Sosok

Andreas Senjaya, Berjibaku di Silicon Valley Untuk Indonesia

Tidak diketahui banyak orang, Andreas Senjaya, CEO Badr Interactive asal Indonesia ternyata sekarang sedang berjibaku mengikuti kelas pengembangan startup bersama 52 perusahaan terpilih lainnya dari seluruh dunia. Sejak Januari 2016 kemarin, ia mengikuti program inkubasi dan akselerasi 500accelerator yang diselenggarakan oleh 500startups selama 4 hingga 5 bulan di Silicon Valley.

Badr Interactive didirikan pada tanggal 15 Mei 2011 dengan 3 co-founder yaitu Andreas Senjaya, Mohamad Sani, dan Yuwono Mujahidin, ketiganya adalah lulusan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia. Badr Interactive sendiri merupakan sebuah studio aplikasi mobile, salah satu perusahaan IT yang bermarkas di Depok yang fokus mengembangkan aplikasi di platform Android, BlackBerry, iOS, dan Java ME.

Badr Interactive mengusung dan menanamkan nilai-nilai keislaman yang universal, yaitu bagaimana bisa memberi manfaat sosial pada banyak orang melalui teknologi. Sebagai perusahaan yang berbasis dakwah, Badr memiliki 3 visi perusahaan, yaitu:

  1. Meninggikan Islam dengan keterampilan yang dimiliki,
  2. Menjadi inkubator generasi muda muslim bidang IT di Indonesia,
  3. Memberikan kebermanfaatan untuk masyarakat.

Beberapa produk yang pernah dihasilkan oleh perusahaan ini diantaranya adalah:

  • Complete Quran (Android)
  • Ramadhan Guide (Android)
  • Evaluasi Ibadah (Android, BlackBerry, iOS)
  • Personal Apps (Android)
  • Broadcast Message Management (Java ME)
  • Mobile Online Trading (BlackBerry, Android)
  • INILAH.com mobile apps (Android, BlackBerry, iOS)
  • Gerai Nisa – Muslim Clothing e-Commerce (Android)
  • Roompy Messanger – Aplikasi chat (Android)
  • Mobile Personal Aplication (Android)

Di tahun 2012, perusahaan ini telah memiliki 20an orang karyawan yang terdiri dari karyawan penuh waktu maupun magang dan juga telah memiliki beberapa partner bisnis di antaranya adalah Telkom Flexi, Kinan Group, Hauraa, Dakwatuna.com, dan PT. Tri Utama Solusindo.

Di tahun yang sama, Badr Interactive bersama D!Yours Human Centered Design (HCD) dan Twip Studio meluncurkan salah satu aplikasi yang cukup terkenal yaitu UrbanQurban, sebuah terobosan cara baru berkurban bagi kaum urban. UrbanQurban merupakan platform berkurban secara online, lewat web dan aplikasi mobile. Tidak hanya mendistribusikan hewan kurban, di aplikasi ini juga terdapat laporan hasil penyembelihan hewan kurban, lalu pendistribusian daging kepada yang membutuhkan. Untuk menjaga kualitas dari hewan kurban, UrbanQurban mempunyai standar internasional dan pengawasan mutu.

Uniknya, aplikasi ini dikemas dalam bentuk game terintegrasi untuk membeli sampai merawat hewan kurban hingga hari H penyembelihan mirip seperti permainan Tamagochi atau pet games. Dan, aplikasi ini ternyata tidak hanya menerima penyaluran hewan kurban, tetapi juga ke program aqiqah atau syukuran kelahiran anak.

Program-program dan aplikasi Badr Interactive tidak lepas dari kontribusi aktif salah satu co-founder dan juga CEO nya yaitu Andreas Senjaya. Pria kelahiran 4 September 1989 ini tercatat sebagai lulusan Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Indonesia angkatan 2007. Semasa kuliah ia telah meraih prestasi sebagai Mahasiswa Berprestasi (Mapres) Utama Fasilkom dan Mapres 2 UI tahun 2010. Ia juga merupakan Wakil Ketua BEM Fasilkom 2010 dan Anggota Majelis Wali Amanat (MWA) utusan Mahasiswa 2011.

Pria muda ini bahu membahu bersama rekan-rekannya untuk membuat aplikasi universal yang mempunyai manfaat spesifik, aplikasi yang berguna di masyarakat. Bersama founder Badr Interactive lainnya, mereka selalu percaya bahwa melalui misi dan visi yang mereka terapkan selama ini bisa dapat berjalan sukses. Ketika merasa lelah dalam kesibukannya menebar kebermanfaatan, pesan Ibunda selalu teringat di kepalanya, “Ketika lelah menyapa, kala sibuk menghampiri, kuhujamkan selalu dalam hati, ‘Jay istirahatnya di surga aja’. Buat setiap detikmu bermakna, jadikan setiap nafasmu berarti.”

