Connect with us

Sosok

Benny Fajarai CEO Qlapa, Dari Menjaga Warnet Hingga Forbes

sweater-rajut-pria

17 anak muda Indonesia yang dinilai sebagai pemimpin menjanjikan dan entrepreneur andal diberitakan masuk daftar “30 Under 30 Asia” versi situs Forbes di awal tahun 2016, salah satunya adalah Benny Fajarai. Seorang pria muda asal Pontianak, mantan penjaga warnet yang kini menjadi CEO situs jual beli online bernama Qlapa.

Qlapa.com merupakan sebuah situs jual beli online untuk produk handmade (buatan tangan) dan kerajinan tangan seperti furnitur kayu, perhiasan, hiasan gantung, lukisan, dompet kulit, dan produk buatan tangan lainnya langsung dari pembuatnya baik itu model tradisional maupun modern. Produk yang dijual di situs ini digadang-gadang merupakan produk lokal kreatif yang unik dan berkualitas dengan tujuan pasar nasional dan internasional.

Marketplace Qlapa.com

Marketplace Qlapa.com

Marketplace yang resmi diluncurkan pada tanggal 1 November 2015 ini mengklaim telah memiliki ribuan produk kerajinan tangan dari ratusan penjual. Situs ini juga memiliki perbedaan dari yang lainnya yaitu misalnya fitur pemesanan produk dengan pilihan custom dan variasi yang beragam serta sistem pre-order.

Agar transaksi jual beli aman, diterapkan sistem escrow atau rekening bersama. Pembeli yang tertarik dan akan membeli melakukan transfer terlebih dahulu ke rekening Qlapa yang kemudian uang itu akan disalurkan ke rekening penjual ketika barang sudah diterima pembeli dengan selamat.

Qlapa berdiri berawal dari Benny Fajarai yang berkunjung ke Bali dan menyempatkan diri melihat banyak pusat kerajinan lokal. Disana ia terinspirasi dan terkagum-kagum tentang bagaimana kearifan budaya serta buah tangan Indonesia yang menarik minat pengunjung lokal dan internasional. Saat itulah ia menemukan ide Qlapa yang terinspirasi dari pohon kelapa, pohon yang banyak manfaatnya.

inspirasi qlapa

Menurutnya, pohon kelapa selama ratusan tahun telah dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia untuk membuat ketupat, kipas sate, sapu lidi, dan berbagai alat rumah tangga lainnya. Buah kelapanya pun dapat menjadi bahan minuman yang menyegarkan baik bagi penduduk setempat mau pun turis mancanegara. Ia berharap Qlapa dapat menjadi sama seperti pohon kelapa yang kaya manfaat mulai dari akar hingga helai daunnya.

Ide yang ia dapat itu lalu diceritakannya pada kawan yang ia kenal di awal tahun 2014 yaitu Fransiskus Xaverius, kawan tempat ia bertanya seputar teknis pengembangan web dan aplikasi mobile. Frans merupakan seorang insinyur yang sudah tinggal dan bekerja di Silicon Valley, Amerika Serikat, selama 5 tahun. Di sana ia sempat bekerja di beberapa perusahaan teknologi seperti Google, Blackberry, Zynga, Castlight, dan Homejoy.

Sejak awal perkenalannya, mereka banyak berdiskusi dan saling mengkritik ide-ide gila satu sama lain. Namun, ternyata, ide Qlapa yang diceritakan Benny sangat menarik perhatian Frans sehingga ia rela kembali ke Indonesia, meninggalkan kompensasi dan peluang karier yang sangat besar di Amerika Serikat untuk mewujudkan tantangan ini bersama Benny. Benny kemudian menjadi CEO dan Frans menjadi CTO.

Ide gila mereka tentu bukan tanpa pemikiran panjang. Benny Fajarai benar-benar melakukan riset sebelumnya dan menemukan bahwa peluang bisnis kerajinan tangan sangat besar, kerajinan tangan merupakan industri kreatif ketiga setelah makanan dan pakaian.

Berdasarkan data Kementerian Pariwisata, industri kerajinan tangan merupakan salah satu subsektor terbesar di industri kreatif yang memberi penghasilan Rp 21 triliun nilai ekspor dan Rp 145 triliun dari konsumsi rumah tangga. Inacraft, salah satu pameran produk kerajinan tangan terbesar Indonesia, berhasil menarik 154.363 pengunjung dan menghasilkan total penjualan senilai Rp 115,7 miliar serta kontrak dagang senilai USD 9,1 juta (sekitar Rp 122 miliar) hanya dalam waktu 4 hari pameran saja. Tentu, hal ini cukup menggiurkan.

Benny Fajarai mendirikan Qlapa tidak hanya bertujuan mengambil keuntungan dan mengikuti tren saja, namun ada alasan lain yaitu untuk memecahkan masalah yang sering dihadapi oleh para perajin. Masalah utama para perajin utamanya ada dua, yaitu kurangnya kepedulian pasar pada perajin lokal sementara untuk mengadakan pameran serta bazar membutuhkan biaya besar, dan pemanfaatan media sosial yang tidak sesuai karena memang tidak didesain khusus sebagai tempat berjualan kerajinan tangan. Oleh sebab itu, Qlapa didirikan untuk membantu perajin lokal di Indonesia berjualan bersama di satu tempat yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Pilihan Benny ternyata tidak sia-sia, di awal tahun 2016 ia terpilih menjadi salah satu pemuda berprestasi “30 Under 30 Asia” versi situs Forbes. Hal yang cukup membanggakan terutama bagi keluarganya di Pontianak, sebuah keluarga yang dikenal tetangganya cukup sederhana dan rendah hati meskipun anak-anaknya dinilai berhasil dan membanggakan.

