Recommended

15 Langkah Penting Jualan Online Bagi Pemula

Seiring berkembangnya teknologi internet saat ini, cara berjualan atau dagang sudah banyak beralih ke ranah online. Meski offline tetap masih berjalan seperti yang juga dilakukan Matahari dengan marketplace online beralamatkan mataharimall.com. Jualan online kini menjadi trend masa kini dan terus berkembang pesat sehubungan makin banyaknya pengguna smartphone serta lancarnya jaringan internet.

Kalau saya bisa bilang, internet bisa jadi rumah kedua bagi kebanyakan masyarakat dunia saat ini terutama kaula muda dan yang berjiwa muda melek teknologi yang tak lepas online seharian atau sering disebut sebagai Generasi Y atau milenia.

Bayangkan saja, jumlah penduduk di dunia saat ini sekitar 7 milyar jiwa, katakanlah 40% adalah anak muda atau usia produktif. Maka sekitar 2,8 milyar jiwa adalah sasaran empuk jualan online di dunia.

Tak usah jauh-jauh, Indonesia yg merupakan negara ke-4 terbanyak jumlah penduduk di dunia setelah China, Amerika dan India dengan 250 juta jiwa adalah sasaran tepat jualan online. Berdasarkan data BKBN tahun 2014, usia produktif penduduk Indonesia (usia 15-65 tahun) mencapai angka 61,12 %, jika kita anggap usia muda 15 – 45 tahun sebesar 40%, Maka sebanyak 100 juta jiwa adalah target pasar jualan online.

Jumlah tersebut memang merupakan hitungan kasar, tetapi setidaknya memberikan kita gambaran bahwa pangsa pasar jualan online sangat menjanjikan, karena dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia hanya bermodalkan jaringan internet.

Buktinya, kini banyak bermunculan pengusaha muda sukses bahkan menjadi miliarder dengan memanfaatkan keahliannya dalam bidang teknologi seperti membangun startup termasuk diantaranya dengan hadirnya marketplace jualan online yang sangat membantu kita dalam berjualan online.

Berdasarkan pengalaman pribadi dalam jualan online dari tahun 2012 untuk produk Gomuda Men’s Knit Sweater, berikut adalah langkah penting dalam memulai jualan online:

1. Niat, Tekad serta Passion

Bisnis atau usaha mengandung makna aktivitas yang menyediakan produk yang diinginkan oleh konsumen, yang juga mengandung unsur berguna bagi diri sendiri dan orang lain (Sumber: Meraih Surga Dengan Bisnis. Hal. 1.2013)

Niat kita berusaha sangatlah perlu dicatat dari awal ketika akan memulainya. Niat berusaha dalam rangka beribadah mencari nafkah dan untuk memperoleh kebebasan finansial, untuk masa depan lebih baik serta dapat membuka lapangan pekerjaan, membantu orang tua dan sejenisnya. Dengan niat baik semoga Allah meridhai dan memberikan keberkahan.

Niat saja tak cukup, perlu tindakan pasti dengan tekad kuat dalam menjalankannya. Dan melenyapkan pikiran untuk memperoleh untung besar dalam waktu singkat. Bukan berarti menakuti, akan tetapi mengingatkan bahwa usaha ada untung dan rugi nya. Prosesnya tak semudah membalikan telapak tangan, perlu waktu menjadi sesuatu yang besar.

Banyak contoh para pengusaha sukses yang bisa dilihat bagaimana proses menjadi sukses, dari mulai jam kerja hingga sepak terjang dan pengalaman jatuh bangunnya. Sebut saja Elon Musk Ceo Tesla dan mempimpin perusahaan aerospace serta planel surya, ia bekerja 18 jam sehari selama lebh dari 15 tahun bekerja.

