Connect with us

5 Miliarder Ini Memulai Usaha Dengan Memanfaatkan Potensi Diri

Awesome

5 Miliarder Ini Memulai Usaha Dengan Memanfaatkan Potensi Diri

Banyak yang berkata bahwa beberapa jutawan dan miliarder memulai usaha dari nol atau tanpa memiliki apa-apa. Pernyataan tersebut tidak sepenuhnya benar karena ketika mereka memulai usaha, mereka masih memiliki napas dan pemikiran di kepalanya. Itu artinya mereka memulai usaha dengan memanfaatkan potensi pribadi yang dimilikinya, sumber paling hebat yang dimiliki oleh manusia.

Dalam perjalanannya, diantara mereka ada yang melalui proses yang cukup panjang, naik dan turun, penuh asam dan garam. Beberapa diantaranya bahkan mengalami trauma-trauma dalam kehidupan masa lalunya. Berkat kerja keras, semangat yang tak pernah berhenti, pintar membaca situasi, dan cinta akan apa yang dikerjakannya, pada akhirnya mereka menjadi sukses di bidang masing-masing dan menjadi miliarder.

Mengetahui cerita kehidupan mereka seringkali dapat memotivasi untuk mengambil pelajaran dan terus semangat untuk mencapai harapan, tujuan, dan cita-cita kita. Berikut ini adalah 5 miliarder yang memulai usaha dengan memanfaatkan potensi diri dan pelajaran yang bisa kita ambil.

1. Oprah Winfrey, CEO dari Harpo Production dan The Oprah Winfrey Network

Oprah Winfrey dan Quotes darinya, gambar: geluk-en-meer.nl

Oprah Winfrey dan Quotes darinya, gambar: geluk-en-meer.nl

Oprah Gail Winfrey dilahirkan pada tanggal 29 Januari 1964 di Kosciusko, Mississippi, Amerika Serikat. Setelah kelahiran Oprah, ibunya yang saat itu masih berusia remaja kemudian pergi ke daerah utara, dan Oprah dititipkan kepada neneknya selama 6 tahun. Neneknya sangatlah miskin hingga Oprah sering memakai baju yang terbuat dari karung kentang dan menjadi ejekan anak-anak setempat. Neneknya mengajarinya membaca sebelum berusia tiga tahun hingga ia menjadi anak yang hapal Injil di usia mudanya.

Usia 6 tahun ia dibawa oleh ibunya yang sangat kurang memperhatikannya karena sibuk bekerja. Ibunya kemudian melahirkan adik Oprah. Merasa kesulitan membesarkan dua anak, ibunya kemudian menitipkan Oprah sementara kepada ayah kandungnya.

Berdasarkan pengakuan Oprah, sejak usia 9 tahun ia mengalami pelecehan seksual yang dilakukan oleh pamannya, sepupu, dan seorang teman keluarganya. Usia 13 tahun, ia kabur dari rumah dan hamil di saat usianya 14 tahun. Bayi laki-lakinya lahir prematur dan meninggal.

Ibunya yang frustasi akhirnya mengirim Oprah untuk tinggal bersama ayah kandungnya. Ayahnya memang keras, tapi ia sangat memperhatikan Oprah terutama pendidikannya. Oprah kemudian menjadi siswa kehormatan, memenangkan kontes oratori, dan meraih beasiswa penuh di Universitas Tennessee State. Di usia 17 tahun, ia memenangkan kontes kecantikan Miss Black Tennessee.

Berawal dari bekerja di radio lokal untuk kulit hitam, WVOL, sejak SMA dan di universitas sebagai pembaca berita di waktu luangnya, Oprah menjelma menjadi Ratu Semua Media.

Ia merupakan orang kulit hitam paling kaya di Amerika Serikat di abad ke-20. Ia tidak pernah menutupi kenyataan hidupnya yang kelam pada publik, dan inilah yang menjadi kekuatannya. Ia bisa dengan mudah terhubung dengan para penontonnya. Dan ia percaya bahwa apa yang menarik perhatiannya akan menarik perhatian para penontonnya juga.

2. Shahid Khan, CEO dari Flex-N-Gate dan pemilik Jacksonville Jaguars

Shahid Khan, gambar: youtube.com

Shahid Khan, gambar: youtube.com

sweater-rajut-pria

Pria muslim keturunan Pakistan yang dilahirkan pada tanggal 18 Juli 1950, yang tinggal di Amerika Serikat ini merupakan peringkat ke 121 orang terkaya di negaranya versi majalah Forbes di bulan Mei 2015 dengan pendapatan lebih dari 5,6 juta dollar.