Andreas Senjaya atau yang akrab dipanggil Jay, kini sedang berada di Silicon Valley untuk mengikuti kelas pengembangan startup bernama 500accelerator yang diadakan oleh 500startups, sebuah perusahaan modal usaha asal Amerika Serikat. Jay datang bersama program iGrow bukan karena mendaftarkan perusahaannya, tetapi diundang sendiri oleh pihak penyelenggara.

Layanan iGrow sendiri merupakan solusi teknologi untuk membantu menggalakkan penanaman tanaman pangan dengan menginisiasi kolaborasi antara sponsor penanaman, petani lokal dan pemilik lahan. Dengan iGrow berkebun tidak harus memiliki lahan maupun memiliki kemampuan menanam atau bertani. Cukup berinvestasi saja maka akan ada petani yang menanam serta merawat tanaman tersebut.

Tim iGrow sendiri akan berperan sebagai surveyor atau inspektur yang bertugas melapor kepada para investor mengenai perkembangan tanaman yang mereka investasikan. Para investor pun dapat berkomunikasi langsung dengan petani di iGrow. Kini, iGrow telah memiliki beberapa kebun yang tersebar di pulau Jawa, dan telah memiliki beberapa bibit tanaman yang dapat dipilih oleh investor.

iGrow bercita-cita untuk mengatasi masalah ketahanan pangan di Indonesia, mengatasi kemiskinan petani sekaligus melakukan penghijauan dengan cara memanfaatkan lahan-lahan yang semula tidak produktif. iGrow mengajak siapa saja untuk melakukan misi penghijauan massal dengan tujuan untuk ketahanan pangan dalam negeri karena perusahaan ini juga menanam bibit-bibit tanaman pangan.

Dana yang diberikan oleh para pengguna layanan tidak hanya membantu membeli bibit, tapi juga untuk menyewa lahan perkebunan milik para petani. Dengan begitu, para pengguna juga ikut mensejahterakan petani. Menurut pengakuan Jay, ide pembuatan iGrow ini muncul dari pendiri atau komisaris iGrow Muhaimin Iqbal, yang juga memiliki usaha perkebunan.
Layanan iGrow sejak diluncurkannya sekitar tahun 2014 telah diakui di berbagai kompetisi. Mulai dari kompetisi di tingkat Asia yang diadakan di Jakarta hingga meraih juara dua di kompetisi tingkat internasional di Istanbul, Turki.

Program 500accelerator merupakan program inkubasi yang berupaya menciptakan sebuah ekosistem kondusif yang membuat pertumbuhan sebuah startup bisa mencapai level paling optimal. Program ini bukanlah pemberian materi setiap hari, tapi merupakan program pendampingan, monitoring, networking, dan penyediaan berbagai akses bagi para startup untuk berkembang. Karena para startup sendiri yang tahu apa yang harus dilakukan untuk perusahaan mereka, maka mereka harus proaktif menjemput fasilitas tersebut.

Pada pekan pertama program 500accelerator, para peserta sudah dituntut untuk bisa melaksanakan beberapa tugas seperti persiapan pitching pada sesi welcome night, perencanaan KPI dan matriks growth startup, dan persiapan pertemuan pertama dengan mentor pendamping. Dengan atmosfir menekan dan menantang seperti ini, tentunya mereka semua akan dapat belajar secara intensif tentang bagaimana cara menjalankan dan menumbuhkan startup secara lebih optimal.

Keberadaan Andreas Senjaya di sana tentu merupakan hal yang membanggakan sekaligus juga merupakan sebuah peluang menggali ilmu yang besar. Sebagai perusahaan pertama dari Indonesia yang mengikuti program tersebut, Jay ingin mengeksploitasi akses dan sumber yang penyelenggara miliki, dimana telah berpengalaman mendampingi lebih dari 1300 perusahaan selama ini, untuk kemudian ilmu dan akses tersebut akan dibagikan dan ditularkan kepada para founder-founder startup teknologi Indonesia lainnya.

Panca Purnamasari / IG: punchcha

Sumber:
http://nasional.kompas.com/read/2016/02/27/11553271/Lima.Pendekar.Muda.Pembuka.Jalan.ke.Pentas.Dunia
http://teknojurnal.com/
http://www.digitalpromosi.com/smart/kisah-sukses/5249-andreas-senjaya-bermanfaat-melalui-teknologi
http://www.ziliun.com/
http://www.goodnewsfromindonesia.org/2016/03/01/startup-indonesia-ini-tengah-berjuang-ikuti-program-accelerator-di-silicon-valley
http://autotekno.sindonews.com/read/972244/124/nikmati-berkebun-tanpa-lahan-1425520485

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2013-2017 4muda.com. Part of Gomuda.co

To Top