Jangan lupakan Passion, satu hal ini akan menguatkan kita dalam berusaha. Banyak pengusaha sukses karena Passion, yang membuatnya menikmati bekerja meski sulit dan berliku seperti yang dijelaskan Richard ST. John dalam bukunya berjudul 8 Sifat Untuk sukses. Hal ini pula yang menjadi dasar Steve jobs dalam menjalankan usahanya saat diwawancarai oleh Richard.

jaln satu-satunya untuk benar-benar merasa puas adalah melakukan apa yang Anda yakini sebagai karya besar. Dan, satu-satunya jalan untuk melakukan pekerjaan besar adalah dengan mencintai apa yang Anda kerajakan. —- Steve Jobs —-

Maka dari itu, mulai niat dan bulatkan tekad untuk berusaha dan siap dengan segala jenis resikonya dari pengorbanan waktu, pikiran, hingga uang, serta mantapkan passion agar selalu semangat dalam melakukan yang kita kerjakan.

2. Menentukan Target Pasar

Menentukan target pasar adalah hal utama dalam menjual produk. Misalkan targetnya anak muda, bayi atau perempuan. Langkah selanjutnya jika sudah menentukan target pasar maka kita akan fokus pada penentuan produk, contohnya:

  • Target pasar: Anak Muda Pria
  • Produk Target: pakaian Pria – Jaket

Hal ini akan membuat kita mengorganisir diri untuk berjalan dalam jalur yang sudah ditentukan di awal.

3. Menentukan Produk

Banyak pilihan untuk memasarkan produk, namun terdapat dua tipe produk yaitu, produk sendiri dan produk orang lain. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

* Produk Sendiri/Merk Sendiri

Tatkala kita akan menjual produk sendiri, maka proses kreatif lebih dominan, mulai dari menentukan jenis produk, produksi hingga pemasaran. Keuntungannya, dalam menjual produk sendiri maka akan otomatis bermerk usaha sendiri yang dikemudian hari dikenal masyarakat.

Namun demikian kekurangannya atau bisa dibilang tantangannya, kita akan dihadapkan dengan modal yang harus terorganisir bukan berarti modal besar. Terorganisir bermakna bertahap dan terkelola dengan baik dalam jumlah produksi menyesuaikan dengan pundi pundi modal.

Selain itu, tentu saja kita akan lebih lelah karena pekerjaan dilakukan sendiri, namun menantang serta menjadi pengalaman sangat berarti saat proses kreatif tadi terlaksana.

* Produk Orang lain

Saat menjual produk orang lain, besar kemungkinan kita akan disebut reseller atau dropshiper. Tapi jangan salah, model usaha ini banyak diterapkan di Indonesia dan dunia. Contoh Supermarket, menjual produk dengan drop barang dari beragam jenis merek.

Tak jauh beda dengan menjualnya secara online, selain lebih mudah karena barang sudah ready di pemilik usaha, serta akan lebih irit modal. Kekurangannya, kita tidak memiliki merek sendiri, kecuali dikemudian hari kita mengembangkan produk sendiri. Kekurangan lainnya, stok barang bisa kosong saat order dilakukan, karena reseller lain pun sudah lebih dulu memesan.

4. Pengadaan Modal

Banyak cara untuk memperoleh modal seperti yang telah dijelaskan kebanyakan artikel bisnis. Diantaranya modal pribadi/tabungan, modal orangtua, modal sahabat, modal Bank atau juga investor.

Namun sangat disarankan dalam memulai bisnis, lebih nyaman dan aman dengan modal tabungan, tanpa riba tanpa dikejar-kejar bayar bulanan. Hal ini juga akan melatih kita untuk mengelola uang dengan baik.

Memang akan lambat prosesnya, namun lebih aman. Jika perlu modal lebih besar, bisa meminjam pada orang tua, namun ingat harus dikembalikan, meskipun dengan cara meniciclnya setiap bulan dari penghasilan yang kita peroleh.

Selain jenis modal tadi, yang paling asik berjualan tanpa modal. Itupula yang dikatakan para pengusaha sukses, bisnis itu bisa tanpa modal. Jualan online salah satunya, dengan menjadi dropshiper dari penjual utama, hanya membutuhkan pulsa internet untuk menjual barang.