Shahid datang ke Amerika Serikat di usia 16 tahun dengan hanya berbekal uang 500 dollar saja, untuk berkuliah di Universitas Illinois di Urbana-Champaign. Pekerjaan pertamanya sambil kuliah yaitu sebagai pencuci piring dengan bayaran 1,20 dollar per jam. Ia kemudian bekerja di perusahaan manufaktur otomotif Flex-N-Gate dan ketika lulus kuliah ia dipekerjakan sebagai direktur teknik di perusahaan tersebut.

Di tahun 1978, ia memulai perusahaan Bumper Works yang khusus membuat bemper untuk truk pick-up dan toko perbaikan badan mobil. Pada tahun 1980 ia membeli Flex-N-Gate dan membesarkan perusahaan tersebut, dengan memasukan Bumper Works ke dalamnya, hingga memiliki 12.450 pekerja dan 48 cabang di Amerika Serikat dan beberapa negara. Tidak hanya itu, ia juga membeli sebuah klub American football bernama Jacksonville Jaguars.

Shahid dinilai memiliki bakat merubah perusahaan yang sedang dalam kesulitan besar menjadi perusahaan yang memiliki kesempatan lain. Ia telah menyelamatkan ratusan pekerja Amerika yang mungkin akan kehilangan pekerjaan tanpa kecerdasannya.

3. Jack Ma, pendiri Alibaba

Jack Ma, pendiri Alibaba, gambar: blog.notesmartly.com

Jack Ma, pendiri Alibaba, gambar: blog.notesmartly.com

Jack Ma atau Ma Yun dilahirkan di Tiongkok pada tanggal 10 September 1964. Sejak kecil ia ingin sekali bisa bahasa Inggris. Akhirnya, setiap pagi ia mengendarai sepedanya ke hotel terdekat dan bertemu dengan para turis. Ia akan menjadi penuntun para turis tersebut untuk praktik langsung dan meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya secara gratis. Ia melakukannya selama 9 tahun, beberapa turis pun menjadi sahabat pena, dan dari merekalah namanya menjadi Jack.

Jack tercatat tiga kali gagal masuk universitas. Akhirnya ia masuk ke Universitas Huangzhou Normal dan lulus di tahun 1988 dengan gelar sarjana bahasa Inggris. Jack kemudian melamar ke 30 pekerjaan berbeda, termasuk KFC, dan semua menolaknya. Ia kemudian menjadi guru bahasa Inggris.

Tahun 1995, ia pergi ke Amerika Serikat dan berkat bantuan temannya, Jack diperkenalkan kepada dunia internet. Ia dan temannya kemudian membuat website yang berhubungan dengan Tiongkok. Selang 5 jam dibuat, ia menerima e-mail dari beberapa orang Tiongkok yang ingin lebih mengenalnya. Dari situ ia melihat bahwa bisnis internet cukup menjanjikan. Bulan April 1995, ia, istrinya, dan seorang teman mengumpulkan 20.000 dollar Amerika untuk kemudian membuat perusahaan internet yang fokus untuk membuat website bagi perusahaan. Ia menamainya “China Yellow Pages”. Selama tiga tahun, perusahaannya berhasil mengumpulkan keuntungan sekitar 800.000 dollar.

Perusahaannya kemudian mendapat tantangan dari kementrian, dan lalu ia memutuskan untuk berhenti dan kembali ke Huangzhou. Tahun 1999, ia kemudian mendirikan Alibaba bersama 17 orang temannya. Alibaba kemudian berkembang menjadi Alibaba Group dan menjadikannya orang terkaya di Tiongkok serta orang terkaya urutan ke-18 di dunia dengan perkiraan kekayaan sekitar 24,1 miliar dollar Amerika.

Jack Ma tidak pernah menyerah meskipun sudah ditolak berulang kali. Ia selalu mencari jalan alternatif lain yang malah membuatnya sukses. Jack juga memiliki kelebihan dapat bekerja sama dengan orang lain dan dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.

4. Jan Koum, salah satu pendiri WhatsApp

Jan Koum, gambar: wired.co.uk

Jan Koum, gambar: wired.co.uk

Jan Koum pindah dari Ukraina ke Amerika Serikat pada tahun 1992 bersama ibu dan neneknya, sementara ayahnya yang rencananya akan menyusul, akhirnya tetap menetap di Ukraina. Pria Yahudi kelahiran 24 Februari 1976 ini bersama keluarganya hidup atas program bantuan sosial. Ibunya kemudian bekerja sebagai penjaga bayi, sementara Jan bekerja sebagai pembersih lantai di sebuah toko grosir. Usia 18 tahun ia tertarik pada bidang programming dan masuk ke Universitas San Jose State dan secara bersamaan bekerja sebagai penguji keamanan di Ernst & Young.

