Tahu Gak

20 Jenis Makanan yang Berperan Sebagai Antibiotik Alami

makanan antibiotik

Antibiotik merupakan senyawa alami maupun buatan yang mempunyai efek menghambat proses biokimia suatu organisme, khususnya infeksi oleh bakteri tertentu. Misalnya untuk mengobati infeksi bakteri penyebab tipes dan bisulan.

Perlu diketahui, fungsi antibiotik adalah membunuh bakteri sehingga tidak dapat digunakan untuk mengobati infeksi virus seperti batuk, pilek, DBD, cacar air dan lainnya. Untuk virus dan jamur, sudah ada obat khusus yaitu anti-virus dan anti-fungi.

Yang perlu diingat, mengonsumsi antibiotik harus senantiasa melalui konsultasi dan resep dokter. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat hanya akan mengakibatkan efek samping di kemudian hari.

Namun, tahukah Anda, ternyata beberapa makanan yang biasa kita konsumsi sehari-hari memiliki sifat anti-biotik, lho. Berikut 4muda akan mengulasnya untuk Anda.

1. Bawang Putih

Semua orang pasti setuju bahwa bawang putih adalah makanan paling ampuh melawan ancaman segala jenis bakteri. Berdasarkan penelitian, ditemukan penggunaan bawang putih dalam masakan harian dapat mengurangi jumlah bakteri Staphylococcus albus dan mikroogranisme Escherichia coli di dalam tubuh.

Perlu diketahui juga, efek anti-bakteri pada bawang putih hanya dapat bertahan selama 30 menit pada masakan yang mengalami pemanasan. Selain bawang putih, jenis bawang-bawangan yang memiliki efek serupa diantaranya: bawang daun atau kucai, dan bawang merah.

2. Madu

Madu telah digunakan sebagai obat anti-bakteri jauh sebelum ditemukannya obat-obatan anti-biotik sintetis. Hampir semua tempat di bumi, dari generasi ke generasi telah mengenal kegunaan madu sebagai pemercepat kesembuhan dan penyembuh luka.

Makanan super ini mengandung enzim anti-mikroba alami yang mendorong pelepasan hidrogen peroksida, berguna untuk menghambat tumbuhnya bakteri di dalam tubuh. Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, madu digunakan untuk mengembalikan fungsi liver, meringankan sakit, dan menetralisir racun.

Selain itu, zat anti-bakteri pada madu juga bermanfaat membunuh bakteri Heliobacter pylori, yaitu bakteri penyebab radang usus.

3. Kubis

Kubis termasuk sayuran Cruciferous, satu keluarga dengan brokoli, kale, kembang kol dan brussels (kubis belgia). Sayuran ini telah dikenal lama sebagai makanan penyembuh oleh beberapa orang di timur tengah.

Berdasarkan penelitian, ditemukan bahwa kubis dan sayuran sejenisnya, mempunyai kemampuan melawan kanker, sehingga baik dikonsumsi oleh penderita kanker. Lalu, kubis juga kaya akan vitamin C, anti-biotik alami, sehingga gabungan kedua zat ini mendorong kinerja sistem kekebalan tubuh.

4. Makanan Fermentasi

Salah satu makanan fermentasi populer dan menyehatkan yakni yougurt. Disamping lezat dan enak, makanan fermentasi ini menyehatkan sistem pencernaan, kesehatan usus, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selain yogurt, sayuran fermentasi menyehatkan lainnya yakni kimchi dan pickles (mentimum fermentasi atau acar).

5. Buah Berry

Cranberry, blueberry, blackberry dan buah berry-berry-an sangat baik untuk memelihara kesehatan sistem pengeluaran tubuh, khususnya gangguan kandung kemih. Berdasarkan penelitian, meminum jus buah berry secara rutin dapat mencegah terjadinya infeksi saluran kencing pada wanita hamil dan wanita lanjut usia.

Selain mencegah infeksi, jus berry mengandung zat anti-oksidan dan zat peningkat sistem kekebalan tubuh.

6. Buah Delima

Selain dikenal sebagai makanan dengan anti-oksidan tinggi, buah delima juga mengandung zat anti-bakteri, khususnya mencegah bakteri yang masuk melalui sistem ekskresi atau pengeluaran, seperti pada saluran air dan kandung kemih.

Buah delima juga kaya vitamin C sehingga dapat mendorong kerja sistem kekebalan tubuh dalam melawan infeksi urinari.

7. Kunyit

Kunyit atau Turmeric merupakan salah satu makanan anti-biotik terbaik yang telah digunakan oleh beberapa pengobatan tradisional di seluruh dunia seperti Ayurvedic (India) dan pengobatan Tiongkok kuno. Zat anti-peradangan dan anti-bakteri pada kunyit telah terbukti ampuh menangkal berbagai infeksi bakteri. Selain itu, sekarang ini kunyit dijadikan salah satu bahan untuk perawatan kulit modern.

8. Wortel

Berbicara makanan anti-biotik, jangan lupakan wortel. Seperti kita ketahui, wortel bermanfaat untuk kesehatan mata, namun wortel juga memiliki senyawa untuk menghambat pertumbuhan patogen.

9. Goldenseal

Sebagian dari kita, mungkin masih asing mendengar Goldenseal, namun di luar sana, goldenseal telah dikenal sebagai salah satu bahan makanan peningkat sistem kekebalan tubuh, yang terbukti ampuh membunuh bakteri Streptococci di dalam tubuh. Selain bakteri, goldenseal juga berfungsi anti-protozoa dan anti-fungal.

