Connect with us
the-executive

Fashion

10 Brand Fesyen Indonesia yang Mendunia

sweater-rajut-pria

Siapa bilang produk fesyen buatan anak bangsa tidak sanggup bersaing dengan produk bangsa lain? Kebanyakan dari kita berpikir bahwa brand fesyen Indonesia pasti kalah bersaing dengan produk luar negeri, dan pemikiran tersebut sesungguhnya salah.

Ada kok anak-anak bangsa yang mampu menghasilkan produk berkualitas dan mampu bersaing dengan brand negara lain, bahkan diantara brand tersebut telah dipakai setia oleh beberapa artis kenamaan dunia.

Khusus untuk fesyen, ternyata banyak brand lokal yang sudah go internasional dan dipakai oleh beberapa pelanggan setia di seluruh dunia. Berikut adalah daftar sepuluh produk fesyen asli Indonesia yang terkenal di mancanegara.

1. BodyPack

Bodypack, gambar: www.tokopedia.com

Bodypack, gambar: www.tokopedia.com

Apabila suka travelling atau hiking, pasti kalian butuh tas untuk membawa seluruh keperluan. Nah, coba intip merek tas yang kalian miliki, apakah ada tulisan bodypack nya? Jika ada berarti kalian telah memakai tas berkualitas buatan anak bangsa. Yup, Bodypack adalah salah satu brand yang dimiliki PT. Eksonindo Multi Product Industry, yang pabriknya di Kopo, Bandung.

Brand Bodypack telah dikenal oleh pecinta travelling di seluruh dunia, sebab kualitas bahannya yang tidak diragukan lagi. Bodypack telah menguasai pasaran tas premium di Indonesia, dan luar negeri seperti di Libanon, Singapura, Filipina dan Jepang. Selain Bodypack, PT. Eksonindo juga mengeluarkan tas dengan brand Eiger, Exsport, Neosack, XTREME, dan Nordwand.

2. Matoa

Matoa, gambar: www.pinterest.com

Matoa, gambar: www.pinterest.com

Berawal dari ide Eco Watch untuk menciptakan produk yang berbahan asli Indonesia yaitu dari kayu matoa yang ada di Papua, maka terciptalah berupa jam tangan kayu, Matoa. Kehadiran jam tangan kayu berbahan kayu sendiri sudah populer di luar negeri, namun tidak di Indonesia. Peluang inilah menjadikan Lukcy Dana Aria terdorong untuk menghasilkan produk jam tangan berkualitas berbahan kayu.

Pada awalnya Lucky sama sekali tidak mengetahui soal kayu maupun berwirausaha, namun berkat ketekunannya, ia sukses membawa Matoa berkembang. Produk ini mengantarkan brand Matoa bersaing dengan produk sejenis di luar negeri. Matoa telah merambah sampai ke Jepang dan Amerika Serikat.

3. The Executive

The Executive, gambar: kaskus.co.id

The Executive, gambar: kaskus.co.id

Brand fesyen satu ini mungkin akan disangka sebagai salah satu produk impor. Tetapi, The Executive sesungguhnya adalah produk dengan brand asli dari Indonesia. Kualitas produk yang baik, terbukti dari salah satu penghargaan yang pernah di raihnya yaitu ICSA (Indonesian Customer Satisfaction Award) pada tahun 2005 untuk kategori kemeja pria.

Harganya yang relatif mudah dijangkau membuat brand yang awalnya dikenal dengan “Executive 99” ini banyak diminati masyarakat Indonesia dan luar negeri, bahkan The Executive memiliki cabang resmi di beberapa negara Asia Tenggara, seperti Malaysia dan Singapura.

4. Bagteria

Bagteria, gambar; forbesindonesia.com

Bagteria, gambar; forbesindonesia.com

Dari namanya sudah terdengar unik dan bikin penasaran. Yup, Bagteria memang lebih terkenal di luar negeri ketimbang di negeri sendiri. Bagteria merupakan produk tas asli Indonesia yang dibuat secara hanmade karya duo Nancy Go dan Irene Ng. Pada awalnya, mereka tidak pernah membayangkan kalau tas Bagteria rancangannya bisa disukai dan digunakan oleh selebriti-selebriti dunia, seperti Paris Hilton, Blake Lively dan Emma Thompson.

Nama Bagteria sendiri terinspirasi dari perilaku organisme Bakteri yang selalu mewabah jika menyebar, nah ia pun berharap produk tasnya bisa mewabah layaknya bakteri. Bagteria telah merambah kota-kota mode dunia, seperti Paris, Milan, London hingga New York, dengan harga mulai dari 1 juta rupiah hingga puluhan juta rupiah.

5. Edward Forrer

Edward Forrer, gambar: sebandung.com

Edward Forrer, gambar: sebandung.com

Satu lagi produk dalam negeri yang namanya asing di telinga, namun ternyata merek ini asli berasal dari Indonesia dan menggunakan nama sang pemilik, Edward Forrer. Edo, begitu sapaanya, mulai memproduksi sepatu pertamanya pada 1989 di Bandung, dengan modal uang Rp.200.000, ia membeli sebuah mesin jahit dan merekrut dua pekerja, dengan fokus produksi sepatu.

Berkat kegigihan dan keseriusannya, sekarang produk Edo telah melejit hingga ke luar negeri, seperti Australia, Malaysia, hingga ke Hawaii, dengan 50 gerai toko.

