Connect with us

3 Wanita Asia Inspiratif: Sri Mulyani, Jemilah Mahmood, dan Neetu Bhatia

Rubrik

3 Wanita Asia Inspiratif: Sri Mulyani, Jemilah Mahmood, dan Neetu Bhatia

Kaum wanita, khususnya wanita Asia, masih bisa dihitung dengan jari yang menjadi pemimpin dunia atau pemimpin di organisasi kelas dunia. Berdasarkan data dari PBB, tercatat hanya 18 orang wanita saja yang menjadi pemimpin dunia. Apabila dibandingkan dengan jumlah keseluruhan wanita di dunia, tentu jumlah wanita Asia berpengaruh tersebut sangat sedikit sekali.

Jumlah wanita Asia yang memperoleh pendidikan tinggi minimal S1 tercatat meningkat jumlahnya di 20 tahun terakhir ini, meskipun begitu, wanita Asia yang menduduki jabatan tinggi di dunia masih sedikit. Kenyataan tersebut seringkali menimbulkan perdebatan yang akhirnya muncul upaya untuk menyesuaikan kondisi tempat kerja sesuai dengan kondisi wanita agar dapat lebih menampung aspirasi wanita seperti peningkatan kuota legislatif, jam kerja yang fleksibel, dukungan perawatan anak yang lebih baik, kelompok pembela dan peneliti wanita; hasilnya kelangkaan wanita Asia sebagai pemimpin senior tetap belum berubah.

Pertanyaan baru pun muncul, apakah masalahnya ada di gender atau ada hal lain? Apakah penyesuaian yang telah dilakukan hanya menyentuh “gejala” saja, bukan akar permasalahan?
Berikut adalah tiga wanita Asia inspiratif, yang sukses dalam karir masing-masing, yang dapat kita ambil pelajarannya.

1. Jemilah Mahmood

Jemilah Mahmood, gambar: www.crisis-response.com

Jemilah Mahmood, gambar: www.crisis-response.com

Dr. Jemilah Mahmood adalah wanita Asia asal Malaysia, mantan Ketua Sekretariat KTT Kemanusiaan Dunia PBB, seorang ginekolog dan aktivis kemanusiaan. Tahun 1999-2010 ia merupakan Presiden MERCY (Medical Relief Society) Malaysia, badan amal medis yang ia dirikan pada bulan Juni 1999. Di tahun 2008, ia merupakan satu dari 16 anggota yang disetujui oleh SekJen PBB Ban Ki-moon untuk menjadi Kelompok Penasihat dari Pusat Dana Tanggap Darurat.

Ia juga merupakan anggota dewan DARA, sebuah organisasi internasional independen yang berhubungan dengan bantuan kemanusiaan dan membuat rekomendasi spesifik untuk merubah aturan.

Berawal dari menonton tv mengenai perang Kosovo bersama anaknya yang berusia 5 tahun, nasihatnya pada anaknya mengenai jangan membuang makanan dan belajar dengan keras ditanggapi anaknya dengan perkataan, “jangan hanya berbicara, ibu kan seorang dokter, pergi dan lakukan sesuatu.”

Ia lalu mendirikan MERCY Malaysia, organisasi kemanusiaan pertama tingkat internasional di Malaysia. Tahun 2003, di Baghdad, ia tertembak di pinggul kiri oleh para pejuang Irak karena dikira ambulan yang ditumpanginya berasal dari Suriah yang telah mengebom desa mereka. Di rumah sakit, masih dalam keadaan peluru bersarang di tubuhnya, ia tetap membantu wanita melahirkan. Dan misi besar pertamanya adalah membantu korban tsunami Aceh di tahun 2004.

Alasan utama mengapa ia memilih kemanusiaan internasional karena ia sadar bahwa Malaysia tidak sendiri di dunia ini, solidaritas global adalah tanggung jawab setiap orang. Ia yakin bahwa setiap manusia berhak untuk mendapatkan air bersih, kesehatan, dan harkat martabat. Tidak masalah apakah agama dan prinsip mereka berbeda dengannya, dasar utama adalah hak manusia, dan ia akan berjuang agar semua orang mendapatkan haknya.

2. Neetu Bhatia

Neetu Bhatia, gambar: youtube.com

Neetu Bhatia, gambar: youtube.com

sweater-rajut-pria

Neetu Bhatia adalah seorang wanita Asia asal India, seorang insinyur MIT yang berubah menjadi bankir investasi di New York. Awalnya ia bekerja di Lehman Brothers pada pertimbangan media dan telekom, peningkatan modal dan restrukturisasi transaksi, dan berakhir sebagai Direktur Media, Komunikasi & Teknologi Investasi Grup Banking pada Bank Montreal.

Sementara kebanyakan orang memberikan lengan dan kakinya untuk menetap, ia berhenti pekerjaan dan karir di Wall Street untuk kembali ke India dan memulai usaha miliknya sendiri.