10. Wasabi

Penggemar masakan pedas pasti menyukai wasabi. Biasanya, kita dapat menemukannya di restoran-restoran Jepang karena wasabi digunakan sebagai bahan campuran shoyu (kecap asin Jepang) ketika memakan sushi.

Tapi tahukah Anda, makanan ini ternyata memiliki kemampuan super dalam menangkal mikroba untuk memerangi beberapa gangguan kesehatan, seperti infeksi pernapasan, peradangan rongga hidung dan infeksi urinari.

Dan memang hampir semua makanan pedas bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Baru-baru ini, di Jerman, wasabi digunakan sebagai terapi beberapa gangguan kesehatan.

11. Lemon

Seperti halnya bawang putih, lemon dapat digunakan secara internal atau eksternal untuk meningkatkan kesehatan tubuh, karena makanan ini bersifat anti-biotik alami. Dari beberapa penelitian, diketahui pada lemon terkandung zat tetrazine dan coumarin yang bermanfaat untuk mencegah pertumbuhan patogen di dalam tubuh.

12. Nanas

Dibalik rasa manis asamnya, ternyata nanas merupakan makanan kaya nutrisi dan bersifat anti-bakteri. Buah tropis ini juga kaya akan bromelain, yaitu zat yang efektif mengobati infeksi mulut dan tenggorokan.

13. Curd (fermentasi susu)

Curd merupakan salah satu makanan anti-biotik alami terbaik. Seprti halnya yogurt, curd mampu menurunkan pertumbuhan bakteri jahat di dalam tubuh, sehingga mencegah tubuh gampang sakit. Di dalam curd terdapat bakteri baik, dimana bakteri ini mengurangi patogen dan mendorong kesehatan usus.

14. Eucalyptus

Selanjutnya ada herbal anti-biotik alami yaitu eucalyptus. Tumbuhan ini telah dikenal sebagai herbal pereda rasa sesak tenggorokan dan penghilang bau mulut. Eucalyptus juga bersifat anti-septik alami yang mampu membunuh beberapa macam bakteri, jamur bahkan virus. Sekarang eucalyptus dapat ditemui dalam bentuk teh herbal.

15. Minyak pohon Teh

Minyak pohon teh atau Tea Tree Oil (TTO) merupakan minyak essensial yang sangat berguna untuk melawan kuman yang kebal terhadap anti-biotik atau MRSA (methicilin-resistant staphylococcus aureus). MRSA dapat menyebabkan penyakit menahun, dan menular, seperti infeksi paru-paru, tulang, sendi, dan darah.

16. Minyak Oregano

Minyak esensial ini dikenal mempunyai kemampuan membunuh bakteri, khususnya mengontrol beberapa infeksi kuman seperti MRSA. Dari penelitian pada 2001, zat pada minyak Oregano sangat efektif sebagai anti-biotik. Selain itu, minyak ini juga bersifat anti-septik, anti-oksidan, anti-viral, anti-inflamasi, penghilang rasa sakit, dan anti-fungal.

17. Ekstrak Daun Zaitun

Seperti halnya TTO, ekstrak minyak zaitun telah lama digunakan untuk mengobati infeksi bakteri selama beratus-ratus tahun yang lalu. Khusunya, ekstrak ini bermanfaat untuk melawan infeksi MRSA pada beberapa rumah sakit di Eropa.

18. Buah kaya vitamin C

Jangan lupa makanan anti-biotik alami terdapat pada buah-buahan dan sayuran kaya akan vitamin C, mereka dapat membunuh berbagai macam infeksi bakteri. Umumnya vitamin C bermanfaat untuk pertumbuhan, perkembangan dan meingkatan sistem kekebalan tubuh.

Berdasarkan studi dari North Carolina University, anti-biotik pada buah atau sayuran kaya akan vitamin C memiliki kemampuan menyembuhkan infeksi akibat gigitan beberapa binatang. Buah-buah itu diantaranya, jeruk, mangga, melon, kiwi, plum, dll. Sedangkan sayurannya, seperti asparagus, bayam, tomat, brokoli, kale dll.

19. Appel Cider Vinegar (Cuka Apel)

Vinegar adalah cairan yang mengandung asam asetat, sedangkan Appel Cider Vinegar merupakan vinegar yang diperoleh dari saripati buah apel muda, yang masih berwarna kuning agak kemerahan.

Mengkonsumsi secara rutin Appel Cider Vinegar, memiliki banyak manfaat, diantaranya menurunkan kolesterol, dan resiko kanker. Berdasarkan penelitian, cairan ini bersifat anti-septik dan anti-biotik, dan dapat berfungsi sebagai alkali alami sistem kekebalan tubuh. Juga, dapat mengontrol berat badan.

20. Jahe

Sudah sangat populer di dunia sejak dulu kala, jahe telah dipercaya dan digunakan sebagai obat tradisional yang aman untuk berbagai macam penyakit dalam, terutama ginjal.

Jahe mampu mempertahankan kinerja ginjal dalam membersihkan darah agar tetap pada keadaan normal dan mampu melarutkan batu ginjal yang masih berukuran kecil, karena memiliki zat anti-bakteri, anti-peradangan, anti-virus dan bersifat memanaskan. Semua itu berfungsi untuk menghancurkan batu ginjal yang sudah ada atau baru terbentuk.

Referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Antibiotika
http://mediskus.com
http://www.myhealthwire.com/news/herbs-supplements/796

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2013-2017 4muda.com. Part of Gomuda.co

To Top