6. Lea

Lea, gambar : tribunnews.com

Lea, gambar
: tribunnews.com

Coba intip celana jeans yang kamu pakai atau koleksi di lemari, apa salah satu nya bermerek Lea? Jika iya, berarti jins kamu termasuk produk asli buatan Indonesia. Yup, Lea merupakan salah satu brand ternama besutan PT. Lea Sanent yang beroperasi di Tanggerang, Banten, dengan produksi pertama mereka adalah t-shirt. Peralihan produksi terjadi pada 1979 dan menjadi produk denim (pakaian sejenis jins), dianggap tepat, karena waktu itu masa-masa berkembangnya fesyen berbahan jins.

Tahu kah, ternyata di awal-awal pemasaran, Lea memang dipromosikan sebagai produk asli Amerika Serikat? Langkah tersebut diambil pihak manajemen karena waktu itu pikiran masyarakat kelas menengah ke atas Indonesia lebih percaya brand luar negeri ketimbang di dalam negeri. Saat ini kemampuan produksi Lea sampai 1 juta piece/bulan.

7. Ouval Research

Ouval Research, gambar: flicker.com

Ouval Research, gambar: flicker.com

Maraknya komunitas skateboard di Bandung membuat trio Rizki, Maskom dan Firman, pada 1997 menciptakan Ouval Research. Tujuan semula adalah untuk menyuplai peranti juga fesyen buat para skateboarder. Kekuatan label ini terletak pada koleksi kaosnya yang hadir dengan print unik dan erat sekali dengan budaya street style yang dinamis, fun dan berjiwa muda. Dari kaos, koleksi Ouval Research berkembang hingga ke aksesori, mulai dari tas, sepatu, bahkan sampai MP3 dan otopet.

Kini Ouval Research semakin memperlihatkan keseriusan dan kemajuan bisnisnya hingga mengekspor produknya ke mancanegara seperti Singapura di butik Fyeweraz dan skateboard di Jerman.

8. Mimsy

Christyna Theosa, gambar: www.andriewongso.com

Christyna Theosa, gambar: www.andriewongso.com

Christyna Theosa, seorang mahasiswi Art Center College of Design Pasadena, Perempuan kelahiran Tuban, 2 Januari 1982, sukses dengan tas buatannya yang diberi nama brand Mimsy pada 2004. Ia banyak bereksperimen dengan bahan dan warna untuk menciptakan desain yang elegan, unik, dan classy, namun juga seksi dan funky. Ia mendesain clutch-nya dengan bahan terbaik seperti kulit Italia, kain lace Jepang dan Prancis, pita sutra, beludru, hingga kristal Swarovski.

Semua tas dan clutch-nya juga dilapisi dengan bahan suede Italia dan satin. Tas-tas buatannya ini dijual dengan kisaran harga Rp 1,5 juta hingga Rp 7 juta. Kini tas karyanya bisa ditemui di Amerika (New York, Los Angeles, Chicago), Jepang, Malaysia, dan tentunya Indonesia (Grand Indonesia Shopping Town).

9. Major Minor

Major Minor, gambar: www.britishcouncil.id

Major Minor, gambar: www.britishcouncil.id

Sekarang jamannya online shop, sehingga beberapa brand terkenal lewat situs fahion online, seperti brand Major Minor terkenal lewat situ belanja Harvey Nichols. Brand fesyen anak bangsa ini didirikan oleh sepasang suami istri yaitu Ari dan Sari Saputra serta dua desainer Inneke Margaretha dan Ambar Pratiwi.

Kualitas dan desain pakaian dari Major Minor telah diakui dunia Internasional, bahkan mampu bersaing dengan desainer seperti Lanvin, Kenzo, Armani, Alexander McQueen pada situs online shop.

10. Sissae Qipao

Sissae Qipao, www.galerieslafayette.co.id

Sissae Qipao, www.galerieslafayette.co.id

Brand satu ini berfokus menjual cheongsam, yaitu baju khas Tiongkok. Ternyata produk fesyen ini berasal dari Inwi Willy yang memang berdarah Indonensia-Tionghoa. Dengan bantuan saudaranya, Ia mengkombinasikan elemen sejarah, karya seni, dan fesyen khas tiongkok dan Indonesia ke dalam satu produk, ia berinama Sissae Qipao.

Hasil rancangan nya telah dipakai oleh beberapa artis Indonesia, seperti Ashanty, Chelsea Olivia, Atiqah Hashiolan dan masih banyak lagi. Sedangkan dari luar negeri ada Jenifer Lopez. Berkat kerja keras dan ketekunan mereka berdua, akhirnya kini produk Qipao telah merambah ke seluruh dunia, seperti Singapura, Malaysia, Jepang, Amerika Serikat, Australia, Dubai dan Inggris.

Disamping sepuluh brand diatas, masih banyak produk fesyen anak bangsa yang mampu bersaing dengan fesyen luar negeri. Semoga ulasan kali ini bermafaat dan menyemangati kita agar mau kreatif dan inovatif seperti mereka.

Penulis: Asep S

Referensi:

lolading.com
www.inspiratorfreak.com
http://tertop10.blogspot.co.id/2012/12/10-produk-fashion-indonesia-didunia.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Eksonindo_Multi_Product_Industry

1 Comment

1 Comment

  1. waralaba ekspedisi

    March 20, 2017 at 17:08

    Lha mantap, Min. Fashion kita ga kalah sama orang Perancis berarti. Selain fashion, produk Indonesia yang mendunia apaan aja ya?
    😮

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

To Top