Berawal dari mencari hiburan lewat koran pagi saat musim panas 2006, ia tidak menemukan pilihan untuk hiburan seperti bioskop dan sejenisnya. April 2007, ia mendirikan Kyazoonga, yang menawarkan kepada pelanggan akses yang mudah untuk semua bentuk tiket hiburan dan olahraga secara online, mobile, dan saluran distribusi retail. Pada akhirnya Kyazoonga menjadi perusahaan tiketing hiburan dan olahraga terbesar dan pertama di India.

Neetu mengetahui bahwa organisasinya pada dasarnya mengubah kehidupan orang menjadi lebih baik dan itu adalah kebanggaan terbesarnya. Hal tersebut merupakan alasannya untuk bangun di pagi hari dengan tekad untuk menjadi yang terbaik, membuat hidup lebih baik bagi semua orang. Kini Kyazoonga sudah membuka kantor di Silicon Valley dan tetap dengan misi intinya yaitu: tiket dibuat mudah untuk semua orang, dimana saja.

3. Sri Mulyani Indrawati

Sri Mulyani Indrawati, gambar: www.maxmanroe.com

Sri Mulyani Indrawati, gambar: www.maxmanroe.com

Sri Mulyani Indrawati merupakan seorang wanita Asia asal Indonesia, seorang ahli ekonomi yang dilahirkan pada tanggal 26 August 1962. Di bulan Juni 2010 ia ditunjuk sebagai Direktur Pelaksana Grup Bank Dunia, dan berhenti menjadi Menteri Keuangan Republik Indonesia.

Sebagai menteri keuangan Indonesia dari tahun 2005 hingga 2010, Sri Mulyani diketahui sebagai seorang reformis yang kuat dan dikaitkan dengan penguatan ekonomi Indonesia, meningkatkan investasi, dan mengendalikan ekonomi melewati krisis finansial periode 2007-2010. Pada tahun 2014, ia menempati posisi ke 38 sebagai wanita paling berpengaruh di dunia versi majalah Forbes.

Tujuan karirnya sebagai seorang ekonom dunia adalah mengatasi kemiskinan. Hal ini mempengaruhi bagaimana ia bekerja, bagaimana ia akan memastikan aturan dan model pertumbuhan ekonomi didesain terhitung cukup bermanfaat bagi semua bagian dari masyarakat.

Ia juga sangat dipengaruhi oleh ibunya yang meraih gelar S3 saat membesarkan 10 orang anak. Seorang perempuan tidak harus memilih antara pekerjaan atau keluarga karena menurutnya semua dapat dilakukan apabila mampu diatur dengan baik. Bagi Sri Mulyani, ibunya adalah mentor terkuatnya. Ia sendiri adalah seorang ibu dari 3 orang anak dengan gelar doktorat dalam bidang ekonomi dan pengakuan internasional untuk integritas dan kemampuannya.

Pelajaran dari ketiga wanita Asia di atas ialah mereka berhasil bukan karena lingkungan yang sangat kondusif dan mendukung, tapi karena mereka telah menggali dalam-dalam nilai diri mereka dan mempercayainya karena hal ini sangat penting. Mereka memikirkan masa depan yang lebih baik dan memutuskan untuk menciptakannya dengan menjadikannya tujuan hidup mereka.

Sekali mereka memulai, mereka tidak pernah menyerah meskipun menghadapi kesulitan dan tantangan yang signifikan, karena mereka telah mengelola diri mereka untuk mengeluarkan semua energi kepemimpinan, kekuatan tujuan yang berasal dari sekumpulan nilai atau prinsip yang dipegang sangat mendalam. Energi kepemimpinan inilah yang mencegah mereka dari menyerah, dan inilah mengapa mereka sukses. Singkatnya, mereka adalah pemimpin sebenarnya, dan baik pria maupun wanita dapat belajar bagaimana menjadi sukses dari mereka.

Berikut adalah saran inspiratif dari mereka bagi para wanita di dunia, khususnya wanita Asia.

Jemilah:

“Jangan takut untuk membuat sebuah perubahan. Dalam hidup, anda harus mengambil beberapa resiko, tentunya resiko-resiko yang sudah diperhitungkan. Apabila anda tidak mengambil semua tindakan, sudah pasti anda akan kehilangan kesempatan.”

Neetu:

“Jangan pernah memproyeksikan dirimu berbeda karena anda seorang wanita. Selalu fokus akan apa yang sedang anda lakukan dan apabila anda lebih baik daripada pria, ya itulah dirimu. Jika orang lain memiliki prasangka, langkah terbaik adalah mengabaikannya dan fokus dengan apa yang sedang anda lakukan dan jadilah yang terbaik.”

Sri Mulyani:

“Kepada setiap gadis, setiap wanita, doronglah semua batas, setiap incinya. Pada akhirnya, semua adalah tentang menjadi profesional dan sangat baik pada apa yang sedang anda lakukan. Hal itu akan menunjukan kualitas anda yang sesungguhnya daripada gender.”

Sumber:
En.wikipedia.org
http://www.forbes.com/sites/rajeevpeshawaria/2015/11/20/on-women-and-leadership-three-amazing-asian-stories/3/
http://www.pewresearch.org/fact-tank/2015/07/30/about-one-in-ten-of-todays-world-leaders-are-women/

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

To Top