5. Analisis Harga Pasar

Dalam menjual produk sudah tentu akan ada saingan dengan jenis produk sama. Sehingga analisis harga barang, membandingkannya dan kemudian menentukan harga yang tepat sangat penting dilakukan. Agar tidak rugi karena terlalu rendah harga serta tidak terlalu mahal harga yang jauh dari kompetitor. Namun semua kembali pada modal produksi dan kualitas barang.

Tabel sederhana bisa diterapkan seperti berikut ini:

Tabel sederhana Menganalisis Harga Saingan untuk patokan penentuan harga produk kita

Tabel sederhana Menganalisis Harga Saingan untuk patokan penentuan harga produk kita

6. Buat Email dan No. Ponsel Khusus

Email adalah kunci utama untuk daftar di marketplace dan sosial media. Buatlah email khusus untuk usaha, agar mudah melakukan semua aktivitas jualan dalam satu akun dan gunakan nomor ponsel khusus dagang. Beli pula ponsel Android yang cukup canggih tentunya. Email disarankan menggunakan gmail agar terhubung langsung dengan Google Drive.

7. Pilih Tempat Berjualan Online yang tepat

Namanya jualan online berarti menjualnya lewat beragam jenis marketplace online serta media sosial. Beberapa Marketplace jualan yang bisa dijadikan lapak jualan dengan daftar gratis dan praktis, adalah:

Platform Website

  • Olx.co.id = gratis
  • Tokopedia.com = gratis
  • Bukalapak.com = gratis
  • Lazada.co.id = deposit sekali selamanya 500rb
  • Zalora.co.id = deposit sekali selamanya 500rb
  • Mataharimall.com = gratis
  • Qoo10.co.id = bayar 100rb
  • Jualo.com = gratis
  • Blibli.com= bayar
  • Blanja.com =gratis
  • FJB Kaskus = gratis
  • Elevenia.co.id = gratis

Platform Marketplace Smartphone

  • Shopee.co.id
  • Lyke.co.id

Platform Khusus DIY (Do IT Yourself) atau Kerjanian Tangan

  • Qlapa.com

Baca Juga Artikel: 10 Tempat Jual Beli Online Terpopuler di Indonesia Untuk Berbisnis Online

Beberapa Sosial Media yang tepat untuk berjualan:

  1. Instagram
  2. Facebook
  3. Twitter

Aplikasi Android yang sangat disarankan:

  1. BBM
  2. Whatsapp
  3. LINE

Baca Juga Artikel : 10 Aplikasi Android Penting dalam Berbisnis Online

Jasa Pengiriman Tepat

Pilihlah jasa pengiriman yang tepat, saat ini banyak pilihan jasa pengiriman mulai dari POS, JNE, TIKI, dan lainnya. Sesuaikan dengan lokasi jasa pengiriman terdekat dan menurut pengalaman kita lebih aman dan nyaman. Jasa pengiriman JNE saat ini banyak dijadikan jasa utama marketplace di Indonesia, meski POS lebih murah harganya.

7. Do It Now! dan Fokus

Setelah tahu proses nya, maka langkah paling penting adalah melakukannya saat ini pula. Karena pembelajaran dan pengalaman sesuangguhnya ketika sudah menjalankannya. Beragam masalah dan tantangan akan menjadikan kita lebih kreatif dan kuat.

Fokus, hal ini kadang menjadi  masalah bagi kebanyakan orang. Hakikatnya manusia tidak bisa fokus pada banyak hal yang dikerjakan. Kalau dalam pepatah sunda “ulah ngarawu ku siku” yang berarti jangan meraup dengan sikut, dimana hal ini memberikan makna bahwa meraup dengan sikut tak ada yang terselesaikan. Sehingga fokus pada satu produk, satu pekerjaan menjadi hal penting. Contoh besarnya adalah Bill Gates yang hanya fokus pada Software Microsoft nyatanya ia menjadi orang nomor satu terkaya di dunia setiap tahunnya.

9. Lakukan Pencatatan Penjualan

Mencatat penjualan sangat teramat penting. Dari sinilah kita dapat menganalisis penjualan, marketing, efektifitas marketplace, dan biaya produksi hingga keuntungan. Mencatatnya bisa menggunakan Micfosoft Office Excel ataupun Word. Lebih disarankan menggunakan Excel.