Tahun 1997, Jan dipekerjakan Yahoo sebagai teknisi infrastruktur bersama-sama dengan kawannya, Brian Acton. Setelah 9 tahun bekerja di Yahoo, mereka memutuskan untuk keluar dan bepergian selama setahun di Amerika Selatan. Keduanya kemudian mencoba melamar ke Facebook dan gagal.

Januari 2009, Jan membeli sebuah iPhone dan menyadari bahwa App Store telah melahirkan tren industri aplikasi. Akhirnya ia dan Brian mengunjungi Alex Fishman untuk membicarakan ide Jan tentang aplikasi yang statusnya ada di samping nama orang-orang. Pada tanggal 24 Februari 2009, perusahaan WhatsApp pun didirikan. Aplikasi ini tidak serta merta berjalan mulus tanpa kendala. Di awal kemunculannya, WhatsApp mengalami crashing dan stuck yang hampir membuat Jan menyerah dan memutuskan untuk mencari pekerjaan baru. Brian kemudian menyemangatinya dan menyuruhnya bersabar untuk menanti selama beberapa bulan.

Pada akhirnya kesederhanaan WhatsApp menarik minat para pengguna dan membukukan keuntungan yang tidak sedikit bagi para pendirinya. Perkembangan WhatsApp yang mengedepankan tidak menampilkan iklan dan mengumpulkan sedikit informasi para penggunanya membuat bos besar Facebook tertarik dan menawarkan kerjasama di tahun 2012. Pada tahun 2014, Jan menempati posisi ke 62 sebagai orang terkaya di Amerika dengan pendapatan sekitar 19 miliar dollar.

Kesuksesan Jan datang dari ide sederhananya tentang privasi, kenyamanan, dan komunikasi yang murah. Hasrat dan prinsipnya saling mendukung, yang menuntunnya di setiap pilihan yang buat.

5. Felix “PewDiePie” Kjellberg, Youtuber dengan subscriber paling banyak

Felix "PewDiePie" maguzz.com

Felix “PewDiePie” gambar: maguzz.com

Berawal dari perasaan bosan, pria bernama lengkap Felix Arvid Ulf Kjellberg yang dilahirkan di Swedia pada tanggal 24 Oktober 1989 ini membuat akun Youtube di tahun 2010 untuk menggunggah video yang berisi reaksinya sepanjang bermain video game. Hingga akhirnya karena terlalu fokus pada Youtube, Felix dikeluarkan dari tempatnya kuliah yaitu di Universitas Teknologi Chalmers di tahun berikutnya.

Orang tuanya merasa kecewa dan memutuskan untuk tidak membiayai hidupnya lagi. Ia lalu bekerja di sebuah stan hot dog untuk membiayai akun Youtubenya tersebut. Tidak disangka, video-video yang ia unggah disukai para penonton Youtube hingga akhirnya ia menjadi Youtuber dengan subscriber paling banyak yaitu lebih dari 40 juta orang hingga saat ini.

Felix tidak didukung oleh Youtube, ia hanya bermain video game karena memang hal itu membuatnya senang. Dengan gayanya yang kocak, berteriak-teriak sepanjang video, kadang mengeluarkan suara aneh yang ekspresif, atau mimik muka yang konyol dan lucu, Felix dinilai sebagai Youtuber yang asli dan jujur. Ia juga peduli akan komentar yang diberikan oleh penonton, dan semakin memperbaiki diri jika ada perkataannya yang menyinggung orang banyak.

Ia menganggap semua subscriber layaknya teman sendiri di dunia nyata. Inilah yang membuat Felix memiliki banyak subscriber. Ia menjadi pria yang semua orang inginkan untuk bermain video game bersama. Meski tidak pernah menyebutkan jumlah tepat berapa uang yang ia hasilkan, diperkirakan tahun 2014 ia membukukan pemasukan sekitar 7,5 juta dollar.

Masih banyak miliarder lainnya yang sangat menginspirasi untuk kita pelajari perjalanan mendirikan usaha hingga sukses berkat potensi diri serta ketekunannya mengejar mimpi. Apakah diantara kita akan ada yang menjadi salah satunya, minimal miliarder di Indonesia? Tidak ada yang tidak mungkin jika kita terus berusaha dan Berdo’a.

Sumber:
Wikipedia.org
http://www.lifehack.org/articles/productivity/10-lessons-everyone-can-learn-from-millionaires-and-billionaires-who-started-with-nothing.html
http://www.gamespot.com/articles/how-much-money-did-pewdiepie-earn-in-2014/1100-6428640/

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

To Top