Benny Fajarai terlahir dari keluarga sederhana dengan moral-moral dan prinsip dasar kehidupan yang selalu ditanamkan. Meskipun penuh aturan, namun tetap pada akhirnya keputusan berada di tangan sang anak dan orang tua tinggal mendukung. Ayah Benny dulu sempat menjadi sopir oplet, namun dengan usaha keras akhirnya beliau memiliki usaha transportasi umumnya sendiri. Beliau juga cukup perhatian pada anak-anaknya, berusaha menjaga pergaulan anaknya dengan menerapkan usaha halal sedari dini.

Quotes dari Benny Fajarai, Purpose, Passion, People, gambar: plus.google.com/+BennyFajarai

Quotes dari Benny Fajarai, Purpose, Passion, People, gambar: plus.google.com/+BennyFajarai

Sifat Benny Fajarai yang aktif, kreatif, dan berempati tinggi sudah sangat dirasakan oleh keluarganya. Pemuda berusia 26 tahun kelahiran Pontianak tanggal 27 April 1990 ini dari kecil sudah pintar dan banyak melakukan hobi ekstrim seperti panjat tebing serta banyak ide kreatif yang ia ciptakan saat masih sekolah. Ia juga sempat membuat khawatir ibunya karena takut jatuh, akibat dari membonceng nenek-nenek naik sepeda sebab ia merasa kasihan melihat nenek tersebut berjalan kaki jauh setiap harinya.

Ketika Benny menginjak sekolah menengah, ia dititipkan orang tuanya pada ketua RT pemiliki warnet untuk bekerja dengan gaji berapa pun. Hal ini dilakukan agar Benny tidak main jauh-jauh setelah pulang sekolah sehingga orang tuanya tidak khawatir. Melihat menjaga warnet menyenangkan sehubungan dengan hobinya bermain game, Benny pun menerima dan menikmati saja. Dari situlah bakat dan hobinya pada bidang IT makin terlihat.

Benny Fajarai sebenarnya memiliki cita-cita sebagai dokter, namun atas pertimbangan biaya dan bakatnya, akhirnya ia memilih jurusan IT dan mendapat beasiswa dari Bina Nusantara. Selepas kuliah ia benar-benar menentukan sendiri apa yang ia mau jalani. Prestasi yang ia raih kini merupakan hasil jerih payahnya sendiri.

Qlapa sebenarnya bukan usaha pertama Benny Fajarai. Sejak masih kuliah ia sudah memiliki usaha. Usaha pertamanya bernama Cactus Project yang ia dirikan bersama beberapa teman programmer dan desainer. Agensi kecil-kecilannya ini sempat digunakan oleh Nielsen dan klien-klien besar lainnya. Sayang, perusahaan pertamanya ini harus terhenti karena teman-temannya memiliki visi yang berbeda. Berhentinya Cactus Project mengakibatkan beberapa proyek web yang dibuat pun gagal.

Benny lalu mendirikan kreavi.com ketika lulus kuliah, sebuah jejaring dan marketplace kreatif pertama di Indonesia yang menghubungkan lebih dari 20.000 kreator visual dan desainer lokal yang ia dirikan sejak Agustus 2012. Kreavi menyatukan para pelaku industri kreatif visual di Indonesia seperti orang iklan, animasi, arsitektur, sinematografi, seni rupa, fotografi, hingga web desain.

Pada pertengahan 2015, Kreavi ia jual untuk meraih mimpi yang lebih besar dengan melanjutkan bisnis di dunia kerajinan tangan Indonesia. Ia melakukannya dengan harapan bisa berkontribusi kepada perajin dan produk lokal agar lebih dikenal lagi oleh masyarakat lokal maupun luar negeri. Qlapa menjadi pilihan dedikasi Benny Fajarai selanjutnya hingga kini.

Kisah perjalanan hidup dan usaha Benny Fajarai merupakan kisah dimana passion dan kebermanfaatan bagi orang lain menjadi satu kesatuan yang padu. Melepas Kreavi dan memilih melanjutkan usaha dunia TI di Qlapa tentu bukanlah hal yang mudah, namun Benny berani menjalaninya karena ia selalu berpikir positif dan tidak mudah berpuas diri untuk memperbaiki kehidupan menjadi lebih baik lagi baik itu untuk diri sendiri dan bagi orang lain. Semoga kisahnya dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita semua.

Sumber:
https://id.techinasia.com/qlapa-marketplace-produk-kerajinan-tangan
http://www.money.id/digital/3-startup-lokal-yang-diprediksi-bakal-bersinar-tahun-ini-1601061.html
https://qlapa.com/company
http://www.tribunnews.com/metropolitan/2016/03/26/mengintip-kantor-minimalis-qlapacom?page=3
http://ngobas.com/forums/topic/8975-qlapacom-buat-jual-kerajinan-tangan-lokal/
http://www.tribunnews.com/regional/2016/03/26/benny-fajarai-si-penjaga-warnet-yang-kini-mendunia
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/03/26/151607526/Benny.Fajarai.Pemuda.Pontianak.yang.Masuk.Radar.Forbes?page=1

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Dekoruma, Pilihan Menarik Belanja Online Furnitur - 4muda.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top