Saya sendiri lebih menyarakan menggunakan Google Drive menggunakan spreadsheet. Selain data tersimpan dengan aman juga dapat dibagikan dan digunakan/diedit oleh beberapa orang dari komputer yang berbeda.

Berikut contoh pencatatannya:

Contoh Format Laporan Penjualan, ukuran kolom dan baris bisa disesuaikan

Contoh Format Laporan Penjualan, ukuran kolom dan baris bisa disesuaikan

10. Perlukah Website?

Untuk awal-awal memiliki website tidak begitu diperlukan, cukup menggunakan akun sosial media dan marketplace.

Namun jika sudah mulai lancar dalam penjualan, sekitar dua atau tiga tahun kemudian memiliki website perlu sebagai identitas perusahaan, selain itu orang akan lebih percaya saat kita punya website sendiri. Apalagi jika kita merupakan pelaku usaha dengan produk dan merk sendiri.

Untuk membuat website jualan bisa menggunakan beberapa platform salah satunya wordpress. Atau bisa membeli jasa pembuatan website, namun tentu harga sangat mahal yang bisa mencapai 20 juta untuk 1 website.

Saya sendiri membuat website untuk Produk Sweater Rajut Pria Gomuda yang beralamatkan gomuda.co menggunakan platform Squarespace.com dari luar negeri, bisa diatur sendiri dan lebih mudah jika dibandingkan membuat dengan wordpress atau platform lain. Akan tetapi pembayarannya hanya bisa menggunakan kartu kredit. Selain itu untuk penjualan produk duntuk Indonesia belum bisa digunakan salah satunya belum terdapat mata uang rupiah.

11. Perlukah toko?

Bagi pelaku usaha produk milik sendiri, saya rasakan toko offline perlu namun tidak usah besar, toko kecil saja cukup, untuk menyimpan barang penjualan sebagai gudan serta tempat kita kerja bersama karyawan. Selain itu saat ada yang mau berkunjung/membeli langsung ke toko bisa terlayani dengan baik. Karena saat ini toko offline mini pun bisa jadi boosting kepercayaan dari customer.

12. Perlukah Reseller?

Untuk penjual merk sendiri, reseller sangat diperlukan untuk menambah penjualan setiap harinya. Selain itu, dengan membuka reseller atau dropshipper sekaligus memberikan manfaat dan lowongan kerja bagi yang lain. bagi bagi rizki lah…

12. Update Stock Barang Setiap Hari

Bagi pelaku bisnis merk sendiri, tentu memproduksi barang akan selalu ready. Untuk itu memproduksi produk dari segala jenis nama harus diletakan secara teratur berdasarkan marketplace yang kita gunakan berjualan.

Stok barang bisa dibilang salah satu nadi usaha. Saat update stok terlambat atau tidak sesuai maka akan berakibat kurang baik bahkan fatal bagi penjualan, karena stock kosong akan menimbulkan kekecewaan bagi customer, padahal di keterangan produk masih tersedia.

13. Sisihkan dana untuk marketing

Beberapa marketplace menyediakan waktu-waktu diskon secara berkala sesuai momen. Pilihlah dengan cermat dan ikuti acaranya.

Selain itu, saat ini banyak platform yang menyediakan fasilitas lebih dengan cara bayar perbulannya, hal ini bisa dipergunakan dengan baik. Seperti Tokopedia dengan Merchant Gold. Hal tersebut dapat meningkatkan trust dan memberikan manfaat besar bagi marketing penjualan. Selain itu, siapkan dana khusus untuk marketing, sesuaikan dengan anggaran tentunya.

15. Laporan dan Target Perbulan.

laporan penjualan sangat diperlukan untuk analisis kedepan serta bisa menentukan target penjualan dan marketing setiap bulannya. Mencatat target bisa pada kertas hvs kemudian ditempel di dinding, atau di buku agenda, atau di komputer.

Target sangat penting agar kita berjalan dalam pola yang diharapkan, serta melatih diri untuk terus menganalisis sepak terjang usaha.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2013-2017 4muda.com. Part of Gomuda.co

To Top