bertemu tapi juga berbincang dan makan malam bersama. Siapa sebenarnya dokter muda asal Malang ini?

Dilahirkan di Malang, Jawa Timur, pada tanggal 8 September 1989, pria ini mempunyai kisah sedih sendiri. Lebih tepatnya kisah sedih seorang anak pemulung sampah bernama Khairunnisa. Khairunnisa kecil saat itu menderita diare. Tapi karena ayahnya adalah seorang pemulung dan tidak mampu untuk membayar biaya pengobatan ke dokter, akhirnya memberikan anaknya pengobatan ala kadarnya. Beberapa waktu kemudian, Khairunnisa ditemukan meninggal dunia di antara tumpukan kardus-kardus sampah. Kisah sedih Khairunnisa lah yang menjadi inspirasi Gamal untuk lebih peduli pada masyarakat yang tidak mampu untuk mendapat akses pengobatan.

Gomuda - Sweater Rajut Pria

Gamal saat itu masih menjadi mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Bersama keempat temannya dia membangun ide untuk membuat sampah menjadi jalan atau alat bagi masyarakat untuk dapat berobat. Gamal dan kawan-kawan ingin memandirikan masyarakat dengan cara mengambil sumber daya mereka (yaitu sampah) dan memberdayakannya untuk meningkatkan kesehatan mereka. Bentuk asuransi pun diambil karena Gamal ingin menciptakan Holistic Healthcare Service dimana membuat yang sehat menjadi lebih sehat, mencegah yang sehat agar tidak sakit, menyembuhkan dan merehabilitasi untuk sembuh bagi yang sakit. Dengan bimbingan dosennya, Gamal dan kawan-kawan akhirnya mendirikan Klinik Asuransi Sampah di tahun 2010. Sempat vakum, akhirnya klinik ini kembali hidup di akhir 2013.

Klinik Asuransi Sampah (KAS) tentunya berbeda dengan klinik-klinik kesehatan lainnya. KAS dalam operasionalnya mengandalkan sampah yang dikumpulkan oleh anggotanya yang kini telah mencapai 500 orang. Untuk menjadi anggota KAS persyaratannya cukup mudah. Setiap anggota hanya mengumpulkan sampah organik dan atau anorganik selama 1 bulan hingga sampah tersebut mencapai nilai 10 ribu rupiah. Jika sampahnya sudah mencapai nilai 10 ribu rupiah, maka anggota berhak mendapatkan Asuransi Sampah yang berlaku hanya di KAS saja. Karena bentuknya asuransi, maka setiap anggota harus mengumpulkan sampah senilai 10 ribu rupiah setiap bulannya.

Asuransi yang didapatkan setiap anggotanya yaitu asuransi kesehatan primer berupa perawatan dan pengobatan yang dilakukan di KAS tapi tidak sampai ke rumah sakit. Meskipun demikian, penyakit yang ditangani KAS tidak hanya penyakit-penyakit ringan seperti batuk dan pilek, tapi hingga darah tinggi, kencing manis, gangguan jiwa, infeksi, dan jantung. Obat yang didapat anggota adalah obat generik, jika anggota ingin obat bermerek maka petugas hanya memberikan resep untuk ditebus di apotik di tempat lain.

Sampah-sampah yang dikumpulkan dari seluruh anggota ada yang diolah menjadi pupuk dan dijual seharga tujuh ribu rupiah per kilogram, ada yang dijual ke pengumpul. Uang hasil dari penjualan sampah tersebut digunakan untuk biaya operasional KAS yang kini telah ada di 5 tempat.

Gamal dan Pangeran Charles, gambar: www.unilever.nl

Berkat program KAS inilah Gamal terbang ke Inggris dan bertemu dengan Pangeran Charles di awal tahun 2014. Gamal menjadi juara pertama dari tujuh finalis yang diantaranya berasal dari Peru, Nepal, dan Nigeria. Gamal mendapat penghargaan Sustainable Living Young Entrepreneurs dari Kerajaan Inggris, menyisihkan 510 peserta dari 90 negara. Selain penghargaan, Gamal juga memperoleh uang sebesar 50.000 € atau setara dengan kira-kira 800 juta rupiah, dan dukungan dari Cambridge Programme for Sustainability Leadership (CPSL) dan Unilever untuk menjalankan sistem ini dalam beberapa bulan mendatang.

KAS didirikan di bawah bendera perusahaan Indonesia Medika. Perusahaan bisnis sosial ini menampung 47 orang dari berbagai disiplin ilmu dengan usia rata-rata di bawah 24 tahun. Konon orang-orang berusia di bawah 24 tahun tidak hanya memikirkan berapa banyak uang yang didapat tapi lebih kepada apakah pekerjaannya bermakna dan membahagiakan.

Selain KAS perusahaan ini bekerja sama dengan salah satu rumah sakit dalam program sabuk bayi pintar. Sabuk bayi pintar merupakan sabuk audio bagi ibu hamil untuk menghasilkan generasi yang cerdas. Audio yang keluar berupa musik klasik seperti karya Mozart, atau bagi yang beragama Islam dapat menggantinya menjadi murrotal Al-Qur’an.

Ke depannya, Gamal ingin menciptakan sekolah yang dibayar dengan sampah. Hal ini dia pikirkan ketika berbincang dengan Pangeran Charles yang berharap agar ide ini dapat lebih berkembang tidak hanya kesehatan dan lingkungan.

Ada sebuah pesan yang dokter muda ini selalu pegang dalam hidupnya, yaitu :

“Tidak ada kebaikan yang sempurna tanpa kesabaran, karena kesabaran adalah nafas yang menentukan lama atau tidaknya sebuah kebaikan.”

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: 5 Solusi Kreatif Dalam Menangani Pembuangan Sampah di Dunia - 4muda.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

To Top